Menerapkan Teknologi (AI) Artificial Intelligence dalam Bisnis Perusahaan Sehari-hari Image

Menerapkan Teknologi (AI) Artificial Intelligence dalam Bisnis Perusahaan Sehari-hari

Time 04 Jan 2022  |  By Acer Indonesia

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini memainkan peranan yang sangat penting dalam dunia bisnis. AI memberikan solusi hampir di seluruh elemen penting bisnis mulai dari data mining dan data analisis, marketing, sales, hingga keuangan. Artificial intelligence memang memberikan banyak keuntungan bagi bisnis. Namun, pelaku usaha yang ingin menerapkannya perlu tahu juga sejumlah kekurangannya. Sehingga, Anda bisa lebih memaksimalkan AI untuk mengembangkan perusahaan. 

 

Lantas bagaimana cara menerapkan Artificial intelligence dan aspek apa saja dalam bisnis yang bisa melibatkan AI? Sebelum mengulas penjelasannya, mari kita menyamakan pemahaman terlebih dahulu mengenai apa itu AI.

 

Apa itu artificial intelligence?

Artificial intelligence adalah teknologi yang digunakan untuk menciptakan mesin pintar dan program komputer yang mampu memahami kecerdasan manusia, mengkoneksikan dunia manusia dengan dunia virtual dan mengerjakan pekerjaan yang dapat dilakukan manusia dengan cara yang lebih efektif. 

 

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan teknologi dunia telah bereksperimen dengan AI dan menghasilkan sejumlah subset alias varian dari AI. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

 

Machine Learning

Sebelum era AI, mesin masih sangat bergantung pada manusia. Namun, pada machine learning, manusia menciptakan sebuah program dimana komputer dapat mempelajari lingkungan dengan sendirinya sehingga dapat melakukan analisa data, identifikasi suatu pola tersembunyi (misalnya kebiasaan pengguna), membuat klasifikasi hingga memprediksi sesuatu.

 

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Acer yang Telah Menggunakan Windows 11

 

Deep Learning

Pada dasarnya, deep learning merupakan bagian dari machine learning di mana sebuah sistem komputer dibuat agar dapat bekerja seperti layaknya otak manusia. Deep learning memungkinkan sebuah mesin mempelajari pola tertentu. Salah satu contoh deep learning paling populer adalah teknologi image recognition.  

 

Natural Language Processing

Teknologi ini memungkinkan mesin untuk memahami pesan atau mengenali intent atau tujuan dari sebuah teks.

 

 

Penggunaan AI dalam Bisnis

Penerapan artificial intelligence dalam kegiatan bisnis bisa sangat menguntungkan. Alasannya karena AI dapat menyederhanakan pekerjaan para karyawan dan pelaku usaha. Banyak perusahaan besar di dunia telah menerapkan AI dalam operasi bisnisnya. 

 

Contohnya seperti Uber yang mengembangkan mobil tanpa sopir (autonomous vehicles), Google dan Amazon melalui produk contextual web searches, hingga asisten digital pada produk Siri dan Cortana. 

 

Lalu, pekerjaan apa saja yang diotomatisasi menggunakan artificial intelligence? Berikut ini merupakan beberapa contohnya:

 

  • Mengotomatisasi wawasan/ insight, misalnya marketing insight.
  • Spam filter.
  • Mengklasifikasi email masuk.
  • Menerjemahkan suara ke dalam teks melalui fitur voice to text.
  • Melakukan otomatisasi respon atau online customer support.
  • Memprediksi penjualan.
  • Pengawasan keamanan siber.
  • Mendeteksi kecurangan, penggelapan dan penipuan dalam transaksi online.
  • Membuat dynamic pricing.
  • Mengelola kalender bisnis dan personal.

 

Keuntungan Menggunakan Artificial Intelligence dalam Bisnis

 

  • Membantu dalam Pekerjaan Repetitif 

Dalam bisnis kita sering menemukan pekerjaan administrasi yang bersifat repetitif. Contohnya seperti pekerjaan verifikasi dokumen. Dengan menggunakan AI, Anda dapat melakukan otomatisasi sehingga proses verifikasi dilakukan lebih cepat dan minim kesalahan manusia (human error).

