Mengulas Mobil Terbang, Teknologi Canggih Masa Depan Transportasi Dunia Image

Mengulas Mobil Terbang, Teknologi Canggih Masa Depan Transportasi Dunia

Time 29 Nov 2021  |  By Acer Indonesia

Siapa sangka jika adegan mobil terbang dalam film fiksi ilmiah garapan sutradara Robert Zemeckis berjudul “Back to the Future” akan segera menjadi kenyataan. Film populer yang dibintangi Michael J. Fox dan tayang pada tahun 1985 itu mengisahkan, di masa depan mobil yang dikendarai manusia tidak hanya bergerak di jalan aspal, melainkan berlalu-lalang di udara. 

 

Sejumlah perusahaan besar di dunia memang tengah mengembangkan mobil terbang. Lantas seperti apa prototype alat transportasi masa depan tersebut? Mobil terbang sebenarnya adalah gabungan konsep antara drone dan pesawat mini. Dari berbagai penampakan prototype, mobil terbang memiliki sayap dan sejumlah rotor.

 

Mobil terbang dapat melayang hingga ketinggian beberapa ribu meter di atas permukaan tanah, namun lebih rendah dibandingkan pesawat komersial pada umumnya. Sejumlah perusahaan mengembangkan mobil terbang dengan konsep yang mirip seperti pesawat mini. Artinya, untuk dapat lepas landas diperlukan landasan pacu. Sedangkan sebagian lainnya mengembangkan konsep mirip seperti drone yang memungkinkan mobil terbang untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal.

 

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, sejumlah prototype mobil terbang mampu untuk menjangkau jarak puluhan hingga ratusan kilometer sekali jalan. 

 

Baca Juga: Mengenal Smart Office dan Bagaimana Konsep Ini Mentransformasi Perusahaan

 

Keuntungan dan Kekurangan Pengembangan Mobil Terbang Bagi Manusia

Jika dibandingkan dengan mobil dan moda transportasi darat lainnya, mobil terbang memberikan sejumlah keuntungan tidak hanya bagi manusia, namun juga bagi lingkungan hidup. Berikut ini merupakan sejumlah keuntungan mobil terbang:

 

  • Mengurangi Emisi

Kendaraan bermotor adalah salah satu penyumbang emisi atau zat pembuangan beracun yang merupakan polutan sisa pembakaran. Berdasarkan data United States Environmental Protection Agency, rata-rata sebuah mobil menghasilkan 4,6 metrik ton karbon dioksida per tahun. Di Jakarta, kendaraan bermotor sendiri berkontribusi terhadap 31,5% total polusi udara.

 

Mobil terbang dapat menjadi solusi pengurangan emisi. Sebab, sebagian besar prototypenya didesain sebagai kendaraan berbahan bakar listrik. Artinya, selama daya baterai pada mobil terbang diisi menggunakan metode yang lebih berkelanjutan seperti pembangkit listrik tenaga matahari dan pembangkit listrik tenaga angin, mobil terbang tidak menghasilkan emisi berbahaya.

 

  • Mempersingkat Waktu Perjalanan

Salah satu tantangan berkendara di kota besar di seluruh dunia adalah kemacetan. Dalam kondisi kemacetan yang parah, berkendara menggunakan motor atau mobil jauh lebih lambat dibandingkan berjalan kaki. Dengan adanya mobil terbang, orang dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya dalam waktu singkat. 

 

  • Jangkauan Lebih Luas

Mobil terbang juga dapat menjangkau area yang lebih luas. Daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki infrastruktur jalan maupun transportasi umum jadi lebih mudah untuk dijangkau. 

 

Di masa depan, hal ini diprediksi akan mengubah cara manusia memilih tempat tinggal. Jika saat ini tempat tinggal seperti perumahaan maupun apartemen berpusat di sekitar industri, bisnis dan sarana transportasi, di masa depan para pekerja bisa tinggal di tempat yang lebih jauh dari perkantoran maupun sarana transportasi.

 

Selain keuntungan, mobil terbang juga memiliki sejumlah kekurangan yang menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan pengembangnya. Berikut ini adalah sejumlah kekurangan mobil terbang

 

  • Polusi Suara

Sejumlah prototype mobil terbang diketahui menghasilkan suara bising yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan darat komersial. Jika kita bandingkan, suara yang dihasilkan setara dengan sebuah helikopter saat mengudara yakni sebesar 100db. Maka bayangkan jika terdapat ratusan mobil terbang yang berlalu lalang.

