Manajemen Risiko yang Tepat, Kunci Tangani Cyber Attack

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbesar di dunia. Menurut laporan We Are Social, terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia per Januari 2022. Jumlah tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini menjadi celah baru bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyerangan terhadap dunia cyber. 

Salah satu bentuk serangan cyber ini adalah ransomware yang dapat menyerang website. Kasus yang dapat dijadikan pelajaran adalah bagaimana ransomware dapat membobol bank sentral Bangladesh dan Malaysia yang menyebabkan kerugian besar. Oleh karenanya, penting bagi pemilik usaha untuk melakukan manajemen risiko yang tepat dan menciptakan sistem keamanan internet tingkat tinggi guna terhindar dari cyber attack.

Manajemen risiko merupakan suatu proses identifikasi kerentanan dan ancaman terhadap sumber daya informasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau organisasi, yang dilakukan oleh manajer IT untuk mencapai tujuan bisnis, dan mengurangi risiko terhadap cyber attack.

Dalam melakukan manajemen risiko, ada strategi mitigasi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko serangan cyber. Strategi mitigasi tersebut diantaranya:

  1. Menerapkan Distribusi Tanggung Jawab yang Seimbang

Banyak pengguna berpikir bahwa cyber security adalah tanggung jawab departemen TI, tetapi sebenarnya semua orang dalam perusahaan bertanggung jawab terhadap keamanan teknologi di perusahaan, termasuk para eksekutif yang harus lebih memahami risiko agar dapat menentukan kebijakan dalam cyber security. Karyawan yang memiliki akses email juga rentan terhadap penipuan Phising di mana mereka bisa secara tidak sengaja mengklik tautan yang berbahaya, sehingga perusahaan perlu menerapkan distribusi tanggung jawab yang seimbang. 

  1. Lakukan Pendekatan Holistik untuk Keamanan

Penting bagi perusahaan untuk melengkapi karyawan dengan alat yang tepat untuk mengenali email dan malware phishing. Kembangkan budaya kesadaran cyber di perusahaan seperti membuat poster atau flyer untuk menjadi alat sosialisasi dan berikan pelatihan yang memadai untuk semua pengguna. 

  1. Mengidentifikasi Ancaman dan Mengelompokkan Aset 

Langkah manajemen risiko selanjutnya mengidentifikasi ancaman dan mengelompokkan aset Anda, termasuk aset digital dan kekayaan intelektual (IP). Anda juga perlu kenali ancaman terhadap organisasi Anda, yang bisa dilakukan oleh pihak eksternal, seperti peretas yang mengunci sistem Anda menggunakan uang tebusan atau seseorang yang mencuri informasi pribadi. Waspada juga terhadap ancaman internal seperti pengguna yang mungkin secara tidak sengaja menghapus file atau karyawan yang mencoba mencuri file rahasia perusahaan. Jika perlu, Anda bisa memakai pihak ketiga yang dapat melakukan asesmen, pengujian dan penilaian terhadap kerentanan sistem. 

  1. Kembangkan Rencana Tanggap Insiden & Tim Tanggap Insiden

Setiap orang di organisasi perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika ancaman telah terdeteksi. Rencana respons insiden yang telah disusun perlu bergegas dijalankan sesuai prosedur. Dengan mengembangkan dan mempertahankan pendekatan manajemen risiko cyber untuk teknisi, Anda dapat meminimalkan ancaman cyber dan dampak yang dihasilkan bagi organisasi Anda. Anda juga akan siap ketika klien meminta salinan kebijakan cyber security Anda atau rencana mitigasi risiko .

  1. Gunakan Perangkat yang Mendukung

Perangkat hardware seperti laptop, desktop, dan server yang memiliki keamanan tingkat tinggi dapat meminimalisir terjadinya serangan cyber. Umumnya perangkat tersebut dibekali fitur keamanan seperti pembaca sidik jari, dan fitur TPM atau modul chip yang bertugas untuk melindungi berbagai data yang tersimpan dalam komputer atau laptop dengan sistem yang terenkripsi. 

Anda bisa menggunakan produk-produk dari Acer seperti Acer Veriton M yang upgradeable serta memiliki fitur keamanan yang canggih. Didukung oleh Prosesor hingga Intel® Core i9, memori hingga 128GB DDR4, kapasitas penyimpanan hingga 1TB SSD M.2 NVME / 2TB HDD, Wi-Fi 6 dan Bluetooth® 5 (optional) serta Windows 11 Pro / Windows 11 Home.

