Pahami Fungsi dan Cara Kerja Hybrid Cloud Computing Image

Pahami Fungsi dan Cara Kerja Hybrid Cloud Computing

Time 20 Jun 2021  |  By Acer Indonesia

Cloud computing telah mengubah cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah bisnis. Semula yang hanya dapat mengakses data melalui perangkat keras, kini bisa di mana saja dengan perangkat mobile. Teknologi ini memungkinkan Anda menyimpan atau mengakses suatu program, aplikasi, atau data via internet.

 

Cloud computing dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Pertama, public cloud, yaitu model komputasi yang dikirimkan melalui internet dan dibagikan ke seluruh organisasi atau perusahaan. Kedua, private cloud, yaitu didedikasikan hanya untuk organisasi atau perusahaan Anda. Ketiga, gabungan public dan private cloud yang disebut ‘hybrid cloud computing’.

 

Nah, model hybrid cloud computing menjadi tawaran menarik tersendiri. Alasannya karena dapat memberikan dampak yang berbeda dengan kedua jenis lainnya, terutama soal biaya dan keamanan. Selain itu, model hibrida ini bisa menjadi solusi perusahaan yang membutuhkan kapasitas ekstra maupun cadangan pada infrastruktur teknologi informasi yang sudah ada.

 

Seberapa pentingnya penggunaan infrastruktur model komputasi awan hibrida dalam pengelolaan data perusahaan? Mari simak  mengenai hybrid cloud computing lebih jauh.

 

Solusi-Hybrid-Cloud-Computing

 

Solusi Hybrid Cloud Computing Membantu Perusahaan

 

Secara teoritis, hybrid cloud computing memungkinkan perusahaan dapat menggunakan private cloud pada IT mereka, lalu melengkapi infrastruktur dengan public cloud untuk mengakomodasi lonjakan traffic yang sesekali terjadi.

 

Tergantung desain dan arsitektur sistem yang Anda terapkan, namun banyak organisasi besar yang menggunakan  private cloud sebagai infrastruktur primer (utama), sementara public cloud sebagai jaringan sekunder atau cadangan yang digunakan bila dibutuhkan saja. Singkatnya, Anda menggunakan public cloud untuk data yang tidak sensitif guna menghemat biaya, tetapi tetap memiliki private cloud untuk keamanan data yang bersifat sensitif.

 

Solusi hybrid cloud computing bisa memecahkan persoalan bagi perusahaan yang perlu kapasitas dan sumber daya tambahan dalam waktu cepat. Jika proses pengadaan perangkat baru untuk private cloud memerlukan waktu hingga berbulan-bulan, ekspansi kapasitas dan sumber daya di public cloud bisa dilakukan dalam hitungan menit.

 

Berikut ciri-ciri perusahaan menggunakan komputasi awan hibrida:

  1. Perusahaan menggunakan platform pengembangan publik atau aplikasi yang mengirimkan data ke private cloud maupun data center pribadi.
  2. Ketika sebuah perusahaan memanfaatkan sejumlah aplikasi SaaS (Software as a Service) dan terjadi pemindahan data antara private cloud dengan data center pribadi.
  3. Proses bisnis dirancang sebagai sebuah layanan, sehingga dapat terhubung dengan dua atau lebih zona, namun seolah-olah mereka berada dalam satu lingkungan.

 

Baca juga: Cloud vs Data Center, Apa Perbedaan dan Manfaatnya?

 

Fungsi Hybrid Cloud Computing untuk Perusahaan

 

Fungsi-Hybrid-Cloud-Computing

 

Melalui pemanfaatan komputasi awan hibrida, perusahaan dapat mengombinasikan proses pengolahan data dengan pemanfaatan cloud computing dan olah data secara langsung di data center perusahaan. Lalu, kapan teknologi tersebut digunakan? Hybrid cloud computing cocok digunakan untuk beban kerja yang dinamis. Contohnya, e-commerce atau bisnis travel yang kerap terjadi lonjakan permintaan pada saat-saat tertentu.

 

Sebenarnya, selain e-commerce atau bisnis travel, hampir semua sektor lain bisa berkembang lebih pesat dengan teknologi model komputasi awan hibrida, terutama, antara lain, sektor keuangan, developer game, transportasi, dan sektor kesehatan.

 

Jika bisnis Anda bergerak pada bidang-bidang tersebut, beberapa fungsi hybrid cloud computing di bawah ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengaplikasikannya pada bisnis Anda:

 

  1. Dengan teknologi ini, Anda dapat memanfaatkan fitur-fitur seperti API yang sama dengan sistem cloud computing sehingga dapat mempercepat proses pengolahan data secara lokal tanpa adanya delay berlebih.

 

Contohnya, pada sektor kesehatan, fitur tersebut bisa mengolah informasi medis secara responsif dan cepat melalui cloud yang didukung oleh penyimpanan data secara lokal. Fitur yang terintegrasi tersebut meningkatkan akselerasi dalam inovasi pelayanan perusahaan terhadap konsumen.

