Financial Forecasting, Mengapa Penting untuk Perusahaan? Image

Financial Forecasting, Mengapa Penting untuk Perusahaan?

Time 07 Jul 2021  |  By Acer Indonesia

Financial forecasting dalam dunia bisnis menjadi pedoman pendukung untuk menentukan arah kebijakan keuangan dan keputusan perusahaan untuk masa depan, mengingat kondisi bisnis yang bisa mengalami perubahan serta menghadapi tantangan dan perubahan pasar.

 

Perusahaan memerlukan cara ini untuk menentukan arah bisnis agar tetap bertahan, terlebih di tengah masa pandemi atau pasca-pandemi di masa depan. Metode ini berbeda dengan budgeting. Jika financial forecasting lebih fokus kepada memprediksi segala yang terjadi dengan bisnis ke depannya, budgeting lebih mengarah untuk mengatur dari segi keuangannya.

 

Lalu, bagaimana cara kerja financial forecasting dan mengapa perusahaan perlu melakukannya? Untuk memahaminya, simak lebih jauh melalui artikel ini.

 

Cara Kerja Financial Forecasting  

 

Financial Forecasting adalah metode perkiraan dari hasil finansial yang akan terjadi untuk periode mendatang, atau selama setahun ke depan. Perkiraan ini merupakan hasil dari informasi kondisi finansial masa lalu, sekarang, dan yang dikalkulasikan.  Hasil prediksi finansial ini nantinya akan memperkirakan jumlah income dan pengeluaran perusahaan di masa depan. Umumnya, hasil metode ini akan digunakan untuk mengembangkan proyeksi laporan laba rugi, dan perkiraan arus kas lainnya.

 

Metode ini memberitahu apakah perusahaan menuju ke arah yang benar hingga membantu mengidentifikasi pendapatan dan tren pengeluaran, yang diperkirakan akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Sebuah forecast harus efektif sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan terkait dengan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh sebuah perusahaan.

 

Ada beberapa metode yang dipakai dalam financial forecasting, yaitu:

  1. Extrapolation: metode yang paling sering dipakai ini menggunakan pendapatan dari masa lalu dan memprediksi dengan cara melakukan proyeksi ke depan.

  2. Econometrics: metode ini menggunakan dua variabel, yakni variabel independen (faktor yang dapat diprediksi dari pendapatan dan pengeluaran) dan variabel dependen (pengeluaran yang telah diprediksi).

  3. Hybrid Forecasting: gabungan dari keduanya. 

Prediksi finansial dapat membantu tim analis keuangan dalam melakukan penyesuaian pada tingkat produksi dan inventaris. Selain itu, perkiraan jangka panjang yang dibuat juga dapat membantu tim manajemen perusahaan mengembangkan rencana bisnisnya berdasarkan data yang diperkirakan.

 

Baca juga: Pengertian Marketing Automation, Manfaat & Contohnya

 

Jenis-Jenis Financial Forecasting

 

financial forecasting

 

Perusahaan dapat melakukan prediksi finansial tergantung bagaimana kondisi pasar dan bisnis yang sedang dijalani. Ada beberapa jenis forecasting yang dilakukan perusahaan berdasarkan apa yang akan diperkirakan. Jenis-jenis tersebut antara lain: 

 

1. Historical Financial Forecast

 

Historical financial forecast melibatkan para analis keuangan untuk mengupas laporan finansial dari periode sebelumnya dan menggunakan data untuk memproyeksikan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Di sini, tim analis dapat melihat laporan laba rugi perusahaan, neraca, dan laporan arus kas.

 

Melalui dokumen-dokumen tersebut, Anda dapat menentukan bagaimana bisnis telah berkembang selama beberapa tahun terakhir dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan untuk ke depannya.

 

Keuntungan dari pendekatan ini adalah mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak keahlian. Sementara kelemahannya adalah sebagai metode yang dianggap kilat, historical financial forecast tidak memperhitungkan aspek pasar dan persaingan yang lebih luas. Oleh karena itu, metode ini tidak cocok digunakan dalam presentasi kepada calon investor.

 

2. Research Based Financial Forecasting

 

Dalam metode research based financial forecasting, para analis akan memperhitungkan laporan keuangan perusahaan. Selain itu, mereka juga meneliti performa dari seluruh departemen perusahaan secara luas. Ditambah lagi, mereka akan meneliti bisnis dan produktivitas kompetitor, lalu melihat perbandingannya dengan perusahaan Anda.