Selain itu ada juga Acer Travelmate P214 yang memiliki daya tahan berstandar militer serta keamanan tinggi dengan fitur TPM & pemindai sidik jari. Didukung oleh prosesor hingga Intel® Core i7, Memori hingga 32GB DDR4, kapasitas penyimpanan hingga 1TB SSD M.2 NVME / 1TB HDD, Intel Wireless Wi-fi 6 AX201, Resolusi 14″ HD (1366×768) / 14″ FHD (1920×1080) dan dibekali daya tahan baterai hingga 13 jam.

Selain 2 produk Acer tersebut, Anda bisa temukan produk Acer lainnya dengan klik tautan berikut.

Fitur Google untuk Perkuat Cyber Security dan Lindungi Data Pengguna pada Chromebook

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, penting untuk selalu membekali perangkat milik Anda dengan cyber security yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk untuk Chromebook Anda. Mengetahui pentingnya cyber security dan mengetahui perkembangan teknologi terbaru akan mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk beraktivitas di dunia digital. Seperti contohnya mengetahui bagaimana Google bekerja dalam melindungi seluruh pengguna Chromebook. 

Seperti yang diketahui, Chrome OS pada Chromebook memiliki fitur cyber security yang terjamin dan praktis dalam penggunaan. Salah satunya Fitur Sandbox, Update Otomatis, Booting Terverifikasi, hingga Enkripsi Data. Fitur-fitur tersebut merupakan bagian dari cyber security yang baik dari Chromebook.

Salah satu fitur keamanan terbaru dari Google yang dapat mendukung cyber security lainnya adalah pengelola kata sandi Google di Android dan Chrome, yang bertujuan untuk mengakselerasi kemajuan di seluruh industri, menuju masa depan tanpa kata sandi.

Fitur Pengelola Kata Sandi Google tersebut bernama Passkey. Dengan teknologi Passkey, Anda akan dapat login dengan metode apa pun yang biasanya Anda gunakan untuk membuka kunci ponsel (kode sandi, sidik jari, pengenalan wajah, dan lain lain). Anda tidak perlu lagi mengetik kata sandi. Fitur ini nantinya akan kompatibel dengan fitur Pengelola Kata Sandi Google agar dapat menyederhanakan proses login di seluruh perangkat, situs web, dan aplikasi, apa pun platform nya.

Perbedaan Antara Password dan Passkey

Tidak seperti password, Google passkey ibarat kunci digital yang memungkinkan pengguna, situs web, atau aplikasi untuk memberikan akses login tanpa perlu memasukkan username dan password. Ketika pengguna ingin masuk ke sebuah situs atau aplikasi, browser atau sistem operasi perangkat akan membantu pengguna untuk login dengan salah satu cara yang disediakan passkey.

Dengan menggunakan fitur passkey, ketika data akun Anda diretas pun, si peretas tidak akan dapat masuk ke akun Anda. Sebab, Ia akan diminta untuk melakukan pengenalan sidik jari, face recognition, pin atau pola pattern tergantung cara yang Anda pilih. 

Untuk membuat Google  passkey di situs web dan aplikasi, Anda perlu melakukan registrasi. Ketika Anda masuk ke situs web atau aplikasi, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Masuk ke aplikasi.
  2. Klik Sign in.
  3. Pilih autentikasi passkey.
  4. Buka kunci perangkat untuk menyelesaikan proses registrasi.
  5. Selanjutnya, kamu diminta untuk memasukkan ulang fingerprint, face recognition, PIN, atau pola. 

Google passkey bekerja layaknya pengelola kata sandi. Ketika Anda memasukkan PIN, pola, sidik jari, atau face recognition, secara otomatis Google akan mengisi form kata sandi akun Anda. Cara ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan verifikasi keamanan lewat SMS atau email.

Selain  passkey, dalam waktu dekat Google juga akan meluncurkan pengingat untuk sandi yang telah dibobol dan pengguna juga bisa mengakses tools “Hasil tentang Anda”, yang memungkinkan seseorang meminta untuk menghapus hasil penelusuran yang berisi informasi kontak pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, atau alamat email. Fitur-fitur cyber security ini tentunya akan sangat membantu untuk meningkatkan keamanan pada Chromebook Anda. 

