Mengenal Industrial Internet of Things (IIoT), Bagaimana Perannya? Image

Mengenal Industrial Internet of Things (IIoT), Bagaimana Perannya?

Time 25 Feb 2022  |  By Acer Indonesia

IIoT

 

Anda mungkin familiar dengan IoT, tapi bagaimana dengan IIoT?

IIoT atau Industrial Internet of Things adalah penggunaan smart sensors dan aktuator untuk meningkatkan proses manufaktur dan industri. IIoT juga dikenal sebagai industrial internet atau Industri 4.0. 

Saat ini, banyak industri yang membutuhkan IoT untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan. Namun, ada kelebihan dan kekurangan IIoT yang perlu Anda ketahui dan bagaimana perannya dalam industri masa kini. 

 

Baca juga: 7 Contoh Penggunaan IoT yang Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia 

 

Mengapa Industri Membutuhkan IIoT?

IIoT menggunakan kecanggihan smart machine dan real time analytics untuk membuat keputusan bisnis lebih cepat dan lebih akurat. 

Selain dua hal tersebut, IIoT juga menggabungkan sensor dengan mesin penggerak (aktuator). Dampaknya, perusahaan dapat atasi masalah lebih cepat, sembari menghemat waktu dan biaya. 

Secara tak langsung, implementasi IIoT pun bisa diselaraskan dengan strategi intelijen bisnis. 

Di bidang manufaktur, IIoT biasanya dipakai untuk mengontrol kualitas produksi, bagian dari manajemen ramah lingkungan, dan upaya efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan. 

Dalam bidang industri, IIoT menjadi kunci proses pemeliharaan predictive maintenance (PdM), manajemen energi, serta manajemen aset.

 

Risiko dan Tantangan Implementasi IIoT dalam Industri

Selain manfaat, penting juga untuk ketahui risiko dan tantangan jika ingin mengimplementasikan IIoT di perusahaan Anda:

  1. Risiko barang cacat produksi
    Layaknya sistem konvensional, memakai IIoT tak lantas menghilangkan risiko cacat produksi. Meskipun, beberapa opini percaya IIoT menekan angka persentase terjadinya risiko ini.
    Karena itu, Anda perlu tetap waspada terjadi kesalahan atau kelalaian meski telah menerapkan IIoT. Tentu Anda paham, cacat produksi dapat menyebabkan cedera dan kerugian ekonomi bagi pelanggan, sehingga berdampak pada reputasi bisnis. 
  2. Risiko kesalahan  software
    Jika salah meng-install teknologi IIoT ke dalam sistem operasi Anda, misalnya: salah menggunakan algoritma atau setting produksi, itu dapat menyebabkan kerusakan pada mesin manufaktur, terbuangnya bahan mentah, hingga cacatnya produk Anda. 
    Belum lagi risiko anomali mesin, seperti: menjadi terlalu panas, meledak, atau bahkan gagal beroperasi. 
  3. Risiko kecelakaan karyawan di tempat kerja
    Ketika semuanya serba otomatis, kebutuhan untuk melakukan pelatihan, prosedur, dan perlindungan operator atau karyawan sangat penting.
    Gagal menerapkan pelatihan dengan benar, atau operator lalai mengikuti SOP, bisa menyebabkan kecelakaan kerja. Akibatnya, sistem produksi dipaksa berhenti sehingga memengaruhi performa bisnis.

 

Baca juga: Mengenal Smart Office dan Bagaimana Konsep Ini Mentransformasi Perusahaan

 

Kategori Perusahaan yang Cocok Menerapkan IIoT 

Perusahaan yang menerapkan device sensor dalam bisnisnya, dianggap paling sesuai untuk memanfaatkan IIoT. Secara umum, berikut kategori industri yang memerlukan IIoT:

  1. Manufaktur
    Perusahaan manufaktur akan mendapatkan banyak manfaat dari IIoT. Contohnya, Pengurangan biaya memperbaiki peralatan atau mesin produksi, karena perawatan bisa dilakukan sesuai sebelum kerusakan terjadi. Itu mungkin dilakukan karena adanya sensor yang otomatis mendeteksi ketika adanya tanda-tanda awal kerusakan pada mesin. 
  2. Otomotif
    IIoT juga dapat digunakan pada industri otomotif. Teknologi sensor IIoT mampu mendeteksi gejala awal kerusakan, terutama pada kendaraan yang sudah di tangan konsumen, sehingga sensor mampu memberi peringatan kepada pengemudi secara mendetail.
    Selain pemilik mobil dapat memperoleh informasi lengkap dari sensor IIoT, , produsen juga otomatis dapat mengumpulkan data penggunaan produk, guna meningkatkan kualitasnya di produksi selanjutnya. 
  3. Transportasi dan Logistik
    IIoT juga cocok diimplementasi pada sektor transportasi dan logistik. Contohnya armada logistik, seperti mobil, kapal atau truk dapat ditentukan rute perjalanannya sedari awal demi menghindari cuaca buruk atau laporan kemacetan di jalan.
    Khusus armada pengangkut bahan makanan, teknologi IIoT berupa sensor suhu, bisa dipasang pada kendaraan, sehingga kualitas bahan makanan bisa dijaga konsisten sepanjang jalan.
  4. Perusahaan Retail
    Ada banyak manfaat IIoT yang bisa didapatkan perusahaan ritel. Contohnya dalam mengelola inventaris, memaksimalkan pengalaman belanja konsumen, memaksimalkan supply chain, hingga menghemat biaya operasional perusahaan. 
  5. Sektor lingkungan dan publik
    Terakhir, ialah sektor lingkungan dan publik, khususnya pemerintah. IIoT dapat dimanfaatkan untuk menyebar informasi ke masyarakat secara instan dan otomatis. Khususnya, ketika terjadi pemadaman listrik atau gangguan suplai air.
Kontak Acer