Sukses Berbisnis Online ala Rhein Mahatma Pendiri Startup Bisnis Image

Sukses Berbisnis Online ala Rhein Mahatma Pendiri Startup Bisnis

Time 21 Mar 2016  |  By Acer Indonesia

 Pemerintah menargetkan Indonesia akan menjadi pusat ekonomi digital di 2020. Target ini mengacu pada potensi yang dimiliki Indonesia, semisal tingginya transaksi e-commerce Indonesia. Selain itu Pemerintah Indonesia juga tengah berupaya mempercepat pemberdayaan peran UMKM.

 

UMKM dapat menjadi mendorong dan penyelamat perekonomian Indonesia, sehingga pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sektor usaha kecil mikro dan menengah ini. UMKM merupakan sektor usaha terbesar yang menggerakkan struktur ekonomi Indonesia. Ketangguhan UMKM telah teruji pada krisis 1998, UKM menjadi penyelamat perekonomian Indonesia. Sektor UMKM lebih banyak menggunakan bahan baku dalam negeri, yang membuatnya menjadi salah satu sektor yang tak terdampak krisis. UMKM mampu memberikan kontribusi GDP hingga lebih dari 50 persen.

 

Adalah Rhein Mahatma, pendiri Startupbisnis.com yang menyediakan pelatihan offline dan mentoring bagi para UMKM sejak September 2015. Rhein memiliki visi untuk startup business dengan menciptakan sebuah pusat pembelajaran e-commerce bagi UMKM.

 

Rhein-Mahatma

 

Jalan cukup panjang dilalui Rhein hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendukung UMKM. “Gagal membangun bisnis online di tahun 2004, saya bertemu dengan beberapa pengusaha startup di 2010, merekalah yang menjadi teman-teman sekaligus mentor saya,”kata Rhein mengenang perjalan karirnya.

 

Rhein banyak belajar dan menerima banyak masukan berharga dari mereka. Saat itu Rhein sempat berujar, jika saja dia sudah bertemu mereka sejak di 2004, saya pasti telah berhasil memiliki bisnis online. “Sayangnya saya tidak memiliki mesin untuk memutar waktu,” kelakar Rhein.

 

Dari kejadian itu akhirnya Rhein memutuskan untuk membantu siapapun yang hendak memulai sebuah usaha, dengan saling belajar lewat startupbisnis.com miliknya. Di blog ini Rhein menyediakan banyak bahan-bahan pembelajaran untuk memulai bisnis baru. “Semuanya gratis. Padahal di tempat lain biasanya dijual seharga 200 – 500 dolar AS,” imbuhnya.

 

Setelah menekuninya selama 2 tahun, Rhein akhirnya memutuskan untuk pindah haluan dan lebih fokus pada e-commerce UMKM, yang menurutnya memiliki potensi dan dampak yang sangat besar di pasar Indonesia.

 

Tujuan yang hendak dicapai Rhein dengan mengembangkan pusat pembelajaran e-commerce UMKM adalah memberikan mentoring dan workshop gratis kepada UMKM terpilih, yang dipersiapkan untuk diakuisisi oleh para pemberi modal. Dengan cara ini Rhein berupaya membantu meningkatkan pendapatan UMKM. Target besar yang dicanangkannya adalah membantu para UMKM untuk mengekspor produk-produk mereka. “Jika Anda mengunjungi startupbisnis.com, Anda akan mendapatkan gambaran seperti apa kualitas mentoring dimaksud’” tambah Rhein.

 

Dalam melakukan aktivitasnya yang super sibuk, Rhein membutuhkan perangkat mumpuni yang dibekali teknologi terkini. Rhein memilih Acer dan Microsoft dan terbukti dirinya sangat merasakan manfaat yang diberikan Acer dan Microsoft dalam menunjang usahanya tersebut.

 

“Solusi Acer dan Microsoft memungkinkan saya bekerja mempersiapkan materi-materi pelatihan dan mentoring dengan lebih mudah dan dalam waktu yang singkat. Program-program yang disediakan Microsoft di dalam notebook Acer telah membantu saya memaksimalkan tugas-tugas pembuatan materi presentasi, video, dan kreatifitas lainnya dengan mudah dan aman di manapun saya berada,” tegas Rhein pada acara Ayo #MajukanBisnismu SMB Community Gathering di Surabaya.

 

Banyak materi pembelajaran yang bisa didapat di startupbisnis.com. Diantaranya adalah tentang, beberapa faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan dalam memulai startup bisnis yang harus dicermati para UMKM.

 

Faktor-faktor yang paling menentukan keberhasilan adalah pemilihan ide bisnis, eksekusi yang dilakukan, pemilihan model bisnis, serta berikutnya adalah pendanaan yang pemilihan waktu yang tepat. Sementara faktor-faktor yang biasanya menyebabkan kegagalan antara lain tidak adanya kebutuhan pasar, kehabisan modal, tidak memiliki team kerja yang tepat, tak memiliki daya saing dan isu biaya harga.

 

Kontak Acer