Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengusaha Mengenai Web 3.0 Image

Semua Hal yang Perlu Diketahui Pengusaha Mengenai Web 3.0

Time 12 Jan 2022  |  By Acer Indonesia

Istilah web 3.0 mungkin masih asing bagi sebagian pelaku bisnis di Indonesia. Jika Anda adalah salah satunya, mungkin Anda sedang bertanya-tanya apa keuntungan yang akan diberikan generasi ketiga web ini, dan apa bedanya dengan internet yang hari ini kita gunakan. 

 

Web 3.0 bukan sekadar jargon tetap akan menjadi masa depan yang akan membawa internet pada level yang lebih tinggi lagi. Tidak sedikit pakar internet dan ilmuwan yang meyakini web 3.0 akan membuat internet menjadi semakin cerdas dan membuat hidup manusia lebih mudah dari sebelumnya. Tidak hanya itu, web 3.0 memberi solusi terhadap sejumlah kelemahan yang selama ini terjadi pada web 2.0, seperti masalah cyber security dan privasi.

 

Sebagai pebisnis, sudah seharusnya Anda mengikuti dan memahami perkembangan teknologi. Tidak terkecuali perkembangan teknologi website. Dengan mengetahui perkembangan teknologi, Anda akan dapat mengambil keputusan yang terbaik demi kemajuan usahanya.

 

Perlu juga Anda ketahui, web 3.0 akan sangat berdampak pada masa depan internet. Secara tidak langsung, teknologi ini akan mempengaruhi dunia bisnis. Nah, untuk membantu Anda memahami web 3.0 dan relevansinya dengan bisnis, baca artikel ini hingga tuntas.

 

Baca Juga: Apa Itu IP Address Dan Bagaimana Pelaku Kejahatan Cyber Mengeksploitasinya?

 

Web 3.0 dan Sejarah Evolusi Internet

Web 3.0 merupakan fase terbaru dari evolusi internet. Untuk memahami apa itu web 3.0 mari kita ulas terlebih dahulu tiga tahap perkembangan web yang terjadi dalam 30 tahun terakhir.

 

Web 1.0

Sebelum internet hadir dalam bentuk yang kita kenali sekarang lewat sosial media hingga situs web streaming, internet memiliki karakteristik utama sebagai brochureware atau hanya sekadar menampilkan informasi saja. Saat itu, internet dikenal sebagai tempat orang membaca konten/informasi secara digital. 

 

Sebagai ruang yang sangat eksklusif, hampir mustahil bagi pengguna internet pada umumnya untuk menciptakan kontennya sendiri. Meski website di era 1.0 memberikan kecepatan dan kelancaran yang baik, level interaksi pengguna masih sangat minimal.

 

Web 2.0

Web 2.0 dimulai awal tahun 2000 dan berhasil membuat pebisnis merumuskan ulang strategi marketing dan operasi bisnis mereka. Sebab, pada generasi web kedua, user tidak hanya diposisikan sebagai silent visitor yang hanya bisa membaca, melainkan dapat membuat konten dan mengunggahnya ke internet. 

 

Karena interaksi sosial yang tinggi dan munculnya konsep user generated content, web 2.0 juga sering disebut dengan istilah social web. Meski web 2.0 bercita-cita membuat internet menjadi lebih demokratis dan terbuka, ada kekurangan yang sering dipersoalkan yakni posisi user yang lemah terhadap institusi pemilik website. Data pribadi, konten hingga privasi user dapat dikelola dan dijual untuk kepentingan ekonomi pemilik website seperti targeting iklan dan lain sebagainya.

 

Web 3.0

Melalui penggunaan teknologi AI dan machine learning, Web 3.0 menjadi jauh lebih canggih dan pintar dibandingkan pendahulunya karena komputer memungkinkan tiap platform melakukan interaksi dan saling bertukar data. Nah, meski pengumpulan data menjadi jauh lebih masif dan universal dibandingkan sebelumnya, perlindungan privasi dan data serta keamanan website menjadi lebih baik karena web 3.0 dibangun menggunakan kode pemrograman yang didistribusikan secara terbuka (open source code) dan cryptographic primitive (algoritma dasar untuk membangun kriptografi).

 

 

Perbedaan Web 1.0, Web 2.0 dan Web 3.0

Berikut ini tabel perbandingan antar web 1.0, web 2.0 dan web 3.0 yang dapat menunjukan ciri khas dari masing-masing generasi web.

