Mengenal Metodologi Waterfall Project Management dalam Software Development Life Cycle (SDLC)x Image

Mengenal Metodologi Waterfall Project Management dalam Software Development Life Cycle (SDLC)x

Time December 26, 2022  |  By Acer Indonesia  |  4 menit membaca

Perkembangan teknologi membuat segala hal dapat diakses dengan mudah. Dengan perkembangan ini pula, banyak perusahaan mengembangkan software sebagai produk untuk dipasarkan kepada masyarakat. Dalam pengembangan produk ini membutuhkan alur pengerjaan suatu perangkat sehingga bisa terselesaikan dengan baik dan menghasilkan perangkat yang sesuai tujuan. Setiap pengembang umumnya akan mengikuti Software Development Cycle (SDLC).

SDLC merupakan alur dalam pembuatan suatu perangkat dan sistem ini sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Sebab, fungsi SDLC sangat berarti bagi setiap tim. Dalam proses pelaksanaan suatu perangkat, SDLC memiliki beberapa metode pengembangan. Salah satunya metode Waterfall Project Management.

Metode Waterfall Project Management menjadi salah satu cara pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan metode linier. Hingga saat ini Waterfall Project Management menjadi yang paling banyak dipilih di dalam sebuah project management. Nama Waterfall sendiri mencerminkan cara kerja metode ini, yakni setiap fase pengembangan software dilakukan berurutan, mulai dari atas ke bawah, seperti layaknya air terjun.

Pengembangan software yang menggunakan metode Waterfall Project Management dilakukan dengan pendekatan yang sistematis. Ini mulai dari tahap kebutuhan sistem, yang kemudian menuju ke analisis, desain, coding, testing atau verification, dan maintenance. Keseluruhan langkah ini harus dilalui satu per satu, dan berjalan secara berurutan.

Keunggulan dari Metode Waterfall Project Management

Sama halnya dengan metode yang lainnya, metode Waterfall Project Management juga memiliki kelebihannya sendiri yaitu sebagai berikut:

  1. Alur Workflow yang Jelas

Dengan menggunakan metode Waterfall Project Management maka Anda akan memiliki rangkaian alur kerja dengan sistem yang lebih jelas dan terukur. Setiap tim memiliki tanggung jawab dan tugasnya masing-masing yang sesuai dengan bidang keahliannya sendiri. Mereka pun bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Memiliki Hasil Dokumentasi yang Baik

Metode Waterfall Project Management merupakan jenis metode yang juga bisa dilakukan dengan cara metodis. Setiap informasi yang ada di dalamnya akan dicatat dengan baik dan tersalurkan di setiap anggota timnya dengan cepat dan akurat. Dengan adanya dokumen tersebut maka semua pekerjaan pada tim akan dikerjakan dengan mudah serta bisa mengikuti setiap arahan dari dokumen itu sendiri.

  1. Digunakan untuk Pengembangan Software yang Skalanya Besar

Metode Waterfall Project Management juga diklaim sangat cocok dalam menjalankan pembuatan aplikasi yang memiliki skala besar serta yang melibatkan banyak SDM dengan prosedur kerja yang lebih kompleks. 

  1. Sebagai Alat Pengontrol Biaya

Metode Waterfall Project Management juga berfungsi sebagai alat pengontrol biaya bagi perusahaan. Hal ini dapat dicapai karena klien tidak dapat mencampuri alur pengembangan software, sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi terkontrol atau sesuai dengan biaya yang ditetapkan. Jika klien bebas memberikan feedback kepada tim developer terkait perubahan atau penambahan fitur, maka biaya yang dikeluarkan bisa membengkak di luar dari budget yang ditetapkan di awal.

Fase dan Tahapan Dalam Waterfall Project Management 

Dalam pengembangan software menggunakan Waterfall Project Management, ada beberapa fase dan tahapan yang perlu dilakukan. Antara lain:

  1. Requirements

Merupakan tahap penghimpunan dari semua data yang dibutuhkan dan telah dianalisis.

  1. Desain

Dalam fase ini ada sejumlah hal penting yang harus dipersiapkan terlebih dulu, yaitu bahasa pemrograman yang akan dipakai, databasenya, hingga teknis lainnya yang lebih detail.

  1. Coding

Tahap ketiga yang ada di metode Waterfall Project Management adalah coding, yang adalah pembuatan dari coding software tersebut. Cara pembuatannya dilakukan dengan menggunakan data yang ada di dalam desain dan persyaratannya.

  1. Implementasi

Tahap melakukan uji coba software untuk memastikan seluruh masalah yang bisa terjadi dapat diselesaikan dengan baik. Yang bertugas di dalam tahap implementasi tersebut adalah beta tester, atau bisa juga pengujian yang lainnya. 

  1. Deployment

Tahap ini sama dengan perilisan ketika aplikasi atau produk sudah dinyatakan fungsional dan dapat dipakai secara langsung oleh si pengguna.

  1. Maintenance

Tahap pemeliharaan ini harus dilakukan supaya produk tetap sempurna dan para pengguna bisa menggunakannya dengan baik.

Itulah beberapa informasi seputar Waterfall Project Management. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa membantu Anda memahami metodologi Waterfall Project Management dalam Software Development Life Cycle (SDLC).
Untuk Anda yang sedang mengerjakan pengembangan perangkat lunak atau pekerjaan IT lainnya, Anda bisa menggunakan perangkat yang bisa support pekerjaan IT seperti produk dari Acer. Acer memiliki rangkaian produk yang luas yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, termasuk untuk kegiatan yang berkaitan dengan teknologi. Untuk informasi lengkap seputar produk, Anda bisa kunjungi tautan berikut.

Kontak Acer