Belajar dari Cerita Sukses Strategi Marketing 6 Perusahaan Besar Dunia Image

Belajar dari Cerita Sukses Strategi Marketing 6 Perusahaan Besar Dunia

Time 30 Sep 2021  |  By Acer Indonesia

Strategi marketing merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan sebuah bisnis. Meski sebuah bisnis memiliki produk berkualitas baik, konsumen tidak akan mengetahuinya jika perusahaan tidak berhasil mengenalkannya pada pasar. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat agar calon konsumen mengetahui secara detail produk yang ditawarkan perusahaan.

 

Tanpa adanya strategi marketing yang baik, maka cukup sulit untuk mengembangkan bisnis. Ini bisa berujung pada daya saing bisnis/perusahaan yang akan terus turun, hingga akhirnya kalah sama sekali dengan pesaing, yang mungkin memiliki produk dengan kualitas di bawah. 

 

Dalam sebuah survey yang dilakukan perusahaan penyedia aplikasi marketing calendar, CoSchedule, pada 3,217 marketer terungkap bahwa perusahaan yang mendokumentasikan strategi marketing mereka memiliki persentase kesuksesan 500% lebih tinggi dibandingkan bisnis yang tidak memiliki strategi marketing sama sekali.

   

Fungsi & Tujuan Strategi Marketing

Secara umum, strategi marketing dapat diartikan sebagai panduan yang berisi hal-hal berikut ini:

  1. Siapa target bisnis Anda.
  2. Bagaimana Anda menjelaskan bisnis Anda dan segala keuntungannya pada pengguna.
  3. Bagaimana Anda membedakan produk Anda dengan produk lain yang ada di pasar.
  4. Budget marketing dan sumber pembiayaan.
  5. Definisi sukses dan keberhasilan sebuah campaign marketing.

 

Secara spesifik, strategi marketing memiliki empat fungsi. Keempat fungsi ini juga mencakup strategi konten marketing, antara lain:

 

1. Petunjuk arah bisnis

Lewat strategi marketing yang baik, perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya dengan efektif untuk membidik pangsa pasar produknya. Sehingga, pada akhirnya bisa membantu perusahaan mencapai target. Penerapannya jika diiringi dengan strategi konten marketing yang baik, akan mampu lebih tepat sasaran membidik calon konsumen. Terutama apabila produk perusahaan membidik demografi yang spesifik, seperti millennial yang banyak berinteraksi dengan dunia digital.

 

2. Alat meraih tujuan jangka pendek-menengah-panjang

Strategi marketing diterapkan dengan mempertimbangkan tujuan atau goal perusahaan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi yang diterapkan untuk tiap target timeline ini jelas berbeda, karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda pula. 

 

Contohnya, jika perusahaan memiliki tujuan mengenalkan produknya maka ini masuk dalam tujuan jangka pendek. Pemasaran dan strategi konten marketing yang digunakan pun akan berbeda apabila perusahaan ingin memperluas jangkauan pangsa pasar produknya.

 

Baca Juga: Memaksimalkan Potensi dengan PMP (Project Management Professional) Certification

 

 3. Panduan Kerja

Strategi marketing dapat diterapkan dalam internal perusahaan untuk mengatur jalannya bisnis. Sehingga tim pemasaran dapat bersinergi serta dapat menjalankan perannya dengan efektif.

 

4. Menciptakan demand

Melihat peluang dengan cara berbeda adalah salah satu fungsi strategi marketing yang mempengaruhi kelangsungan bisnis. Peluang tidak selalu ada pada permintaan pasar, tapi juga diciptakan sendiri oleh pelaku usaha. Caranya adalah dengan tepat guna menginformasikan kepada konsumen mengenai pentingnya suatu produk, sehingga konsumen yang awalnya merasa tidak butuh membeli sesuatu menjadi tergerak untuk membeli. Misalnya, konsumen sebenarnya tidak perlu mengganti handphone setiap tahun. Namun dengan strategi marketing yang tepat, konsumen bisa diyakinkan untuk mengubah behavior-nya.

 

Melalui penerapan strategi marketing dan strategi konten marketing yang tepat sasaran, maka perusahaan bisa meningkatkan brand awareness produknya. Lebih dari sekadar itu saja, konsumen juga dapat memahami value dan kualitas brand yang diusung

 

                              Innter strategi marketing

 

Contoh Strategi Marketing Terbaik

Ada banyak kisah sukses strategi marketing di dunia, termasuk di dalamnya perusahaan yang sukses menerapkan strategi konten marketing. Namun, di sini kita akan membahas enam perusahaan yang mampu menerapkannya secara maksimal.

