Mengenal Industrial Internet of Things (IIoT), Bagaimana Perannya?

Anda mungkin familiar dengan IoT, tapi bagaimana dengan IIoT?

IIoT atau Industrial Internet of Things adalah penggunaan smart sensors dan aktuator untuk meningkatkan proses manufaktur dan industri. IIoT juga dikenal sebagai industrial internet atau Industri 4.0. 

Saat ini, banyak industri yang membutuhkan IoT untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan. Namun, ada kelebihan dan kekurangan IIoT yang perlu Anda ketahui dan bagaimana perannya dalam industri masa kini. 

Baca juga: 7 Contoh Penggunaan IoT yang Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia 

Mengapa Industri Membutuhkan IIoT?

IIoT menggunakan kecanggihan smart machine dan real time analytics untuk membuat keputusan bisnis lebih cepat dan lebih akurat. 

Selain dua hal tersebut, IIoT juga menggabungkan sensor dengan mesin penggerak (aktuator). Dampaknya, perusahaan dapat atasi masalah lebih cepat, sembari menghemat waktu dan biaya. 

Secara tak langsung, implementasi IIoT pun bisa diselaraskan dengan strategi intelijen bisnis. 

Di bidang manufaktur, IIoT biasanya dipakai untuk mengontrol kualitas produksi, bagian dari manajemen ramah lingkungan, dan upaya efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan. 

Dalam bidang industri, IIoT menjadi kunci proses pemeliharaan predictive maintenance (PdM), manajemen energi, serta manajemen aset.

Risiko dan Tantangan Implementasi IIoT dalam Industri

Selain manfaat, penting juga untuk ketahui risiko dan tantangan jika ingin mengimplementasikan IIoT di perusahaan Anda:

  1. Risiko barang cacat produksi
    Layaknya sistem konvensional, memakai IIoT tak lantas menghilangkan risiko cacat produksi. Meskipun, beberapa opini percaya IIoT menekan angka persentase terjadinya risiko ini.
    Karena itu, Anda perlu tetap waspada terjadi kesalahan atau kelalaian meski telah menerapkan IIoT. Tentu Anda paham, cacat produksi dapat menyebabkan cedera dan kerugian ekonomi bagi pelanggan, sehingga berdampak pada reputasi bisnis. 
  2. Risiko kesalahan  software
    Jika salah meng-install teknologi IIoT ke dalam sistem operasi Anda, misalnya: salah menggunakan algoritma atau setting produksi, itu dapat menyebabkan kerusakan pada mesin manufaktur, terbuangnya bahan mentah, hingga cacatnya produk Anda. 
    Belum lagi risiko anomali mesin, seperti: menjadi terlalu panas, meledak, atau bahkan gagal beroperasi. 
  3. Risiko kecelakaan karyawan di tempat kerja
    Ketika semuanya serba otomatis, kebutuhan untuk melakukan pelatihan, prosedur, dan perlindungan operator atau karyawan sangat penting.
    Gagal menerapkan pelatihan dengan benar, atau operator lalai mengikuti SOP, bisa menyebabkan kecelakaan kerja. Akibatnya, sistem produksi dipaksa berhenti sehingga memengaruhi performa bisnis.

Baca juga: Mengenal Smart Office dan Bagaimana Konsep Ini Mentransformasi Perusahaan

Kategori Perusahaan yang Cocok Menerapkan IIoT 

Perusahaan yang menerapkan device sensor dalam bisnisnya, dianggap paling sesuai untuk memanfaatkan IIoT. Secara umum, berikut kategori industri yang memerlukan IIoT:

