Beda HTTP dan HTTPS dan Manfaatnya Bagi Client Website Anda Image

Beda HTTP dan HTTPS dan Manfaatnya Bagi Client Website Anda

Time 05 Jan 2022  |  By Acer Indonesia

Saat membuat sebuah website bisnis, ada berbagai elemen penting yang tidak boleh kita abaikan. Salah satunya adalah jaminan keamanan situs. Website yang aman bukan hanya akan melindungi data penting perusahaan, namun juga dapat membangun kepercayaan konsumen pada bisnis Anda. 

 

Untuk mengelola keamanan situs, ada beberapa fitur keamanan yang harus kita miliki. Salah satunya adalah melakukan deployment HyperText Transfer Protocol Secure (HTTPS). Lantas, apa bedanya dengan HyperText Transfer Protocol (HTTP) dan keuntungan apa saja yang dapat dinikmati pengguna website

 

Bagi Anda para pebisnis yang awam mengenai protokol komunikasi jaringan, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai HTTP dan bedanya dengan HTTPS serta cara melakukan deploy. Nah, untuk menyamakan persepsi, mari kita ulas lebih dahulu apa itu HTTP dan HTTPS serta fungsinya. 

 

HTTP & HTTPS Serta Fungsinya

Saat membuka sebuah website, Anda bisa menemukan application protocol ini dengan melakukan dua kali klik pada address bar di bagian paling atas monitor. Anda pun akan menemukan “http://” persis di depan domain. HTTP menggunakan Transmission Control Protocol (TCP), yang pada umumnya berada di port 80, untuk mengirim dan menerima paket data. 

 

Secara sederhana, HTTP merupakan protokol yang digunakan oleh client, yang dalam hal ini adalah browser, dan server untuk memungkinkan user berkomunikasi dengan sebuah website. Prosesnya adalah sebagai berikut:

 

  • Setelah TCP handshake, client mengirimkan request pada HTTP server yang menjadi host sebuah website. Server kemudian memberikan respons berupa status informasi seperti “HTTP/1.1 200 OK”. 

 

Sejak beberapa tahun lalu, HTTP dinilai tidak aman karena lalu lintas data tidak enkripsi sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk melakukan penyadapan. Sementara, HTTPS merupakan versi lebih aman dari HTTP yang beroperasi pada port 443. HTTPS menggunakan sertifikat Secure Sockets Layer (SSL) certificate, yang menciptakan koneksi terenkripsi antara server dan browser milik client

 

HTTPS yang dapat diidentifikasi lewat icon gembok terkunci pada area address bar wajib diimplementasikan pada website bisnis yang terintegrasi dengan sistem pembayaran seperti kartu kredit, payment gateway dan metode transaksi online lainnya ataupun yang mewajibkan user untuk memasukan data penting sebagai syarat melakukan login.

 

Baca Juga: Server Tower Atau Rack? Ini Pilihan Yang Tepat Untuk Bisnis & Alasan Memilih Produk Acer

 

 

Cara Mengaktifkan HTTPS di Website Anda

Bagi Anda pemilik website bisnis yang ingin meningkatkan keamanan situs Anda, berikut adalah langkah mengaktifkan HTTPS:

 

  • Beli Sertifikat SSL

Langkah pertama yang kita lakukan untuk mengaktifkan HTTPS adalah membeli sertifikat SSL. Bentuk SSL adalah deretan huruf dan angka yang perlu kita install pada server website. SSL dapat kita beli pada penyedia hosting atau retailer yang merupakan Certificate Authority (CA).

 

  • Minta Sertifikat SSL

Untuk melakukan redeem sertifikat SSL, Anda harus melakukan aktivasi kredit. Caranya bisa dilakukan dengan masuk pada akun hosting Anda dan lakukan aktivasi dengan set up. Untuk meminta sertifikat SSL dibutuhkan waktu satu hingga tujuh hari untuk proses validasi dan verifikasi permintaan tersebut.

 

  • Instal Sertifikat SSL

Langkah selanjutnya adalah menginstal sertifikat SSL Anda melalui cPanel dan lakukan redirect dari HTTP menuju HTTPS untuk memastikan setiap kunjungan yang mengarah pada versi HTTP website Anda akan diarahkan menuju versi HTTPS yang lebih aman.

 

Baca Juga: Apa Itu IP Address Dan Bagaimana Pelaku Kejahatan Cyber Mengeksploitasinya?

 

Jenis-jenis Sertifikat SSL

Bagi Anda yang berencana membeli sertifikat SSL, perlu diketahui bahwa sertifikat tersebut tersedia dalam tiga jenis yang dibedakan berdasarkan tingkat validasinya.  Nah, berikut ini merupakan tiga jenis sertifikat tersebut dan penjelasannya:

 

 

  • Domain Validation

 

Pada sertifikat jenis ini, CA hanya melakukan validasi terhadap kepemilikan domain dan tidak mengecek informasi mengenai identitas perusahaan. Meski sertifikat ini paling mudah untuk diperoleh, pengunjung website tidak mendapatkan benefit keamanan maksimal. 

 

Sebab, meski komunikasi data dipastikan aman, pengguna website tidak mengetahui siapa yang mengelola informasi/data di pihak lain. Jenis website yang paling cocok menggunakan sertifikat ini adalah blog atau personal website.

 

 

  • Organization Validation

 

Proses validasi pada sertifikat ini lebih esensial dibandingkan domain validation karena melibatkan intervensi manusia dalam melakukan pemeriksaan. CA tidak hanya memverifikasi kepemilikan domain, melainkan juga legalitas perusahaan seperti dokumen perusahaan, kesamaan antara alamat perusahaan dan pemohon, bahkan CA akan melakukan verifikasi tanda daftar perusahaan.

 

 

  • Extended Validation

 

Sertifikat jenis ini merupakan yang paling kredibel dibandingkan jenis sertifikat lainnya. Proses verifikasi juga dilakukan dengan lebih detail, termasuk memeriksa berbagai dokumen legal perusahaan. Jenis website yang harus menggunakan sertifikat ini adalah e-commerce.

 

Baca Juga: VPS, Shared Hosting & Dedicated Server, Mana Yang Cocok Untuk Kebutuhan Bisnis Anda?

 

Solusi Acer untuk Keamanan dan Perlindungan Data 

 

Sebagai perusahaan teknologi, Acer menyadari pentingnya perlindungan dan keamanan data. Oleh karenanya, Acer hadir memberikan solusi terbaik bagi perusahaan maupun organisasi yang ingin melindungi seluruh aspek dalam keamanan sistem dan jaringan Anda. Berikut ini adalah sebagian layanan yang ditawarkan Acer:

 

  • Security intelligence yang mengintegrasikan Big Data, AI dan professional security untuk mengembangkan kecerdasan keamanan yang unik.
  • Jasa audit / cyber security health check untuk meningkatkan prosedur keamanan.
  • Vulnerability assessment untuk aplikasi dan infrastruktur web.
  • Penetration test untuk aplikasi seluler dan web.
  • Social engineering, misalnya melalui email phishing campaign untuk meningkatkan kesadaran keamanan di antara karyawan.


Tertarik menggunakan layanan keamanan siber salah satu perusahaan teknologi terkemuka dan terpercaya di dunia? Hubungi Acer sekarang juga dan dapatkan informasi serta penawaran lebih lengkap.

Kontak Acer