 

1. Canva

Canva adalah startup unicorn yang didirikan pada tahun 2012 yang saat ini memiliki valuasi sebesar US$ 2,5 miliar, dengan lebih dari 15 juta pengguna. Produk Canva memungkinkan pelaku usaha untuk membuat desain profesional dengan menggunakan infografis, bagan, dan gambar blog secara gratis. 

 

Canva menghasilkan uang dengan menawarkan ikon premium untuk digunakan dalam iklan. Tetapi masih ada banyak ikon gratis untuk membuat desain yang bisa dimanfaatkan pengguna. 

 

Strategi marketing yang dijalankan Canva ini cukup unik, karena mengandalkan konten yang dibuat pengguna. Produk yang dibuat Canva ini sangat berharga, sehingga perusahaan tidak kesulitan memasarkannya. 

 

Untuk mendorong pertumbuhan, Canva memanfaatkan peran influencer dan membawa Guy Kawasaki (spesialis pemasaran dan pemodal ventura yang merupakan salah satu karyawan yang bertanggung jawab untuk memasarkan lini komputer Macintosh Apple pada 1984). Ia adalah penggemar berat alat tersebut dan ketika tim Canva mengetahuinya, mereka terhubung dengannya hingga akhirnya menjadi Chief Evangelist mereka. 

 

Bisa dikatakan strategi marketing yang diterapkan Canva adalah menciptakan produk yang sedemikian bagus dan berguna bagi konsumen. Melalui produk ini, pengguna akan membagikannya atau mempromosikannya tanpa diminta. Kemudian demi memperkuat jangkauan, Canva mengambil strategi menggandeng influencer ternama untuk membantu menyebarkan produknya.

 

Baca Juga: 8 Rekomendasi Project Management Tools Terbaik yang Dibutuhkan Para Manager

 

2. GoPro

GoPro adalah produsen kamera yang banyak digunakan dalam olahraga ekstrem. Kamera ini biasanya digunakan di lokasi yang berbahaya atau untuk menunjukkan kepada audiens point of view dari pengguna. GoPro juga mengambil strategi marketing user-generated content untuk memasarkan produknya. 

 

Strategi ini bisa dilakukan karena GoPro memungkinkan pengguna untuk memasarkan konten yang direkam selama melakukan kegiatan. Sangat sedikit konten merek GoPro yang dibuat sendiri. 

 

Ini sering merupakan kompilasi video yang diedit dengan baik dari pengguna yang melakukan aktivitas apa pun yang mereka minati dengan GoPro mereka. Kesuksesan strategi ini kemudian diperkuat melalui strategi konten marketing dengan menciptakan tantangan kepada pengguna. 

 

Pada dasarnya, pengguna mengirimkan video petualangan mereka yang direkam dengan GoPro untuk kesempatan memenangkan hadiah US$ 1 juta. Karena dibuat oleh pengguna, hampir tidak ada biaya untuk memproduksinya. GoPro menjadi satu kisah strategi marketing yang sukses, karena brand ini menempatkan pengguna tak hanya sebagai konsumen, melainkan juga duta.

 

3. VaynerMedia

Gary Vaynerchuk atau lebih dikenal dengan Gary Vee adalah seseorang yang berhasil menerapkan strategi marketing yang berfokus pada upaya merangkul tren dan media baru. 

 

Gary Vee memulainya dengan Wine Library TV, sebuah webcast harian yang mencakup segala hal tentang wine. Setelah menyadari potensinya, Gary kemudian berinvestasi lebih banyak dan memulai #AskGaryVee Show pada 2014, di mana ia menjawab pertanyaan orang-orang tentang pemasaran, media sosial, dan kewirausahaan. Saat ini ia memiliki acara DailyVee

 

Video-videonya berhasil karena ia menghasilkan konten berkualitas dalam format TV yang dinikmati orang. Menonton TV jauh lebih menghibur daripada menonton video membosankan lainnya tentang betapa sulitnya mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, ia menggabungkan keduanya untuk membuat konten yang sangat menarik.