  1. Manufaktur
    Perusahaan manufaktur akan mendapatkan banyak manfaat dari IIoT. Contohnya, Pengurangan biaya memperbaiki peralatan atau mesin produksi, karena perawatan bisa dilakukan sesuai sebelum kerusakan terjadi. Itu mungkin dilakukan karena adanya sensor yang otomatis mendeteksi ketika adanya tanda-tanda awal kerusakan pada mesin. 
  2. Otomotif
    IIoT juga dapat digunakan pada industri otomotif. Teknologi sensor IIoT mampu mendeteksi gejala awal kerusakan, terutama pada kendaraan yang sudah di tangan konsumen, sehingga sensor mampu memberi peringatan kepada pengemudi secara mendetail.
    Selain pemilik mobil dapat memperoleh informasi lengkap dari sensor IIoT, , produsen juga otomatis dapat mengumpulkan data penggunaan produk, guna meningkatkan kualitasnya di produksi selanjutnya. 
  3. Transportasi dan Logistik
    IIoT juga cocok diimplementasi pada sektor transportasi dan logistik. Contohnya armada logistik, seperti mobil, kapal atau truk dapat ditentukan rute perjalanannya sedari awal demi menghindari cuaca buruk atau laporan kemacetan di jalan.
    Khusus armada pengangkut bahan makanan, teknologi IIoT berupa sensor suhu, bisa dipasang pada kendaraan, sehingga kualitas bahan makanan bisa dijaga konsisten sepanjang jalan.
  4. Perusahaan Retail
    Ada banyak manfaat IIoT yang bisa didapatkan perusahaan ritel. Contohnya dalam mengelola inventaris, memaksimalkan pengalaman belanja konsumen, memaksimalkan supply chain, hingga menghemat biaya operasional perusahaan. 
  5. Sektor lingkungan dan publik
    Terakhir, ialah sektor lingkungan dan publik, khususnya pemerintah. IIoT dapat dimanfaatkan untuk menyebar informasi ke masyarakat secara instan dan otomatis. Khususnya, ketika terjadi pemadaman listrik atau gangguan suplai air.

Mengenal Bluetooth Low Energy dan Kaitannya dengan IoT

Bluetooth Low Energy adalah salah satu jenis Bluetooth yang bisa dihubungkan dengan IoT, sehingga memiliki banyak keunggulan daripada jenis Bluetooth lainnya. 

Bisa dikatakan bahwa jenis Bluetooth yang satu ini merupakan generasi terkini dari Bluetooth Classic.

Sebenarnya, apa itu Bluetooth Low Energy dan apa kaitannya dengan IoT? Temukan informasi selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Smart Living, Konsep Hidup Cerdas yang Dihadirkan Teknologi IoT

Apa Itu Bluetooth Low Energy?

Bluetooth Low Energy adalah jenis Bluetooth yang hanya menggunakan sedikit daya atau konsumsi energi dibanding Bluetooth konvensional. 

Jenis Bluetooth yang juga dikenal sebagai Smart Bluetooth ini, beroperasi di 2,4 GHz ISM (industrial, scientific, and medical), dan diperuntukkan pada aplikasi yang membutuhkan daya listrik kecil, atau memerlukan baterai untuk jangka waktu lebih lama; berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Bluetooth Low Energy diperkenalkan sebagai Bluetooth versi 4.0 pada tahun 2010. Bluetooth yang kita tahu pada umumnya, dibuat di versi sebelumnya, dan disebut sebagai Bluetooth Classic. 

Bluetooth Low Energy bukanlah upgrade dari Bluetooth Classic, melainkan teknologi baru yang menggunakan merek Bluetooth, tetapi berfokus pada perangkat IoT. Kecepatan transfer datanya pun lebih rendah ketimbang Bluetooth Classic.

Kelebihan Bluetooth Low Energy

Berikut kelebihan Bluetooth Low Energy dan manfaatnya untuk Anda:

  • Konsumsi daya lebih rendah, bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan teknologi daya rendah (low energy) lainnya. Itu mungkin terjadi karena Bluetooth Low Energy mematikan radio sebanyak mungkin dan mengirimkan sedikit mungkin data pada kecepatan transfer yang rendah.
  • Tidak ada biaya untuk mengakses dokumentasi resminya. Artinya, setiap produsen dapat memanfaatkan teknologi ini. Berbeda dengan sebagian besar protokol atau teknologi nirkabel sejenis, yang memaksa produsen menjadi anggota konsorsium resmi, untuk bisa mengakses dokumentasi teknologinya.
  • Biaya produksi modul dan chipset relatif lebih murah, bahkan jika dibandingkan dengan teknologi serupa lainnya.
  • Sebagian besar smartphone sudah kompatibel untuk menggunakan Bluetooth Low Energy. 

Baca juga: Solusi IoT Acer untuk Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Kaitan Bluetooth Low Energy dengan IoT

Bluetooth Low Energy lebih ramah lingkungan dan telah dikembangkan secara khusus untuk memfasilitasi perangkat IoT. 

Kemajuan teknologi masa kini memungkinkan berbagai perangkat rumah tangga, seperti mesin cuci, kompor hingga kulkas, terkoneksi dengan internet. Tujuannya, demi mempermudah pekerjaan manusia jadi lebih efisien. 

