Mengenal NFT, Investasi yang Tengah jadi Tren dan Prospeknya di Tahun 2022 Image

Mengenal NFT, Investasi yang Tengah jadi Tren dan Prospeknya di Tahun 2022

Time 04 Jan 2022  |  By Acer Indonesia

NFT yang merupakan singkatan dari Non-Fungible Tokens kini tengah booming. Dimulai sejak pengumuman penjualan US$69,3 juta Beeple’s EVERYDAYS: The First 5000 Days, hingga saat ini berita tentang kepopuleran aset NFT terus bergulir.

 

Anda pasti akan takjub melihat bagaimana seseorang bisa mengeluarkan sejumlah uang yang begitu besar hanya demi membeli GIF atau tweet yang bisa mereka download atau screenshot. Di dunia, aset digital ini telah laku hingga jutaan dolar dengan karya-karya unik yang meliputi musik, seni, bahkan kertas toilet.

 

Beberapa aset NFT yang dikenal di dunia sebut saja Portrait of a Young Queen Beyoncé, Nyan Cat, Jack Dorsey, dan lainnya. Di dalam negeri ada NFT dari Syahrini, Luna Maya, dan beberapa lagi. Syahrini bahkan telah berhasil menjual 17.800 NFT seharga 20 Binance USD atau sekitar Rp287 ribu per NFT.

 

Sesungguhnya apakah itu NFT? Bagi yang baru mengenalnya, NFT merupakan aset digital yang mewakili kepemilikan item-item unik seperti karya seni, gambar, video, musik, item-item dalam game online, dan lain sebagainya. 


Baca Juga: 6 Aplikasi Trading Saham Paling Terbaik Dan Terpercaya

 

 

NFT, Sejarah, dan Perkembangannya

 

NFT mengubah karya seni berformat digital dan item-item unik lainnya menjadi karya satu-satunya. Oleh karena itu tidak bisa digandakan atau ditukarkan dengan yang lain. Nilai dari item-item unik tersebut pun subjektif. Orang-orang ikhlas mengeluarkan uang sekian banyak untuk belanja NFT karena aset digital ini memiliki autentikasi mereka sendiri.

 

NFT pada dasarnya adalah aset digital yang dapat dikoleksi. Seperti seni, NFT diterima sebagai investasi yang punya nilai dan bisa diperjualbelikan secara online menggunakan mata uang kripto. Aset digital ini sudah ada sejak 2014. Tetapi kepopulerannya sebagai sarana jual beli karya seni digital melesat baru-baru ini. Sejak 2017, lebih dari US$174 juta telah dibelanjakan untuk NFT.

 

Ke depan, investasi ini akan berbentuk mata uang kripto juga seperti Ethereum dan Bitcoin. Namun, NTF berbeda dari keduanya karena keunikan dan fakta bahwa aset ini tidak bisa ditukarkan secara suka-suka. NFT punya kode pengenal yang unik. Dengan kata lain, token digital ini menciptakan kelangkaan digital yang berkebalikan dari kreasi digital lainnya yang umumnya justru berlomba menghasilkan supply sebanyak-banyaknya.

 

Itulah mengapa harga sebuah NFT bisa tinggi, dikarenakan dengan membatasi supply, sedangkan permintaan tinggi, nilai aset digital ini menjadi naik. Contohnya EVERYDAYS: The First 5000 Days yang dijual seharga $69,3 juta. Ini cukup mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan “Mengapa orang rela mengeluarkan jutaan dolar untuk items yang bisa didapatkan lewat unduhan gratis atau bahkan screenshot?”

 

Kesepakatannya di sini adalah bahwa kolektor NFT mempunyai barang yang asli. Otentikasi digital yang dimiliki kolektor menjadi bukti kepemilikan. Bukti kepemilikan inilah yang “memberikan” hak kepada sang pemilik untuk memamerkan koleksi digitalnya kepada khalayak.

 

Baca Juga: 8 Teknologi Terbaru Yang Menjadi Tren Di Tahun 2022, Pebisnis Wajib Tahu

 

Bagaimana Cara Kerja NFT?