Untuk beberapa inspirasi Chromebook, Acer punya pilihannya untuk Anda. Berikut rekomendasi Acer Chromebook untuk Anda.

1. Acer Chromebook R752T-R

  • Celeron Dual Core, Clock Speed hingga 2,8GHz, cache 4MB
  • Memori hingga 8GB RAM. Kapasitas penyimpanan hingga 64GB eMMC
  • Intel® Wireless Wi-Fi 6 AX201 & Bluetooth 5,1
  • 11,6″ Layar sentuh teknologi IPS dan daya tahan baterai sampai dengan 12 jam
  • Chrome OS & Chrome Education Upgrade

2.Acer Chromebook 311-9HT (CB311-9HT)

  • Celeron Dual Core, Clock Speed hingga 2,8GHz, cache 4MB. 
  • Memori 4GB RAM dan kapasitas penyimpanan 32GB eMMC
  • WiFi 802,11 a/b/g/n/ac (dual-band 2,4Ghz & 5Ghz) & Bluetooth 5,0
  • Layar sentuh 11,6″ teknologi IPS 
  • Daya tahan baterai hingga 10 jam dan Chrome OS & Chrome Education Upgrade

3.Acer Chromebook 311 (C733 / C733T)

  • Celeron Dual Core, Clock Speed hingga 2,8GHz, cache 4MB
  • Memori 4GB RAM dan kapasitas penyimpanan 32GB eMMC
  • WiFi 802,11 a/b/g/n/ac (dual-band 2,4Ghz & 5Ghz) & Bluetooth 5,0
  • Layar 11,6″ teknologi IPS dan daya tahan baterai hingga 12 jam
  • Chrome OS & Chrome Education Upgrade

Fitur dan spesifikasi Acer Chromebook yang sangat mumpuni menjadikan Chromebook jadi salah satu perangkat yang tidak hanya aman dari segi cyber security, namun juga untuk produktivitas. Anda bisa melihat beberapa produk dan spesifikasi Acer Chromebook di tautan berikut.

Beberapa Kesalahan dalam Membuat Contoh Laporan Keuangan

Laporan keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan sebuah bisnis. Dengan proses pembukuan yang baik, Anda akan mengetahui apakah perusahaan mengalami keuntungan atau justru mengalami kerugian serta membantu perusahaan dalam menentukan strategi  bisnis yang tepat dalam mendukung perkembangan perusahaan.

Sebagai seorang profesional, tentunya Anda akan berusaha sebaik mungkin untuk terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam pembukuan perusahaan agar tidak merugikan perusahaan. Namun, pada praktiknya, ada beberapa macam kesalahan dalam menyusun laporan keuangan yang bisa saja terjadi. 

Beberapa kesalahan dalam membuat contoh laporan keuangan tersebut diantaranya:

  1. Salah dalam Memperhitungkan Persediaan Barang

Persediaan dalam perusahaan dagang merupakan aset yang penting. Perusahaan akan melakukan perhitungan secara fisik untuk menyesuaikan dengan laporan persediaan yang telah dibuat sebelumnya. Kesalahan dalam menghitung persediaan membuat persediaan di akhir periode terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Hal ini nanti akan berdampak pada neraca yang ada dalam laporan keuangan.

  1. Tidak Menghitung Harga Pokok Penjualan dengan Teliti

Dalam menentukan harga pokok penjualan, perusahaan harus memperhatikan tiga hal yakni persediaan, pembelian bersih dan retur. Kesalahan seperti lupa untuk memasukkan biaya angkut dan retur untuk menghitung harga pokok penjualan tersebut bisa saja terjadi, sehingga harga pokok penjualan yang ditampilkan tidak akurat lagi.

  1. Kesalahan Penulisan Angka

Typo dalam menulis angka kerap kali terjadi akibat human error. Misalnya saja saat harus menuliskan Rp. 10.000.000 namun karena typo angka tersebut menjadi Rp. 1.000.000. kesalahan ini bisa berakibat pada nominal dalam laporan keuangan tak sesuai dengan kenyataan yang ada.

  1. Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam laporan keuangan haruslah menyertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya. Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan. Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan menganggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi seperti tidak menyimpan bukti-bukti secara rutin dan teratur juga masih kerap ditemukan.

