Tips Investasi Yang Cocok Untuk Pemula Image

Tips Investasi Yang Cocok Untuk Pemula

Time 20 Apr 2022  |  By Acer Indonesia

Tips Investasi Yang Cocok Untuk Pemula

 

Saat ini semakin banyak orang yang paham akan pentingnya investasi. Investasi sendiri adalah proses mengembangkan uang yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Investasi bisa menjadi perencanaan keuangan yang sifatnya jangka panjang, dan sebagai bentuk penanaman modal, investasi bisa sangat berguna untuk masa depan. Atas alasan inilah, siapapun bisa mulai berinvestasi.

 

Berinvestasi memberikan Anda kesempatan untuk menambah nilai atas uang. Ketika dana investasi menghasilkan bunga, bunga itulah yang menjadi keuntungan. Beda halnya dengan menabung, dimana uang hanya akan diam di bank dan tidak menambah nilai.

 

Rekomendasi Instrumen Investasi Untuk Pemula

Bagi Anda yang baru mulai akan berinvestasi, ada beberapa rekomendasi instrumen efek yang bisa Anda pilih saat ingin memulai belajar investasi. Apa saja? Berikut di antaranya:

  1. Investasi emas 
    Jenis investasi emas pergerakannya terbilang stabil karena tidak tergerus inflasi. Bahkan harga emas setiap tahunnya terus mengalami kenaikan. Sehingga cocok dijadikan investasi bagi pemula.

  2. Reksadana 
    Reksadana saat ini menjadi semakin populer di kalangan investor karena kinerjanya yang terus meningkat. Selain itu reksadana juga dikenal dengan risiko dan modal yang minim, bahkan bisa dimulai dengan hanya mengeluarkan modal Rp 50 ribu saja. Terdapat 4 jenis reksadana yang bisa Anda pilih, diantaranya reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

  3. Obligasi
    Meski tidak sepopuler investasi emas, tapi obligasi menjadi salah satu instrumen yang cukup menjanjikan. Pasalnya selain mendapat jaminan dari pemerintah, obligasi juga dikenal dengan risikonya yang rendah dan juga bunga flat. Umumnya, untuk terjun di investasi yang satu ini Anda hanya perlu menyiapkan dana sebesar Rp 2 juta dan akan mendapatkan keuntungan setiap bulan hingga waktu jatuh tempo berakhir. Obligasi pemerintah Indonesia sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis di antaranya, Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel (SukRi), Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

 

Tips Investasi Untuk Pemula

Setelah mengetahui beberapa rekomendasi instrumen investasi, kini saatnya Anda untuk mengetahui beberapa langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai investasi, diantaranya:

  1. Tentukan Tujuan Investasi 
    Sebelum memulai investasi, Anda perlu menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Misalnya, untuk dana darurat, liburan bersama keluarga, membeli aset dsb.

  2. Perkirakan Alokasi Dana Investasi 
    Anda perlu memperhitungkan alokasi dana investasi dan jangka waktu investasi untuk mencapai tujuan investasi yang sudah Anda buat. Di samping itu, Anda juga perlu memastikan berapa banyak dana yang Anda miliki sekarang. Lalu, Anda bisa memperkirakan jangka waktu investasi, apakah mau 5 tahun, 10 tahun atau lebih dari 20 tahun.

  3. Mulai Dengan Investasi Kecil Terlebih Dahulu
    Demi menumbuhkan rasa percaya diri, Anda bisa mulai investasi dengan modal sedikit demi sedikit. Pilih investasi yang sudah terjamin dan memiliki performa yang baik selama lima hingga sepuluh tahun terakhir. Untuk menambah referensi, Anda juga bisa membaca lebih banyak buku mengenai tips investasi untuk pemula atau mengikuti webinar untuk menambah wawasan.

  4. Jangan Terlalu Berlebihan
    Sebagian besar ketakutan terbesar setiap orang adalah kehilangan uang, namun seiring berjalannya waktu Anda akan terbiasa dengan kondisi pasar. Saat terjadi pergolakan di pasar, tetap tenang dalam menyikapi kondisi yang ada. Sebisa mungkin untuk gunakan “uang dingin” saat berinvestasi dan hindari berhutang untuk melakukan investasi. Terlalu berlebihan dalam berinvestasi akan mempengaruhi mental dan psikologis khususnya untuk para pemula. Jangan mudah tergiur oleh return yang tinggi dalam waktu singkat atau rekomendasi investasi yang belum tentu menurut Anda benar.

  5. Jangan Terlalu Sering Memantau
    Terlalu sering memantau perkembangan investasi justru mengakibatkan Anda khawatir dan menjadi takut dalam mengambil keputusan. Pada dasarnya, tujuan utama berinvestasi adalah untuk membangun kekayaan dalam jangka waktu yang panjang dan naik turunnya instrumen investasi bisa sangat berbeda dalam hitungan hari. Jadi, apa yang terjadi dengan performa investasi Anda sehari-harinya adalah hal yang kurang relevan. Maka dari itu Anda cukup memantau investasi Anda misalnya sebulan sekali. Dengan hal ini, Anda akan terbebas dari rasa khawatir.

 

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk melakukan investasi. Saat melakukan investasi pastikan Anda didukung dengan device yang mumpuni untuk membantu memantau perkembangan investasi Anda.

Kontak Acer