Ketika terhubung dengan IoT, pekerjaan sehari-hari kita dapat dikendalikan melalui smart device, seperti smartphone atau tablet. Sekarang Anda tidak perlu lagi menyalakan dan mematikan mesin cuci atau kompor secara manual, karena perintah tersebut dapat dilakukan hanya dengan menyentuh tombol di smartphone Anda.

Kembali ke Bluetooth Low Energy,  kelebihannya untuk menghemat energi, telah menjadikannya sebagai opsi paling kompatibel untuk IoT. 

Bluetooth Low Energy lebih hemat energi daripada ZigBee, Bluetooth classic, dan WiFi, itu artinya Bluetooth Low Energy dapat mendukung konektivitas perangkat IoT lebih baik dengan masa operasional lebih lama dari yang lain. 

Kurang lebih itulah gambaran singkat bagaimana Bluetooth Low Energy dapat menguntungkan manusia. 

Selain Bluetooth Low Energy, masih banyak teknologi mainstream yang siap mengubah cara kita dalam menjalani kehidupan menjadi lebih efisien.

Big Data dan Hubungannya dengan IoT

Big Data sering kali digunakan mengelola dan menyimpan data secara terstruktur dalam sistem skala besar. 

Lalu, ada pula IoT yang merujuk pada banyaknya device dalam suatu sistem yang saling terhubung untuk berbagi data menggunakan internet.

Apa kaitan keduanya? Apa itu IoT? Apa itu Big Data? Jika ingin tahu lebih dalam, simak selengkapnya di bawah ini. 

Pengertian IoT

Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep suatu benda atau objek fisik yang ditanamkan sensor, software, dan teknologi lainnya, untuk mengirimkan data ke perangkat atau sistem lain selama terhubung ke jaringan internet. 

Ada banyak unsur pendukung IoT, di antaranya artificial intelligence (kecerdasan buatan), sensor, dan konektivitas. 

Perangkat IoT bekerja tanpa banyak campur tangan manusia. Ini berhubungan erat dengan konsep machine-to-machine (M2M), sehingga perangkat IoT sering disebut sebagai smart device (perangkat cerdas). Dengan hadirnya smart device ini diharapkan dapat membantu efektivitas pekerjaan manusia. 

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 7 miliar device yang terhubung dengan IoT. Berdasarkan prediksi para ahli, jumlah tersebut akan terus berkembang sampai ke angka 22 miliar device pada tahun 2025. 

Di konteks bisnis, kita dapat memanfaatkan IoT untuk memperoleh insight berbasis data. Manfaat IoT yang lainnya yaitu meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasi bisnis, membuat model bisnis baru, dan menghubungkan dunia bisnis fisik ke dunia digital dengan mudah. 

Baca juga: Big Data: Manfaat, Jenis, dan Klasifikasinya yang Perlu Diketahui

Pengertian Big Data

Big Data adalah kumpulan data yang sengaja disimpan, untuk dianalisis, demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses pengambilan keputusan bisnis. 

Masalah kerap timbul, ketika penambahan data jadi sangat cepat, sehingga sulit menyimpan semua data secara konvensional. Untuk mengatasi masalah tersebut, munculah solusi gratis berbasis open-source bernama Hadoop. Solusi tersebut yang umum dipakai perusahaan di dunia. 

Dalam mengelola Big Data, Anda perlu tahu tiga sifatnya:

  • Volume – Menggambarkan jumlah data dalam terabyte, petabyte, atau exabytes, seperti SQL.
  • Kecepatan – Menggambarkan kecepatan dalam menganalisis data, seperti penjualan bisnis, eksperimen ilmiah, atau aplikasi real time yang mengacu pada tipe data. 
  • Variasi – Mengacu pada tipe data, bisa berupa data terstruktur seperti data relasional, data semi-terstruktur, atau data tidak terstruktur, seperti kata, PDF, atau log media.

Baca juga: Bagaimana Peran Big Data dalam Bisnis Saat Ini?

Kaitan Big Data dengan IoT 

Big Data dan IoT sama-sama menyimpan data, tapi keduanya berbeda. 

Big Data adalah kumpulan data kompleks yang sangat besar, sehingga sulit dianalisis dan diproses dengan sistem manajemen data biasa. 