Langkah Untuk Memperbaiki Contoh Laporan Keuangan yang Salah

Saat terjadi kesalahan dalam contoh laporan keuangan, Anda bisa mencoba beberapa langkah berikut untuk memperbaiki laporan keuangan yang salah.

  1. Ketahui Letak Permasalahannya

Sebelum mengatasi masalah yang terjadi, Anda harus tahu letak masalahnya terlebih dahulu. Dengan mengetahui letak kesalahan dalam contoh laporan keuangan, Anda bisa lebih mudah menemukan penyebab dan solusinya. Misalnya saat terjadi kesalahan input jumlah persediaan, maka Anda bisa melakukan hitung ulang dan pencatatan ulang hingga ditemukan angka yang sesuai.

  1. Konsisten Melakukan Proses Rekonsiliasi dengan Bank

Saat Anda ingin mencari tahu penyebab perbedaan laporan bank dengan catatan perusahaan yang Anda buat, maka Anda bisa melakukan proses rekonsiliasi dengan bank. Kebanyakan perusahaan melakukan proses rekonsiliasi tersebut hanya di akhir bulan atau hanya ketika dibutuhkan. Padahal, jika ingin memastikan rutinitas keuangan perusahaan berjalan dengan baik, Anda perlu melakukannya lebih sering, bahkan setiap hari. Proses rekonsiliasi yang lebih rutin akan berdampak positif pada perkembangan perusahaan seperti bukan hanya dapat membantu menyelesaikan pembukuan perusahaan sesuai deadline, namun juga dapat membantu mengetahui arus kas secara detail, serta dapat mengetahui jumlah saldo rekening giro pada waktu tertentu.

  1. Gunakan Teknologi untuk Membantu Pembukuan

Kemajuan teknologi saat ini memberikan banyak perangkat yang dapat memudahkan pekerjaan kita, termasuk dalam bidang keuangan dan akuntansi. Saat ini telah banyak perangkat dengan fitur canggih yang dapat meringankan proses pembuatan laporan keuangan. Dengan bantuan teknologi yang lebih baik, kemungkinan melakukan kesalahan dalam contoh laporan keuangan perusahaan bisa menjadi lebih kecil.
Itulah beberapa informasi terkait kesalahan dalam membuat contoh laporan keuangan serta cara untuk mengatasinya. Untuk Anda yang ingin membekali diri atau perusahaan dengan perangkat yang mendukung, Anda bisa kunjungi website Acer dan temukan produk Acer yang dapat mendukung aktivitas perusahaan.

5 Alasan Mengapa Acer TravelMate Spin P6 Jadi Pilihan Terbaik Untuk Produktivitas

Acer TravelMate Spin P6 merupakan salah satu laptop yang bisa mendukung produktivitas terutama untuk kegiatan para profesional. TravelMate Spin P6 dari Acer masuk kategori laptop bisnis dengan keunggulan desain yang konvertibel dan memiliki desain engsel yang dapat diputar 360 derajat, sehingga Anda dapat menggunakannya sebagai laptop, tablet, atau mode tent.

Selain dikenal karena desainnya yang tipis dan ringan sekaligus menawarkan kinerja dan daya tahan baterai yang luar biasa, berikut 5 alasan mengapa Acer TravelMate Spin P6 jadi pilihan terbaik untuk produktivitas Anda.

Fitur yang Mendukung Produktivitas Sekaligus Hiburan

Acer TravelMate Spin P6 memiliki panel layar sentuh yang memiliki dukungan untuk perangkat pen stylus Wacom AES 1.0. Pena ini memiliki 4096 tingkat sensitivitas tekanan yang berbeda, sehingga pengguna akan merasa seperti memegang pena di atas kertas. Acer TravelMate Spin P6 juga memiliki Touchpad yang dilengkapi Corning Gorilla Glass yang tidak hanya menawarkan pengalaman scrolling yang nyaman, tetapi juga tahan terhadap kerusakan dan sangat responsif. Touchpad yang besar membuat Anda memiliki cukup ruang untuk menggerakkan jari saat menjelajahi web atau menggunakan aplikasi produktivitas lainnya. Untuk mendukung profesional yang harus bekerja di ruang yang minim cahaya seperti kabin pesawat, Acer TravelMate Spin P6 memiliki lampu latar yang akan membantu penggunanya. Menonton film juga jadi lebih menyenangkan, berkat warna solid dari layar IPS dan speaker DTS Audio yang menghadap ke atas ganda.