 

Kriteria

Web 1.0

Web 2.0

Web 3.0

Definisi

Generasi web pertama, hanya fokus pada penyediaan informasi satu arah.

Generasi web kedua yang fokus pada interaksi.

Generasi web ketiga yang fokus pada desentralisasi dan semantic learning.

Karakteristik

Mayoritas user diposisikan sebagai konsumen (ready-only)

Mayoritas user lagi sebatas konsumen melainkan juga produsen konten (read and write)

User dapat berinteraksi secara digital dengan data secara langsung

Teknologi

HTML

HTML5, CSS3, AJAX, Javascript framework

Artificial intelligence, machine learning, blockchain.

Contoh

Static website (blog, situs personal) 

Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dll

Siri, Wolfram Alpha.

Keamanan

Tingkat keamanan rendah.

Tidak aman; rentan terhadap cross site scripting dan cross site request forgery.

Sangat aman; data terenkripsi, server terdesentralisasi.

 

Baca Juga: Cara Perusahaan Mengatasi Serangan Ransomware & Respon Jika Terinfeksi

 

Kelebihan dan Keuntungan Web 3.0

Kehadiran web 3.0 akan menghadirkan sejumlah keuntungan yang selama ini tidak kita peroleh dari generasi web terdahulu yakni:

 

1. Lebih Aman dan Private

Melalui desentralisasi web, maka pada web 3.0 end-user akan memiliki kendali penuh atas data dan identitas mereka. Oleh karenanya, user akan menentukan bagaimana sebuah data dikelola dan dibagikan. Konsekuensinya, otoritas yang selama ini dimiliki institusi pemilik platform seperti YouTube, Facebook, Twitter, dan lain-lain akan dihilangkan.

 

Web 3.0 yang dibangun di atas landasan teknologi blockchain juga menjadikannya sulit untuk diretas. Setiap data juga akan  terlindungi melalui enkripsi. Informasi/data memang masih dapat dikelola dan dibagikan, namun hal tersebut hanya dilakukan berdasarkan izin kasus per kasus.

 

2. Semantic Web

 

Salah satu fitur dalam web 3.0 adalah semantic web di mana komputer memiliki kemampuan untuk memahami konten yang ada pada website ketimbang hanya melalui kata kunci saja. Hal ini akan sangat menguntungkan user karena kemampuan web untuk memberikan hasil akan sangat berkualitas sehingga makin mempermudah manusia.

 

3. 3D Graphic

 

Salah satu kelebihan yang akan dibawa oleh web 3.0 adalah penggunaan 3D graphic yang sangat meluas. Batasan antara dunia nyata dan dunia virtual akan semakin kabur karena manusia dapat berinteraksi dengan dunia virtual secara lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Gambaran mengenai hal ini dapat kita lihat pada metaverse yang tengah dikembangkan sejumlah perusahaan teknologi.

 

4. Ekosistem yang Lebih Baik untuk Bisnis

Web 3.0 akan menghilangkan arsitektur web 2.0 yang sangat tersentralisasi dan membuat dunia internet hanya dimonopoli oleh sejumlah perusahaan saja. Dengan internet yang lebih terbuka dan transparan, ide dan inovasi bisnis akan makin bermunculan dan mendapatkan kesempatan yang sama.

 

Web 3.0 mendemokratisasi kesempatan untuk membangun bisnis sehingga setiap pengusaha dapat menawarkan layanan yang selama ini dimonopoli korporasi besar seperti keuangan, asuransi hingga banking solution. Arsitektur web 3.0 yang terdesentralisasi juga memungkinkan pengusaha membuat aplikasi yang dijalankan di blockchain sehingga menghilangkan ketergantungan pada server yang dimiliki dan dikelola oleh satu institusi saja.

 

Nah, demikianlah penjelasan mengenai web 3.0 dan perbedaannya dengan generasi web sebelumnya. Bagi Anda yang membutuhkan solusi teknologi untuk bisnis/ perusahaan, Acer menyediakan end to end solution berupa perangkat keras seperti laptop, desktop PC, server, peripheral hingga service seperti layanan cyber security dan IoT. Ingin meningkatkan kualitas teknologi di perusahaan Anda? Hubungi Acer sekarang juga dan dapatkan penawaran selengkapnya.

Kontak Acer