Memaksimalkan Potensi dengan PMP (Project Management Professional) Certification Image

Memaksimalkan Potensi dengan PMP (Project Management Professional) Certification

Time 27 Aug 2021  |  By Acer Indonesia

Project Management Professional (PMP) Certification adalah salah satu sertifikat spesialis yang ditujukan bagi seorang Project Manager (PM). Sertifikat ini dikeluarkan dan dikelola oleh PMI (Project Management Institute), sebuah badan nirlaba di Amerika Serikat. Salah satu kegunaan sertifikasi ini adalah untuk membuktikan kapabilitas dan kompetensi.

 

Selain PMP Certification, di dunia manajemen proyek ada tujuh sertifikasi lain yang ditawarkan langsung oleh PMI. Berikut di antaranya:

 

  1. Certified Associate in Project Management (CAPM)
  2. PMI Professional in Business Analysis (PMI-PBA)
  3. Program Management Professional (PgMP)
  4. PMI Agile Certified Practitioner (PMI-ACP)
  5. Portfolio Management Professional (PfMP)
  6. PMI Risk Management Professional (PMI-RMP)
  7. PMI Scheduling Professional (PMI-SP)

 

PMP Certification didapuk sebagai salah satu sertifikasi project manager paling bergengsi. Faktanya, seseorang yang mengambil sertifikasi ini diharuskan memiliki pengalaman praktis minimal tiga tahun di bidang Project Management. Sertifikat PMP ini seakan jadi standar proyek manajemen. Karena jika tak memilikinya, sama saja membuang peluang besar untuk melebarkan karier di berbagai ranah industri.

 

Bagi Anda yang ingin terjun ke dunia proyek manajemen atau ingin memaksimalkan potensi, PMP (Project Management Professional) Certification menjadi salah satu pilihan untuk menunjukan kompetensi dan kapabilitas di bidang ini. Bagaimana keuntungan, cara mendapatkan dan skill penting Project Manager untuk mendapatkan sertifikasi ini? Simak di bawah ini.

 

Keuntungan Memiliki PMP Certification

 

PMP Certification

 

Seseorang yang memiliki sertifikat Project Management telah membuktikan bahwa dirinya menguasai, memahami, dan menerapkan ilmu tersebut. Sertifikasi PMP ini berlaku secara global di hampir semua industri. Anda tidak memerlukan sertifikasi baru jika berpindah industri. Memiliki PMP Certification banyak manfaatnya, sebagai berikut:

 

Kesempatan melebarkan karier di seluruh dunia

 

PMP Certification merupakan standar global manajemen proyek. Artinya, Anda memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan dari berbagai perusahaan atau organisasi seluruh dunia. Ini karena mereka sudah menimbang kualifikasi dan keandalan Anda melalui sertifikasi yang memiliki pengakuan global tersebut. 

 

PMP Certification valid di seluruh industri

 

Ilmu manajemen proyek terbukti dapat diaplikasikan hampir di semua industri, begitu juga memiliki sertifikasi PMP ini. Ditambah dengan meningkatnya permintaan untuk manajer proyek yang terampil, tentu Anda menjadi prioritas yang dicari.

 

Kembali Belajar tentang manajemen proyek

 

Saat masa persiapan mendapatkan PMP Certification, tentu Anda mendalami kembali tentang project management, seperti teori-teori dasar risk management atau time management. Meski dalam pekerjaan Anda jarang memakai teori tersebut, minimal teori tersebut dipikirkan saat merencanakan proyek.

 

Kesempatan Kenaikan Salary

 

Jika tidak sedang melamar pekerjaan, dengan memiliki sertifikasi ini Anda bisa mendapatkan promosi, kepercayaan, atau kenaikan gaji, karena dianggap sudah level up dibandingkan project manager lain yang tidak memiliki PMP Certification.

 

Memberikan nilai plus di CV

 

Keuntungan lainnya tentu membuat CV dan profil LinkedIn Anda terlihat kredibel dengan PMP Certification. Meski beberapa lowongan pekerjaan tidak mencantumkan sertifikasi ini, tentu menambah nilai di mata interviewer, karena lebih yakin akan skill project management Anda.