Sedangkan IoT adalah teknologi yang berkembang untuk menghubungkan smart device ke internet, untuk bisa mentransmisikan dan mengirim data demi membuat keputusan. Jika dilihat lebih jauh lagi, Big Data lebih berfokus pada data itu sendiri, sementara IoT berfokus pada banyak hal, seperti data, perangkat, dan konektivitas.

Namun, keduanya juga saling berkaitan, misalnya dalam sektor smart city. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mendukung smart city, tapi beberapa di antaranya belum berhasil memberikan hasil yang optimal. 

Salah satu kendalanya adalah keterbatasan data dan belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi. Melalui penerapan IoT dan Big Data, diharapkan kendala yang dihadapi selama menyelesaikan permasalahan tersebut dapat terselesaikan.

8 Peran dan Manfaat IoT dalam Berbagai Bidang

Internet of things atau IoT adalah sebuah konsep atau program, yang memungkinkan sebuah objek mampu mentransmisikan data melalui jaringan, tanpa bantuan perangkat komputer ataupun manusia. 

Hingga saat ini, teknologi IoT telah menciptakan banyak terobosan yang memudahkan pekerjaan di berbagai bidang. 

Lalu, apa saja peran dan manfaat IoT dalam berbagai bidang? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Cara Acer Memberikan Solusi Melalui Teknologi IoT

  1. Mampu memprediksi dan bertindak
    Manfaat IoT yang pertama yaitu memiliki kemampuan memprediksi kebutuhan dan bertindak berdasarkan data dari jaringan IoT.
    Data yang sudah terkumpul dalam jaringan tersebut akan digunakan untuk membangun riwayat laporan, yang nantinya memengaruhi cara “otak” IoT memprediksi dan mencegah berbagai risiko masalah teknis.
    Contoh penerapannya, data yang sudah terkumpul di jaringan IoT akan digunakan untuk memprediksi biaya dan potensi kebutuhan pemeliharaan di masa depan. Ini sangat berguna untuk merampingkan proses suatu pekerjaan dengan cara modern. 
  2. Memudahkan pemantauan dan pemeliharaan
    Anda bisa memantau berbagai lapisan jaringan dan infrastruktur yang digunakan perusahaan, karyawan, hingga pelanggan, karena IoT merupakan sensor dan perangkat pintar yang mampu mengelola jaringan objek fisik.
    Anda tidak perlu lagi memeriksa peralatan saat berhenti bekerja, karena perangkat IoT memungkinkan pemeliharaan otomatis dengan memprediksi kondisi kerjanya. Selain itu, sensor khusus yang terdapat dalam IoT bisa digunakan untuk menjaga fungsi alat secara keseluruhan. 
  3. Meningkatkan komunikasi dengan pelanggan
    Perangkat IoT berpeluang meningkatkan engagement dengan pelanggan. Anda juga bisa bekerja dengan marketing agency dan pengembang bisnis untuk menerjemahkan data IoT yang sudah dikumpulkan. Kemudian data tersebut digunakan membuat strategi untuk meningkatkan engagement, meningkatkan kepercayaan, dan menjaga pelanggan yang sudah ada. 
  4. Menyempurnakan layanan dan produk untuk pelanggan
    IoT dapat digunakan untuk menyempurnakan produk atau layanan yang ditawarkan dari berbagai industri. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan kebutuhan pelanggan atau menyelesaikan gangguan data relatif yang melibatkan pelanggan Anda. 

    Baca juga: 5 Teknologi Ramah Lingkungan yang Bisa Membantu Perusahaan untuk Go Green
  5. Mendukung smart city 
    Hadirnya perangkat IoT sangat membantu untuk mencapai konsep smart city atau kota pintar. Khususnya dalam memantau dan mengelola lingkungan kota secara real-time. Pemantauan dan pengelolaan ini termasuk trafik lalu lintas, memeriksa ketinggian air waduk, bencana banjir, dan memantau air laut untuk mengurangi dampak bencana kepada nelayan atau warga di pesisir pantai. 
  6. Memungkinkan aliran pendapatan baru
    Manfaat IoT berikutnya yaitu memungkinkan Anda menyiapkan dan meluncurkan produk atau layanan baru dengan cepat. Anda dapat memanfaatkan data yang terkumpul di jaringan IoT untuk memprediksi kebutuhan pelanggan, serta mempercepat perencanaan dan eksekusinya.
    Selain itu, Anda juga dapat mengidentifikasi bidang layanan baru yang bisa menjadi sumber pendapatan baru, dengan cara menggabungkan riwayat data dari perangkat IoT. 
  7. Alat pendukung kesehatan
    Sudah banyak inovasi baru di bidang kesehatan yang turut memanfaatkan IoT.  Tujuannya sebagai perangkat yang mendukung proses pengobatan berjalan aman dan efektif. Contoh pemanfaatan IoT di bidang kesehatan yaitu mengukur kadar gula dalam darah, pengecekan detak jantung, MRI, hingga tindakan operasi medis. 
  8. Meningkatkan kontrol proyek infrastruktur
    Anda bisa memanfaatkan IoT guna mengatasi kekurangan, sekaligus meningkatkan operasional proyek infrastruktur.
    IoT dapat membantu Anda mengontrol dan memantau setiap proyek infrastruktur dengan mudah. Bahkan dapat pula merekomendasikan alternatif pekerjaan yang lebih mudah..