 

Terkadang, para analis keuangan akan meneliti tren konsumen dan perkembangan teknologi. Tujuannya, untuk melihat bagaimana hal itu memengaruhi pertumbuhan pada tahun-tahun ke depan yang sekiranya akan berdampak terhadap pendapatan perusahaan. Misalnya, jika bisnis Anda berada di industri hardware komputer, metode ini akan memperhitungkan market size, pangsa pasar, tren baru, dan kompetitor untuk memperkirakan revenue.

 

Kelebihan metode ini adalah pendekatan yang jauh lebih rinci untuk memproyeksikan pertumbuhan. Mengimplementasikan metode ini juga menarik bagi investor dan pemberi pinjaman.

 

Baca juga: Mengenal Virtual Account dan Manfaatnya untuk Bisnis

 

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Metode Ini?

 

Financial Forecasting adalah


Financial forecasting bertujuan untuk memprediksi hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi hingga distribusi. Prediksi ini dibuat agar perusahaan dapat memantau setiap kegiatannya dengan sistematis demi tercapainya tujuan. Dengan perkiraan yang tepat,  perusahaan mampu bertahan menghadapi kondisi yang akan datang.

 

Salah satu yang rawan menimbulkan masalah dalam perusahaan adalah keuangan. Maka dari itu, perlu perancangan dan sistem manajemen keuangan yang jelas. Tujuannya, dari data finansial yang valid akan menghasilkan strategi baru dalam mencapai tujuan profit atau revenue perusahaan.

 

Metode ini juga memunculkan strategi proyeksi finansial atau financial projection sebagai pedoman angka maksimum anggaran yang boleh dikeluarkan demi keberlangsungan perusahaan. Dari strategi yang efektif memungkinkan adanya pengambilan keputusan demi menjaga disiplin fiskal.

 

Ada beberapa kelebihan dari penerapan financial forecasting yang efektif, yaitu:

  1. Menampilkan kemampuan perusahaan untuk bertahan secara finansial.

  2. Membandingkan data historis antar financial forecasting dengan kondisi yang terjadi untuk merancang penyesuaian terhadap rencana usaha jika dibutuhkan.

  3. Menuntun bisnis ke arah yang semestinya dalam mengatur aliran finansial.

  4. Mempersiapkan benchmark untuk tahun-tahun mendatang.

  5. Mengidentifikasi potensi risiko kekurangan dana agar perusahaan tidak terjerumus hanya karena masalah finansial.

  6. Memprediksi kebutuhan keuangan yang akan datang, sehingga dapat mengambil kesimpulan antara melakukan pinjaman atau mencari investor.

  7. Membantu mendapatkan pinjaman atau sumber uang lainnya. Pemberi pinjaman dan investor biasanya membutuhkan data financial forecast untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar pinjaman.

 

Namun, perlu Anda ingat, jika metode ini dijadikan pedoman utama, khawatir pencapaian tujuan perusahaan akan terbatas. Belum lagi, yang namanya prediksi dapat dengan mudah dipatahkan hanya karena faktor yang sebenarnya tak ada dalam perhitungan.

 

Baca juga: Apa itu Business Plan dan Cara Membuatnya untuk Memulai Usaha Anda

 

Untuk mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan ketidakpastian bisnis dan pasar, praktik financial forecasting harus mencakup tidak hanya penganggaran tahunan atau laporan bulanan, tetapi juga momen krusial, seperti pandemi.

 

Banyak bisnis yang pada awalnya bereaksi terhadap pandemi seolah-olah adalah krisis jangka pendek. Nyatanya, sebagian besar kembali ke penganggaran berbasis nol untuk mendukung upaya pemotongan anggaran dan manajemen pengeluaran.

 

Hal ini memperlihatkan bahwa hal tim finansial perlu mengadopsi proses dan strategi yang memberikan kekuatan bisnis pada perusahaan untuk bersiap menghadapi tantangan tak terduga dalam tiga bulan, 12 bulan, dan bahkan dua tahun dari sekarang.

 

Pada praktiknya, forecasting memungkinkan Anda percaya diri membuat proyeksi finansial lebih jauh dari sebelumnya. Penyesuaian tersebut berdasarkan perubahan pada operasi bisnis, strategi penjualan, atau pengurangan biaya. Dari financial forecasting, akan muncul keputusan strategis yang dapat membantu menavigasi perusahaan dalam situasi krisis apa pun.

Kontak Acer