Apa Saja Startup Lokal Indonesia di Bidang IoT? Image

Apa Saja Startup Lokal Indonesia di Bidang IoT?

Time 09 Feb 2022  |  By Acer Indonesia

IOT Startup

IoT atau Internet of Things selalu jadi bahasan yang menarik. 

Berbagai negara telah menunjukkan inovasi dalam bidang ini, termasuk Indonesia. 

Meskipun perjalanan negara kita di bidang IoT dapat dibilang masih cukup panjang, ternyata sudah banyak perusahaan lokal yang bergerak di bidang IoT, lho! Apa saja? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga5 Teknologi Ramah Lingkungan yang Bisa Membantu Perusahaan untuk Go Green 


1. Hara

Hara bergerak di industri pertanian dan pangan. Sebagai negara agrikultur, inovasi ini sangat penting bagi para petani lho. Hara hadir untuk memudahkan petani dalam aktivitas mereka, misalnya seperti menghitung volume pupuk yang dibutuhkan melalui smartphone untuk mengurangi risiko kerugian dan gagal panen. Tidak hanya itu, Hara juga bisa memberikan rekomendasi jenis pupuk terbaik yang bisa digunakan oleh petani sesuai dengan jenis padi yang mereka tanam.

Salah satu misi utama Hara adalah meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia melalui digitalisasi

 

2. eFishery

Buat Anda yang memelihara ikan namun sangat sibuk hingga sering lupa untuk memberinya makan, Anda bisa memanfaatkan teknologi dari eFishery ini. eFishery punya produk bernama eFishery Feeder for Fish, alat canggih yang bisa memberi makan ikan Anda secara otomatis. Praktis sekali buat Anda yang punya aktivitas banyak, bukan?

Jika Anda mengelola usaha budi daya ikan, keberadaan alat ini akan membantu menjaga gizi dan nutrisi dari ikan-ikan peliharaan untuk memaksimalkan keuntungan yang bisa diperoleh nantinya.

Anda tinggal memasukkan jadwal memberi makan ikan saja, lalu alat ini akan bekerja dengan sendiri. Selain eFishery Feeder for Fish, masih banyak produk yang diluncurkan oleh startup yang satu ini lho! 

 

3. Qlue

Konsep smart city mulai direalisasikan oleh Qlue, startup IoT yang didirikan pada tahun 2016 lalu. Qlue merupakan provider smart city di wilayah ibukota yang menggabungkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) atau AIoT.

Qlue bekerja menghubungkan pemerintah dengan masyarakat secara langsung dan real time. Siapa saja bisa melaporkan keluhan atau masalah yang dihadapi kepada pihak terkait, kemudian laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan segera.

Setiap masalah yang dilaporkan oleh masyarakat akan dipublikasikan pada platform atau aplikasi agar bisa menyebar ke masyarakat yang lebih luas. Mereka yang berada di luar ibu kota juga bisa ikut memantau dinamika masyarakat dan pemerintahan melalui aplikasi ini.

Qlue telah menerima banyak penghargaan seperti pada Global Smart City Contest dari World Smart City Organization di London, hingga The World Government Summit di Dubai dimana Qlue memenangkan M-Government Service Award.



Baca lagi: Smart Living, Konsep Hidup Cerdas yang Dihadirkan Teknologi IoT


4. Nodeflux

Penerapan teknologi kecerdasan buatan atau AI memang sudah tidak asing lagi. Namun Nodeflux punya fokus yang berbeda, yaitu pada aspek Computer Vision atau penglihatan komputer. 

Seperti Qlue, Nodeflux juga berkontribusi dalam perwujudan smart city dengan memperkenalkan CCTV untuk dipasang di jalan raya. Tidak hanya itu, solusi yang mereka tawarkan juga meliputi pengenalan wajah untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, juga solusi AI untuk ritel yang meliputi visual merchandising dan perancangan display produk yang dijual (planogram).

Di era pandemi COVID-19, Nodeflux menawarkan beberapa solusi seperti pengawasan kendaraan dan mobilitas manusia yang kemudian dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan pemerintah, serta alat yang bisa mendeteksi penggunaan masker oleh masyarakat di tempat umum. 

Itu dia 4 startup di Indonesia yang bergerak di bidang IoT. Pelan namun pasti, Indonesia terus berinovasi dengan teknologi mutakhir untuk membantu memajukan kehidupan masyarakatnya.

Kontak Acer