Revamp Website: Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukannya?

Memiliki website merupakan salah satu strategi digital marketing yang banyak diterapkan agar penjualan mengalami peningkatan. Tapi punya website saja tidak cukup. 

Ketika Anda ingin mempromosikan bisnis melalui website, Anda harus memberikan website yang cepat namun tetap menyenangkan untuk dilihat.

Jika bisnis Anda telah memiliki website dan merasa perlu perbaikan, maka Anda perlu melakukan revamp. 

Apa itu revamp? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Baca juga: DDoS: Cara Mencegah dan Melindungi Perusahaan Anda dari Serangan Ini

Apa itu Revamp Website?

Revamp merupakan proses penggantian konten, informasi, serta desain UI dan UX sebuah website. Tujuannya bisa untuk meningkatkan ranking SEO atau tentunya penjualan dari website tersebut.

Dalam beberapa kasus, proses melakukan revamp website bisa menghabiskan cukup banyak waktu. Kadang revamp tak dibutuhkan, terutama jika mengubah tampilan UI dan UX, ternyata tidak memengaruhi performa SEO website Anda.

Waktu Terbaik Melakukan Revamp Website

Revamp bisa menjadi cara terbaik untuk “menyegarkan” website Anda, baik dari segi tampilan maupun konten di dalamnya. Namun untuk melakukan revamp ternyata tidak bisa sembarangan lho. Anda perlu tahu kapan waktu terbaik untuk melakukan revamp website.

Nah, berikut ini tanda-tanda website Anda memerlukan revamp:

Ketika website versi mobile kurang responsif

Kini semua website selalu mengedepankan mobile-first, alias menjadikan akses yang cepat dan nyaman dari smartphone dan tablet sebagai yang utama. Hal ini sangat penting untuk mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan.

Oleh karena itu, Anda harus terus mengecek performa website dalam versi mobile. Pastikan waktu loading tidak terlalu lama, agar pengunjung tidak bosan menunggu dan akhirnya pergi dari website Anda.

Jika kecepatan website versi mobile sudah menurun, itulah saatnya Anda harus melakukan revamp.

Ranking SEO menurun

SEO menjadi strategi yang banyak dilakukan oleh para pebisnis dalam digital marketing. Karena website yang muncul di halaman pertama mesin pencarian tentu lebih berpotensi untuk dikunjungi pengguna internet. Yang artinya, ini punya pengaruh langsung ke penjualan lewat website tersebut.

Ranking SEO sebuah website dapat berubah-ubah, sesuai dengan volume keyword yang sedang banyak dicari saat itu. Saat ranking SEO website Anda menurun, itu  dapat diartikan Anda perlu melakukan perubahan atau penambahan dari segi konten dan keyword yang Anda gunakan dalam website.

Baca juga: Mengulas Strategi Digital Marketing Terbaik, Penting Diketahui Staff hingga Pemilik Bisnis

Kurang user friendly

Pengalaman yang dirasakan pengguna ketika mengunjungi sebuah website, sangat menentukan apakah mereka ingin kembali berkunjung ke website tersebut atau tidak. 

Untuk memberikan pengalaman yang bersahabat kepada para pengunjung, Anda harus memastikan konten yang ada di website menarik dan berguna untuk mereka.

Selain tampilan, biasanya yang memengaruhi kualitas pengalaman pengguna adalah topik konten hingga gaya bahasa.

Konversi rendah

Selain promosi di media sosial, website memiliki peran penting menjadi lead generation, yang akhirnya terkonversi menjadi penjualan.