 

Pelajaran menarik yang bisa dipetik dari kisah kesuksesan Gary Vee adalah pelaku usaha harus jeli melihat dan mengadopsi tren baru dengan cepat. Strategi marketing yang satu ini dapat membantu dalam hal membangun pengikut, sebelum ekosistemnya menjadi super kompetitif.

 

Selain itu, perlu juga untuk mengenal audiens dan bersikap autentik (tidak dibuat-buat). Ini akan membuat audiens melihat orisinalitas brand dan tetap setia mengikutinya.

 

4. Grammarly

Grammarly adalah pemeriksa ejaan dan tata bahasa, serta pendeteksi plagiarisme. Software ini menggunakan machine learning untuk meningkatkan kemampuannya dengan menggunakan data dari kesalahan umum pengguna. 

 

Strategi marketing yang diterapkan oleh Grammarly adalah dengan memanfaatkan blog. Fokusnya adalah mengedukasi pengguna mengenai cara memanfaatkan Grammarly secara maksimal.

 

Ini membuat pengguna terus terlibat dan memanfaatkan Grammarly. Tidak berhenti di konten, software juga fokus mengajarkan pengguna untuk menjadi penulis yang lebih baik. Layanan ini mampu mengarahkan pengguna terkait kesalahan penulisan yang dibuat dan penyelesaiannya. 

 

Grammarly mengirimkan laporan kemajuan mingguan kepada pelanggan untuk menawarkan wawasan tentang Aktivitas, Penguasaan, dan Kosakata. Statistik ini mudah dibagikan dan membantu meningkatkan keterlibatan sosial. Grammarly juga memberi ringkasan kesalahan teratas yang harus ditangani pengguna.

 

Melalui software ini, kita belajar bagaimana strategi marketing dapat diterapkan dengan menghadirkan konten yang mampu mengedukasi pengguna.

 

Membuat konten yang memberi pengguna kemampuan untuk tidak membutuhkan alat, layanan, atau produk Anda mungkin tampak kontraproduktif, tetapi hal itu justru membangun otoritas dan kepercayaan pengguna. Selain itu, jika suatu produk yang dihasilkan terbukti membantu maka sebagian besar pengguna masih akan menggunakan produk tersebut.

 

Baca Juga: Manfaat dan Tahap Penting Proses Manajemen Risiko Pada Perusahaan

 

5. Spotify

Spotify adalah aplikasi musik yang mengedepankan fitur kustomisasi. Melalui fitur ini Spotify menawarkan e-mail khusus, daftar putar, dan bahkan situs mikro berbasis data yang mengedepankan kebiasaan mendengarkan masing-masing pengguna. Pada tahun 2018, Spotify meluncurkan kampanye "Wrapped" dimana pengguna menerima e-mail yang menunjukan musik paling sering didengar dengan cara penyampain seperti cerita.

 

Kampanye ini diteruskan pada 2019, yang menampilkan cerita dari dekade terakhir, dan diperluas melalui Podcast. Melalui kampanye ini pengguna dapat membagikan pengalaman mereka berdasarkan list jenis lagu yang paling sering didengar. Ini merupakan bentuk strategi marketing yang melibatkan pengguna. 

 

Spotify menunjukkan bahwa strategi marketing terbaik adalah meningkatkan keterlibatan dengan audiens/pengguna. Hal ini semakin sempurna dengan menyesuaikan produk atau layanan berdasarkan preferensi pengguna.

 

6. IKEA

Perusahaan furniture asal Swedia ini tergolong jagonya dalam menjalankan strategi marketing yang unik. Selain menggunakan blog yang berisi banyak informasi seputar produknya dengan perspektif yang unik, IKEA juga melibatkan pengguna/konsumen dengan memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh, pada 2019 IKEA meluncurkan kampanye Buy With Time untuk menjawab kesulitan konsumen yang membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke gerai IKEA. 

 

Kampanye ini memungkinkan konsumen menggunakan Google Maps untuk menunjukkan berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke toko. 

 

Ini menunjukkan bahwa strategi marketing yang tepat sasaran bisa dilakukan dengan membuat kampanye yang menarik dan mampu mendorong konsumen membeli produk. Jika awalnya konsumen enggan karena membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai IKEA, maka dengan kampanye Buy With Time, konsumen akan berpikir ulang karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai toko akan diperhitungkan sebagai pengurang harga.

 

Itulah gambaran strategi marketing yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar ternama di dunia. Semoga bermanfaat dan bisa diaplikasikan untuk perusahaan Anda.

Kontak Acer