 

Baca Juga: Kecerdasan Buatan & Data Analitik untuk Profesi Hukum di Era Digital

 

  • Bisnis Tersedia 24/7

Konsumen seringkali menuntut bisnis untuk memberikan layanan non-stop. Permintaan penawaran hingga keluhan konsumen bisa datang kapan saja. Melalui AI, sebuah perusahaan tetap dapat melayani konsumennya setiap saat meskipun pekerjaan dilakukan sepenuhnya oleh mesin. 

 

  • Lebih Produktif

Tidak seperti manusia, mesin tidak mengenal emosi dan rasa sakit. Oleh karena itu, pekerjaan yang diotomatisasi menggunakan AI akan jauh lebih produktif karena tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor manusiawi.

 

  • Mengambil Keputusan dengan Lebih Baik

AI memiliki kemampuan untuk menganalisa baris data dalam waktu singkat, sehingga dapat membuat keputusan secara cepat. Selain itu, keputusan yang diambil juga cenderung lebih baik dan objektif karena didasarkan pada analisis pola dan kebiasaan serta faktor-faktor penting lainnya.

 

Kekurangan Artificial Intelligence

  • Berbiaya Mahal

Dalam jangka panjang, penggunaan AI dalam operasional bisnis memang dapat menghemat biaya. Namun, untuk menerapkannya dibutuhkan investasi yang tidak sedikit. Untuk sebuah software pre-built chatbot saja misalnya, sebuah perusahaan ditaksir akan mengeluarkan biaya hingga US$ 40.000 per tahun.

 

  • Belum Cukup Artistik

Meskipun sangat canggih, teknologi AI saat ini belum dapat mereplikasi manusia sepenuhnya. Meskipun mesin sangat rasional, namun tidak memiliki emosi khas manusia. Hal ini juga berkonsekuensi terhadap kemampuan kreativitas dan artistiknya yang belum dapat menyamai manusia.

 

  • Tidak memiliki Etika dan Moralitas

Etika dan moralitas merupakan nilai nilai yang hanya dimiliki manusia. Kedua nilai tersebut sangat sulit untuk diadopsi pada AI. Padahal, selain layanan yang efektif dan efisien, konsumen bisnis tertentu juga sangat memperhitungkan nilai-nilai tersebut. 

 

Baca Juga: Cara Perusahaan Mengatasi Serangan Ransomware & Respon jika Terinfeksi

 

Altos aiWorks, Solusi Komputasi Artificial Intelligence dari Acer

Seperti kita ketahui, aplikasi AI dibuat melalui tiga tahap pengembangan yakni pengumpulan dan persiapan data, model training, dan deployment. Dalam tahap pengembangan, seorang pengembang AI biasanya akan dihadapkan pada beberapa kendala utama. Pertama adalah pengalokasian GPU. Bagi Anda yang belum tahu, GPU accelerators memiliki harga yang sangat mahal. Oleh karena itu, alokasi dan pembagian GPU dan resource komputasi lainnya menjadi tantangan tersendiri.

 

Kedua, library dan software AI yang beragam. Setiap aplikasi yang berbeda membutuhkan environment yang berbeda pula sehingga membuat pengembangan AI dan deployment-nya sangat menyita waktu dan rentan pada kesalahan. Untuk mengatasi sekian permasalahan tersebut, Acer melalui Altos aiWorks menyediakan sebuah solusi terintegrasi yang terdiri dari dua bagian yakni 

 

  1. Software Altos Accelerator Resource Program (AARM) yang berfungsi menyederhanakan pengembangan AI melalui fitur aksesibilitas seperti alokasi sumber daya secara otomatis, remote access, dan pengembangan AI software yang fleksibel. Berikut ini adalah sejumlah keuntungan AARM:
  • pengguna dapat lebih fokus pada pengembangan tanpa perlu pusing memikirkan resource manajemen dan deployment
  • Learning environment dan developmentnya yang lebih cepat
  • Terdapat GPU sharing auto setting
  • Policy based computing resource
  • Dapat diakses secara remote melalui browser sehingga cocok untuk kondisi work from home saat ini

        2. Altos aiWorks juga menawarkan Altos BrainSphere series yang mencakup workstation dan server yang dapat memenuhi berbagai macam skala komputasi, dari kecil                hingga besar


Nah, demikian penjelasan singkat mengenai Altos aiWorks yang berfungsi untuk membantu pelaku bisnis melakukan transisi ke era AI dengan lebih mudah. Bagi Anda yang tertarik untuk memudahkan pengembangan AI melalui Altos aiWorks, segera hubungi Acer sekarang juga untuk mendapatkan penawaran dan informasi selengkapnya.

Kontak Acer