Rendahnya angka konversi menjadi indikator bahwa website Anda tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengunjung Anda. 

Jika itu terjadi, Anda bisa melakukan revamp pada konten, UX, hingga CTA pada konten, sehingga lebih memancing rasa penasaran para pengunjung website.

Mendapat komplain dari pengguna

Rendahnya konversi dari website adalah bukti yang dapat diukur ketika Anda ingin melakukan revamp website. Namun perhatikan juga bukti-bukti yang tidak dapat diukur dengan angka, seperti komplain yang diajukan oleh pengguna atau pengunjung website Anda. 

Ingat bahwa kepuasan pengguna adalah yang utama. Sehingga jika pengguna memiliki keluhan terkait performa website Anda, jangan diabaikan. 

Perhitungkan apakah keluhan mereka harus ditangani dan dapat memberikan dampak positif untuk performa website Anda di masa depan.

Perbedaan SEO dan SEM yang Penting untuk Memasarkan Produk

SEO dan SEM adalah dua hal penting dalam digital marketing yang harus dipahami, untuk meningkatkan penjualan. Keduanya merupakan strategi yang banyak diterapkan untuk meningkatkan ranking SEO agar muncul di laman pertama mesin pencarian.

Jika Anda masih bingung perbedaan antara SEO dan SEM, berikut penjelasannya:

Baca juga: 8 Tools Digital Marketing Wajib untuk Perusahaan Digital Saat Ini

Sekilas Mengenai SEO dan SEM

Sebelum membahas mengenai perbedaannya, pahami dulu apa itu SEO dan SEM. 

SEO (Search Engine Optimization) merupakan optimasi yang dilakukan terhadap sebuah website, untuk meningkatkan trafik pengunjung. Caranya dengan meningkatkan rangkingnya pada laman hasil pencarian sesuai keyword tertentu.

SEO memungkinkan website untuk mendapatkan trafik organik sesuai tujuan yang ingin diraih, misalnya meningkatkan konversi. Dua strategi SEO yang paling populer adalah SEO On Page dan SEO Off Page.

Sementara itu, SEM (Search Engine Marketing) adalah metode berbayar yang dilakukan pemilik website untuk meningkatkan visibilitas website di laman hasil pencarian. 

SEM sama seperti memasang iklan agar website muncul di urutan paling atas ketika pengguna memasukkan kata kunci tertentu. Website yang menggunakan SEM akan muncul dengan label “Iklan” pada hasil pencarian.

Perbedaan SEO dan SEM

Setelah memahami definisi SEO dan SEM, kini simak perbedaan antara keduanya dari lima aspek yang berbeda.

  1. Biaya yang dikeluarkan
    Ini adalah perbedaan mendasar SEO dan SEM. Anda bisa menerapkan SEO secara gratis, sementara SEM adalah iklan jenis PPC (Pay Per Click) yang mengharuskan Anda membayar sejumlah biaya agar website terus bisa ditampilkan.
  2. Target audience
    Dengan SEM, Anda bisa memilih target audience secara lebih spesifik. Misalnya Anda bisa menentukan hasil pencarian untuk ditampilkan pada audiens dengan umur dan lokasi tertentu.
  3. Aspek Hasil
    Jika Anda ingin mendapatkan hasil strategi pemasaran dengan cepat, maka SEM bisa menampilkannya untuk Anda. memang hasilnya tidak instan, namun lebih cepat dibanding SEO yang gratis.
    Anda juga bisa memutuskan kapan ingin mematikan SEM dan menghidupkannya lagi saat membutuhkan. Namun jika Anda menggunakan SEO, maka butuh waktu cukup lama untuk melihat hasilnya, dan performa website bisa memburuk atau membaik.
  4. Aspek Tujuan
    Buat Anda yang ingin mengetes strategi pemasaran yang diterapkan, SEM adalah pilihan yang tepat untuk tujuan tersebut. SEM bisa menunjukkan apakah strategi Anda diterima dengan baik, atau masih banyak yang harus diperbaiki.
    Namun demikian, SEO adalah strategi yang baik untuk tujuan jangka panjang. SEM akan berakhir ketika Anda tidak lagi membayar, sedangkan efek dari SEO relatif akan tetap terasa meskipun tak ada lagi taktik SEO yang dijalankan.
  5. Potensi CTR
    Sebuah studi menunjukkan bahwa CTR (click through rate) terbanyak didapatkan oleh website yang berada di peringkat pertama hingga ketiga hasil pencarian. 
    Jika SEO website Anda bagus, maka potensi CTR jauh lebih besar dibandingkan dengan SEM. Sebaliknya, jika SEM yang lebih bagus maka dapat mendatangkan CTR lebih banyak.