 

Baca juga: Critical Path Method, Solusi Project Manager dalam Mengatur Proyek

 

Cara Mendapatkan PMP Certification

 

pmp certification adalah

 

Project Manager yang mengambil sertifikasi ini diharuskan memiliki pengalaman praktis selama minimal tiga tahun. Perhitungan ini termasuk jam terbang minimal 4.500 kali memimpin sebuah proyek. Selain itu, calon peserta sertifikasi ini juga diharuskan sudah mengikuti minimal 35 jam kelas pendidikan proyek manajemen sebelum dapat mengikuti ujian ini. Jika belum memiliki pengalaman tersebut, akan ada persyaratan yang lebih ketang untuk dipenuhi.

 

Bagaimana cara mendapatkan PMP Certification? Simak di bawah ini.

 

Mengikuti pelatihan Online PMP Certification

 

Anda bisa langsung mendaftar melalui website Project Management Institute (PMI). Sebelum mendaftar, pastikan sudah memenuhi syarat, antara lain Ijazah kuliah 4 tahun (S1), 36 bulan pengalaman memimpin proyek, 35 jam pelatihan proyek manajemen atau sertifikasi CAPM®. Bagi Anda yang memiliki ijazah SMA atau diploma, syaratnya adalah  60 bulan pengalaman memimpin proyek dan 35 jam pelatihan proyek manajemen atau sertifikasi CAPM®

 

Mempersiapkan materi ujian PMP

 

Untuk persiapan materi ujian, Anda bisa berdiskusi dengan beberapa ahli atau rekan yang sudah lulus sertifikasi ini. Meski begitu, Anda juga bisa mempersiapkannya secara mandiri dengan membaca beberapa buku persiapan ujian dan latihan soal-soal. 

 

Buku-buku pendukung yang bisa digunakan, seperti PMBOK, Agile Practice Guide, PMP Exam Study Guide Kim Heldman, dan PMP Exam Prep Rita Mulcahy. Setelah mempelajari semua materi, untuk mengukur tingkat pemahaman dan probabilitas lulus ujian, Anda bisa melakukan simulasi ujian beberapa kali.

 

Menjadi anggota PMI global dan PMI Chapter Indonesia

 

Cara ini bisa menjadi pilihan jika Anda ingin mendapatkan PMP Certification. Mendaftar menjadi anggota PMI (Project Management Institute) bukan berarti tak perlu ujian atau dijamin lulus, melainkan menjadi usaha untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan banyak ahli. Biaya yang diperlukan untuk menjadi anggota PMI global adalah 129 dolar ditambah 10 dolar untuk menjadi anggota PMI Chapter Indonesia.

 

Keuntungan mendaftar anggota sebelum sertifikasi adalah pertimbangan biaya pendaftaran PMP Certification yang lebih murah (anggota 405 dolar, non anggota 555 dolar) dan mendapatkan softcopy buku-buku project management seperti PMBOK, Agile Practice Guide, dan sebagainya.

 

Baca juga: Penerapan Gaya Kepemimpinan Partisipatif untuk Keputusan Bersama

 

 

Skill Penting Project Manager untuk Mendapatkan PMP Certification

 

pmp certification indonesia

 

Seorang project manager diharuskan memiliki keahlian tertentu tergantung pada pekerjaan, proyek, industri, dan tingkat pengalaman mereka. Keterampilan tersebut dibedakan menjadi dua, yakni soft skill dan hard skill. Untuk mengetahuinya, mari simak skill penting seorang project manager untuk mendapatkan PMP Certification.

 

Skill kepemimpinan

 

Project manager tentu membutuhkan sumber daya untuk menyelesaikan tugas, yang mencakup anggota tim terampil dan berpengalaman. Seorang project manager mengambil peran kepemimpinan dengan tim yang ada. Beberapa job desk-nya, antara lain membuat jadwal proyek untuk menetapkan tugas dan tenggat waktu dan menyediakan alat untuk berkolaborasi.