 

  • Harga yang Mahal

Moda transportasi ini tentu tidak murah, bahkan diprediksi menjadi kendaraan super mewah. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan pengembang untuk membuat harga mobil terbang jadi jauh lebih terjangkau, setidaknya dapat dibandingkan dengan mobil darat komersial pada umumnya.


Baca Juga: 8 Teknologi Terbaru yang Menjadi Tren di Tahun 2022, Pebisnis Wajib Tahu

 

                                                           

 

5 Perusahaan Pengembang Mobil Terbang

Dari segi bisnis, mobil terbang memiliki prospek yang sangat cerah. Tidak heran jika banyak perusahaan besar maupun startup rela menggelontorkan jutaan dollar untuk ikut mengembagkan proyek mobil terbang. 

 

Berdasarkan riset The Business Research Company, pasar mobil terbang mengalami pertumbuhan dari US$ 34,441 juta di tahun 2019 menjadi sebesar US$ 52,20 juta pada tahun 2021. Riset yang sama juga memprediksi market mobil terbang akan mencapai US$ 330,94 juta pada tahun 2025 mendatang.

 

Lantas, siapa saja perusahaan yang tengah memproduksi mobil terbang? Dari Asia hingga Amerika Serikat, berikut ini adalah sejumlah perusahaan tersebut.

 

1. Airbus

 

Produsen pesawat komersial asal Prancis ini merupakan salah satu yang serius menggarap mobil terbang. Airbus mengincar bisnis taxi terbang dengan meluncurkan merek CityAirbus Nextgen pada September 2021. Mobil terbang yang dibuat Airbus nantinya berkonsep full electric dengan kapasitas penumpang sebanyak empat kursi. Mobil terbang buatan Airbus dilengkapi dengan fixed wing dan ekor berbentuk V dan delapan baling-baling elektrik. Airbus menyebut mobil terbang buatannya sebagai kendaraan tanpa emisi.

 

2. Joby Aviation

Perusahaan ini telah mengakuisisi Uber Elevate, anak usaha Uber Tchnologies yang sejak awal fokus mengembangkan mobil terbang untuk kepentingan komersial. Setelah mengakuisisi Uber Elevate, Joby Aviation menargetkan produknya akan mengudara pada tahun 2023 mendatang. Menariknya, Job Aviation juga menjadi perusahaan produsen mobil terbang pertama yang melantai di bursa saham pada Februari tahun 2021.

 

3. Lilium

 

Perusahaan pengembang mobil terbang asal Jerman ini tengah mengembangkan dua jenis mobil terbang yang dibedakan melalui kapasitas penumpangnya, yakni tujuh dan lima penumpang. 

 

Baca Juga: Peran Teknologi Kesehatan dalam Mencegah Penularan Covid di Perkantoran

 

4. Jetson One

 

Mobil terbang berkapasitas satu penumpang ini sudah dapat dimiliki dengan harga US$ 92.000. Mobil terbang yang bentuknya menyerupai drone seukuran motor ini dapat mengudara selama 20 menit dengan kecepatan maksimal mencapai 63mph. Sejauh ini perusahaan asal Swedia ini telah menjual 12 unit mobil terbang.

 

5. Xpeng

 

China juga ikut dalam perlombaan menciptakan mobil terbang. Xpeng, perusahaan yang fokus memproduksi kendaraan elektrik ini sudah memantapkan produknya agar bisa dirilis ke pasar dalam waktu dekat. Xpeng menargetkan, mobil terbang buatannya diproduksi secara masal pada tahun 2024 dengan harga retail senilai US$ 157.000. Model mobil terbang yang dikembangkan Xpeng merupakan kendaraan hybrid yang dapat digunakan di udara maupun di darat.

 

6. EHang

 

Perusahaan pengembang mobil terbang asal Cina lainnya, EHang bahkan telah selangkah lebih maju setelah berhasil menjual 70 unit mobil terbangnya. EHang bahkan telah mendapatkan pendanaan sebesar US$ 40 juta melalui IPO di bursa Nasdaq pada tahun 2019 lalu. Model mobil terbang yang diproduksi EHang adalah kendaraan autopilot dengan kapasitas satu penumpang.

Kontak Acer