NFT memang eksis di blockchain Ethereum. Token individu ini punya informasi tambahan di dalamnya. Informasi tambahan inilah yang bernilai dan tersedia dalam bentuk video, musik, seni, dan lain sebagainya. Sehingga, mereka ada dalam bentuk video, Mp3, JPG, GIF, dan lainnya.

 

Di sisi lain, aset NFT memegang nilai, sehingga dia dapat dijual ataupun dibeli seperti fisik seni

 

maupun jenis seni lainnya. Seseorang bisa membuat cetakan seni, menggunakannya, menjual, ataupun membelinya, tetapi nilainya tidak sama dengan NFT. Jadi, jika Anda mengklik dan menyimpan gambar NFT, tidak perlu membual bahwa Anda sudah meretas sistem dan akan segera kaya raya karena men-download file yang tidak punya informasi apapun dan merupakan bagian dari blockchain Ethereum.

 

Perbedaan NFT dan Mata Uang Kripto

Aset NFT dan mata uang kripto dibangun dari jenis pemrograman yang sama. Akan tetapi hanya itulah satu-satunya kesamaan mereka. Selebihnya berbeda. Contoh: mata uang kripto dan uang fisik dapat dipertukarkan atau diperjualbelikan antara satu sama lain. Hal itu berbeda dengan NFT.

 

NFT juga sering dikaitkan dengan tren kenaikan harga mata uang kripto saat pandemi. Hal itu lantaran orang menggunakan uang kripto saat membeli NFT. Para penggemar menyebutkan bahwa aset kripto memiliki nilai terlepas dari kondisi pasar.

 

Kemudian, NFT juga akan tercatat di blockchain. Jadi, bila sudah dienkripsi di blockchain, pihak lain tidak dapat menduplikasi atau mereplikasi aset tersebut. NFT pun diprediksi akan menjadi bagian masa depan industri game.

 

Baca Juga: 10 Cryptocurrency Terbaik Yang Layak Dilirik Untuk Investasi Tahun 2022

 

Kegunaan NFT dan Proyeksinya di Masa Depan

Teknologi NFT dan Blockchain membantu para pembuat konten dan artis untuk memonetisasi item jualan mereka. Dengan begitu, para seniman tidak harus menjual karya seni mereka melalui lelang ataupun galeri lagi, karena mereka bisa menjualnya langsung kepada konsumen sebagai NFT.

 

Bagi para pekerja seni, NFT lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem lelang atau galeri karena mereka tidak perlu membayar komisi. Mereka tetap dapat keuntungan lebih dari royalti atas penjualan setiap karya seni, musik, atau video mereka. Selain menjadi sumber pendapatan baru, NFT bagi para seniman juga lebih menguntungkan dibandingkan jenis item lain seperti album atau tiket.

 

Bagi masyarakat secara umum, NTF memberikan opsi pilihan untuk membeli dan menjual aset digitalnya. Bagi investor atau konsumen, NFT juga peluang yang lebih besar untuk berinvestasi di jenis aset yang benar-benar baru.

  

Seperti sudah disebutkan di atas, ada beragam jenis NFT di dunia ini. Salah satu contohnya Taco Bell yang menjual karya seni dan Charmin yang menjual kertas toilet non-fungible (NFTP). Baru-baru ini juga ada lagi NFT yang dijual seperti NBA Top Shot, LeBron James highlight dan Nyan Cat. Semuanya laris terjual.

 

Naiknya permintaan NFT telah menarik banyak minat artis ke NFT. Dan semakin ke sini, semakin banyak pula yang meluncurkan NFT. Misalnya NFT album When You See Yourself yang dirilis oleh Kings of Leon.

 

Dengan kondisi tersebut, sangat masuk akal jika ke depannya akan lebih banyak NFT yang dijual di masa yang akan datang. Diperkirakan para seniman dan selebriti bakalan merilis karya seni mereka sebagai NFT yang disekuritisasi.

Kontak Acer