 

  1. Pemanfaatan model hybrid cloud computing ini juga cocok bagi perusahaan yang memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar luas. Teknologi jaringan tersebut membantu perusahaan memiliki sistem penyimpanan data yang terintegrasi melalui konektivitas internet meski dioperasikan di tempat yang berbeda-beda. Hal ini juga berguna apabila perusahaan Anda beroperasi di negara dengan regulasi perlindungan data yang ketat.
  2. Selain mengenai sistem, fungsi pemanfaatan komputasi hibrida ini adalah untuk efisiensi biaya pengeluaran. Misalnya, terhindar dari risiko-risiko kesalahan operasional, waktu untuk pemeliharaan, hingga mengurangi anggaran untuk membeli perangkat keras tambahan lainnya dari pihak ketiga.

 

Baca juga: Jenis-jenis Server dan Masing-Masing Fungsinya

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

 

Pemilihan public cloud, private cloud, atau hybrid cloud tergantung pada beberapa faktor, seperti penggunaan, keterbatasan, penyesuaian, dan lain-lain. Pada kenyataannya, Tidak ada arsitektur komputasi awan yang sempurna dan cocok untuk diterapkan di semua organisasi dan perusahaan. Namun bisa disimpulkan, hybrid cloud adalah pilihan paling “aman” jika Anda baru mulai memanfaatkan teknologi komputasi awan, atau sedang dalam fase transisi.

 

Hal pertama dalam mengimplementasikan komputasi hibrida ini adalah menentukan arsitektur aplikasi apa saja yang hendak dipasang. Anda harus meninjau dan menetapkan bagian mana yang tetap dipertahankan di private cloud dan mana yang akan diperluas ke public cloud. Memang, menyatukan semua komponen dalam satu aplikasi besar lebih susah untuk dijalankan. Meski begitu, hal tersebut bisa dilakukan secara parsial dan bertahap.

 

Kemudian, karena belum adanya solusi murah dan mudah digunakan yang bisa memantau keduanya sekaligus, Anda harus mempersiapkan alat-alat pemantauan (monitoring tools) untuk jaringan private dan public. Satu hal yang tak kalah penting adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat menanganinya, baik perangkat keras, perangkat lunak, maupun infrastrukturnya.

 

Pada dasarnya, Hybrid cloud computing adalah perpaduan infrastruktur yang sudah ada, yaitu private dan public. Sebenarnya, perusahaan tidak punya kendali langsung terhadap arsitektur komputasi publik. Maka dari itu, perlu dipastikan komponen private tersebut kompatibel dengan public cloud.

 

Untuk mengelola hybrid cloud ada beberapa pendekatan untuk mengelola jaringan tersebut. Berikut poin-poinnya:

 

1. Hybrid Cloud Management Software

 

Perkembangan teknologi jaringan membuat perusahaan-perusahaan saat ini mengembangkan software untuk mengelola infrastruktur lokal dan komputasi secara terpusat dalam satu konsol. Beberapa komponen dinamis, seperti virtual machine, storage, database, dan sumber daya lainnya bisa ditambahkan atau dikurangi melalui konsol tersebut. Konsol ini bisa dijalankan baik pada public cloud, maupun data center perusahaan.

 

2. Vendor-native Hybrid Cloud

 

Pendekatan lain untuk mengelola hybrid cloud computing adalah memperluas footprint lokal ke public cloud atau sebaliknya, dan menghubungkan public cloud dengan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, semua vendor cloud menawarkan layanan Infrastructure as a Service (IaaS) yang memudahkan perusahaan dalam mengelola komputasi. Layanan IaaS mengembangkan koneksi dari layanan public cloud ke data center.

 

3. Platform as a Service (PaaS)

 

Platform as a Service (PaaS) adalah pendekatan platform pengembangan bagi developer untuk membuat aplikasi tanpa perlu menyediakan infrastruktur dasar untuk menjalankan produk yang dibuat. PaaS akan secara otomatis mengkonfigurasi sumber daya infrastruktur pada lingkungan private atau IaaS yang membuat pengelolaan hybrid cloud computing semakin mudah.

 

Keberhasilan penerapan cloud tergantung pada kebutuhan perusahaan dengan risiko minimal dan tanpa mengorbankan implementasinya. Salah satu perangkat Cloud Computing yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Anda adalah Altos T 400 Cloud Computing dari Acer.

 

Perangkat ini adalah bagian terminal dari solusi Acer AltosCloud VDI. Implementasinya, cukup menghubungkan perangkat ini pada keyboard, mouse, monitor, dan ke server host melalui koneksi LAN.

 

Solusi Acer AltosCloud ini memiliki kemampuan untuk melakukan semua perintah komputasi dan manajemen menggunakan beberapa Terminal Cloud independen. Perangkat ini bisa jadi pilihan, karena dapat memanfaatkan server dengan biaya yang efisien.

 

Selain itu, didukung pula dengan solusi dan teknologi Altos BrainSphere yang berbasis AI, Acer berharap ini jadi satu fondasi terpercaya bagi pelaku bisnis untuk melakukan pemrosesan data lebih mutakhir. Altos adalah pilihan terbaik bagi perusahaan dalam pengelolaan Big Data.

 

Baca juga: AiWorks, Solusi Platform Komputasi AI dari Acer

 

Agar penggunaan tiap jenis cloud bisa optimal sesuai kebutuhan diperlukan strategi yang matang. Dimulai dengan mempertimbangkan beban kerja dan jenis data, kemudian membuat skala prioritas berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis cloud computing.

Kontak Acer