 

Pada masa kerja jarak jauh saat ini, dibutuhkan perangkat kolaborasi, seperti Acer Chromebook 514 yang mendukung pengerjaan tugas secara multitasking dan produktif. Ini berkat prosesor AMD Ryzen™ Mobile berkinerja tinggi yang memudahkan penggunaan aplikasi produktivitas secara bersamaan, seperti Google Slides, Google Docs, dan Google Sheets.

 

Selain kemampuan memimpin, seorang project manager juga dituntut memiliki kemampuan negosiasi, kemampuan organisasi, pemecahan masalah komunikasi, dan interpersonal yang baik.

 

Menguasai Technical Project Management 

 

Skill ini didefinisikan sebagai kemampuan mengaplikasikan ilmu-ilmu manajemen proyek. Ada beberapa strategi tentang project management yang bersifat teknis, dan harus dikuasai. Pertama, fokus terhadap elemen-elemen proyek manajemen yang bersifat penting dan teknis, seperti faktor-faktor kritis proyek, jadwal, laporan keuangan, dan sebagainya.

 

Kedua, menyesuaikan penyelesaian proyek dengan framework atau metode Agile. Hal ini menunjukkan bahwa seorang manajer proyek  harus bisa mengaplikasikan teknik dan metode yang ada dalam framework yang dipilih ke dalam setiap tugas. Ketiga, mengestimasi waktu (timing) dalam rencana proyek yang dibuat.

 

Skill Manajemen Strategis dan Bisnis

 

Kemampuan ini mirip dengan leadership. Bedanya, fokus utama skill ini adalah keahlian mengimplementasikan strategi dan ilmu industri. Dari keterampilan ini, project manager dapat mengeksekusi tugas berdasarkan strategi perusahaan, jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) yang dimiliki, dan ilmu industri pada proyek yang dijalani.

 

Pengambilan keputusan

 

Salah satu peran manajer proyek sebagai pengambil keputusan atau decision maker. Pengambilan keputusan akan semakin mudah jika memiliki argumen berupa data yang melandasi keputusan tersebut. Meski ini termasuk soft skill, tapi memengaruhi keseluruhan dan hasil proyek. Tentu, skill ini juga ada dalam ujian PMP Certification

 

Pengetahuan tentang perangkat lunak manajemen proyek

  

Selain kemampuan teknis di lapangan, seorang project manager juga perlu memiliki keahlian dalam penggunaan perangkat lunak proyek manajemen. Software project management digunakan untuk mencatat segala pelaporan untuk dokumentasi kerja. Pelaporan ini merupakan salah satu cara manajer proyek berkomunikasi dengan tim dan pemangku kepentingan.

 

Ada juga perangkat lunak yang khusus digunakan untuk menciptakan workflow atau alur kerja. Penggunaan berbagai aplikasi manajemen proyek dibutuhkan perangkat keras untuk membantu menangani komputasi yang lebih menantang seperti Acer Chromebook 514.

 

Laptop ini menjadi pilihan terbaik bagi project manager yang dituntut menyelesaikan banyak tugas. Daya tahan baterai yang lama membuat laptop ini lebih dari cukup untuk menangani semua aplikasi yang dibutuhkan oleh saat bekerja seharian berkat kapasitas RAM hingga 16GB DDR4 dan storage untuk SSD hingga 256GB, mendokumentasikan proyek, bersama data lainnya yang dikumpulkan, ditandatangani, dan diarsipkan tidak ada hambatan.

 

Baca juga: Membangun Teamwork, Pahami Definisi dan Manfaatnya dalam Bisnis

 

Project manager memegang peranan penting dalam sebuah proyek untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan kontrol. Pengetahuan tentang mengatur project management tidaklah cukup untuk menjadi manajer proyek yang berhasil, namun diperlukan juga pengalaman dan skill yang didukung dengan sertifikasi PMP Certification.

 

Kontak Acer