Performance yang Powerful 

Acer TravelMate Spin P6 tidak kalah powerful, laptop ini dilengkapi prosesor Intel generasi ke-11 yang paling terbaru, RAM yang cukup untuk multitasking, dan SSD PCIe berkecepatan tinggi untuk memuat dan menyalin aplikasi dan file dengan cepat. Teknologi ini memungkinkan penyimpanan memiliki metode akses layaknya sebuah kartu grafis, sehingga kecepatan penyaluran data lebih aman dan juga cepat. Bahkan ia mampu memproses puluhan ribu jumlah perintah paralel secara bersamaan dalam satu waktu. Acer TravelMate Spin P6 juga memiliki baterai yang bisa bertahan selama satu hari penggunaan, dengan dukungan pengisian cepat. Sangat cocok untuk siapa saja yang mencari laptop bisnis yang cepat dan ringan.

Keamanan yang Tinggi

Acer TravelMate Spin P6 hadir dengan keamanan kelas industri seperti Trusted Platform Module 2.0. Trusted Platform Module merupakan sebuah chip khusus yang berfungsi untuk memberikan proteksi keamanan tambahan dari sisi peranti keras. Chip ini dirancang agar dapat melakukan serangkaian mekanisme proteksi fisik untuk mencegah akses dan kerusakan kunci enkripsi, kredensial pengguna, maupun data sensitif lainnya dari serangan malware atau peretasan. Selain itu, Acer TravelMate Spin P6 juga dilengkapi dengan vPro untuk teknologi manajemen jarak jauh dan Acer User Sensing Technology yang membantu pendeteksian pengguna secara akurat berdasarkan jangkauan dan pergerakan. Keunggulan lainnya dari segi keamanan, adalah Acer TravelMate Spin P6 dapat mengunci layar saat Anda keluar dan masuk kembali dengan mudah dengan bantuan webcam Windows Hello dan IR. 

Mendukung Konektivitas

Acer juga memastikan bahwa Acer TravelMate Spin P6 memiliki port yang cukup sehingga penggunanya dapat terhubung ke perangkat yang berbeda. Di sisi kiri laptop, Anda akan menemukan dua port USB 3.2 Gen 2 Type-C Thunderbolt 4 yang menawarkan kecepatan transfer hingga 40 Gbps. Port Thunderbolt 4 juga digunakan untuk mengisi daya laptop dan dapat menghubungkan hingga dua layar 4K.

Ada juga port HDMI, port USB Type-A, dan indikator status baterai, serta LED On/Off laptop di sisi kiri. Di sisi kanan, Anda akan menemukan Kensington Lock, pembaca kartu MicroSD, jack audio 3,5 mm, dan port untuk memasukkan pen stylus Acer. Anda dapat dengan mudah mengeluarkan stylus saat dibutuhkan dan memasukkannya kembali untuk mengisi daya perangkat. 

Design 

Acer TravelMate Spin P6 menawarkan laptop premium kepada pengguna bisnis yang menampilkan desain premium tipis dan ringan dengan berat sekitar 1,1 kg. Laptop ini hadir dengan layar IPS 14 inci yang menawarkan sudut pandang luar biasa bersama dengan fungsionalitas layar sentuh. Rasio aspek tampilan 16:10 pada laptop ini membuat pengguna dapat melihat lebih banyak konten. Panel sentuh juga tahan gores yang akan membantu menghindari kerusakan kecil yang tidak disengaja saat menggunakan laptop, sementara pada bagian luar, terdapat permukaan aluminium yang menawan. Laptop ini juga memiliki ventilasi udara buang di sisi belakang dan juga di bawah laptop sehingga tidak perlu khawatir laptop overheat.
Tunggu apalagi segera miliki Acer TravelMate Spin P6 dan rasakan pengalaman bekerja dan hiburan sekaligus yang menyenangkan.

Memahami Pentingnya Manajemen Risiko Teknologi Informasi Bagi Perusahaan

Untuk mencapai tujuan bisnis, seringkali perusahaan-perusahaan menggunakan teknologi informasi sebagai basis dalam menciptakan layanan yang berkualitas ataupun dalam mengoptimalkan proses bisnisnya. Namun pada penerapannya, terdapat risiko yang timbul akibat penerapan teknologi informasi yang salah. Salah satunya adalah dapat menyebabkan proses bisnis yang berjalan tidak optimal, timbul pula kerugian keuangan, dan berbagai hal yang dapat merugikan perusahaan.

Oleh karena itu diperlukan suatu pengukuran terhadap risiko penerapan teknologi informasi bagi perusahaan. Penerapan ini berguna untuk mengetahui profil risiko teknologi informasi, analisa terhadap risiko, kemudian mengambil tindakan terhadap risiko tersebut sehingga tidak terjadi dampak-dampak yang tidak diinginkan. Tindakan tersebut bisa berupa manajemen risiko yang baik. Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko yang bisa atau telah terjadi sehingga kita bisa memperoleh hasil yang paling optimal. 

Ada beberapa definisi dari manajemen risiko organisasi/perusahaan pada umumnya, diantaranya:

  1. Manajemen risiko adalah seperangkat kebijakan, prosedur yang lengkap, yang dipunyai organisasi, untuk mengelola, memonitor, dan mengendalikan eksposur organisasi terhadap risiko (SBC Warburg, The Practice of Risk Management, Euromoney Book, 2004).
  2. Enterprise Risk Management adalah kerangka yang komprehensif, terintegrasi, untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar, modal ekonomis, transfer risiko, untuk memaksimumkan nilai perusahaan (Lam, James, Enterprise Risk Management, Wiley, 2004).
  3. Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh manajemen, dan personel lain dari suatu organisasi, diterapkan dalam setting strategi, dan mencakup organisasi secara keseluruhan, didesain untuk mengidentifikasi kejadian potensial yang mempengaruhi suatu organisasi, mengelola risiko dalam toleransi suatu organisasi, dan untuk memberikan jaminan yang cukup pantas berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi. (COSO, COSO Enterprise Risk Management – Integrated Framework. COSO, 2004).

Mengapa Perusahaan Perlu Menerapkan Manajemen Risiko?

Manajemen risiko akan sangat membantu manajemen perusahaan untuk menyeimbangkan antara dampak dari risk dan cost, untuk meminimalisir risiko yang muncul sekaligus untuk mendukung misi dan melindungi aset dari perusahaan.

Pada manajemen risiko IT khususnya, erat kaitannya dengan bagaimana implementasi security pada suatu perusahaan sehingga diperlukan pemahaman tentang proses bisnis organisasi dan kemungkinan risiko yang berdampak pada proses bisnis tersebut. Lalu, apa saja proses dari manajemen risiko IT? Berikut infonya untuk Anda:

  1. Mengidentifikasi Risiko

Perusahaan mengungkap, mengenali dan menggambarkan risiko yang mungkin mempengaruhi proyek.

  1. Menganalisis Risiko

Ketika risiko sudah diidentifikasi, perusahaan menentukan kemungkinan dan konsekuensi dari setiap risiko yang ada. Perusahaan lalu mengembangkan sebuah pemahaman tentang sifat risiko dan potensi untuk mempengaruhi tujuan dan sasaran proyek.

  1. Mengevaluasi Risiko

Perusahaan mengevaluasi risiko dengan menentukan besarnya risiko, yang merupakan kombinasi dari kemungkinan dan konsekuensi. Lalu perusahaan membuat keputusan apakah risiko itu dapat diterima atau tidak.

  1. Memantau dan Mempertimbangkan Risiko

Merupakan proses dimana perusahaan memantau setiap risiko yang ada untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Karena manajemen risiko memiliki fungsi yang penting untuk keamanan dan keberlangsungan perusahaan, maka penting bagi Anda untuk memiliki perangkat yang mendukung proses manajemen risiko dalam perusahaan. Untuk ini, Anda bisa percayakan pada Acer Travelmate P214-53. Travelmate P2, memiliki keamanan tangguh sehingga data perusahaan akan aman dan kerja pun lebih nyaman. 

PC Microsoft Secured-Core ini dilengkapi TPM 2.0 diskrit, pembaca sidik jari, kamera IR dengan penutup lensa, dan dukungan untuk login aman dengan Windows Hello. Bekerja di kantor maupun di luar kantor pun menjadi sangat mudah. 
Anda bisa membaca spesifikasi lengkap produk ini dengan klik tautan berikut. Bersama Travelmate P214-53, tingkatkan produktivitas dengan device yang memiliki portabilitas, daya tahan serta konektivitas yang mumpuni.