Baca juga: Strategi Membuat Content Marketing yang Menarik

Manfaat SEO dan SEM untuk Bisnis

Setelah Anda membaca definisi dan perbedaan antara SEO dan SEM, tentunya kedua strategi ini dapat memberikan dampak yang positif bagi bisnis Anda. Apabila Anda bisa menerapkan strategi pemasaran yang jitu, maka trafik website, konversi, dan penjualan Anda akan meningkat.

Anda bisa memilih ingin menerapkan SEO yang gratis atau berbayar lewat SEM, atau bisa juga menerapkan kedua secara bersamaan. 

Strategi mana saja yang akan diterapkan, pastikan Anda sudah melakukan analisis dan riset mendalam terkait dengan tujuan yang Anda capai.

Tiktok Sebagai Media Promosi, Terapkan Strategi Ini!

Dengan popularitas yang makin meningkat, penggunaan TikTok sebagai media promosi oleh bisnis juga meningkat. 

Apalagi pengguna TikTok di Indonesia hampir tidak mengenal usia, mulai dari ibu-ibu paruh baya hingga para remaja. Jelas memasarkan produk melalui TikTok bisa menjaring banyak calon pelanggan potensial, demi meningkatkan penjualan.

Tentu saja dibutuhkan strategi yang jitu agar pemasaran di TikTok berhasil. Artikel ini akan memberikan tips bagi Anda yang ingin melakukan social media marketing melalui TikTok.

Baca juga: Haruskah Bisnis B2B Aktif di Media Sosial?

Cara Menggunakan TikTok Sebagai Media Promosi

TikTok kini bukan hanya media bagi seseorang untuk mempertahankan eksistensi atau membuat konten viral saja. Brand juga bisa ikut serta di dalamnya demi kepentingan bisnisnya. 

Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk mempromosikan bisnis Anda di TikTok.

Beralih ke akun bisnis

Pertama, alihkan akun TikTok Anda dari akun personal menjadi akun bisnis. Untuk beralih ke akun bisnis, Anda bisa melakukannya dengan mudah. Cukup masuk ke pengaturan “Kelola Akun Saya”

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memasang foto profil menarik dari bisnis Anda, sertakan tautan ke website atau marketplace bisnis, dan tuliskan bio menarik pada profil Anda.

Konsisten dalam memproduksi konten

Pengguna TikTok dan calon konsumen kini semakin sensitif pada konten “jualan”. Mereka tidak akan mudah tertarik membeli produk jika video-nya tidak menarik bagi mereka. Jenis konten yang mungkin menarik calon pembeli misalnya adalah konten Behind The Scene, ketika Anda menampilkan perjuangan membangun bisnis Anda.

Atau kalau Anda punya produk makanan, Anda bisa menampilkan proses mengolah bahan dan memasaknya, agar konsumen yakin sehingga mau membeli produk yang Anda jual. 

Jenis konten lain yang banyak diminati adalah konten-konten bertema edukasi dan konten tutorial. Ini cocok untuk Anda yang punya produk skincare atau makeup.

Ikuti gaya konten yang sedang tren

Selain memilih jenis konten yang tepat, Anda juga bisa mengunggah konten yang sedang tren atau diikuti banyak orang. Dengan cara ini, akun Anda bisa mendapatkan eksposur tinggi meskipun pengikutnya masih sedikit atau akun masih terhitung baru.

Misalnya dengan menggunakan hashtag challenge, yang diikuti oleh banyak orang. Jika masih pemula, Anda bisa mengikuti hashtag yang dibuat orang lain. Saat brand Anda sudah lebih berkembang, Anda bisa membuat hashtag challenge sendiri dan mengundang pengguna TikTok untuk mengikutinya.

Gunakan sound atau effect yang sedang viral

Salah satu yang membuat TikTok unik dan disukai oleh berbagai generasi adalah sound dan effect. Hanya dengan memakai sound yang sedang populer, itu bisa membantu konten Anda dapat view lebih banyak. 

Itu bisa terjadi, karena, ketika ada pengguna TikTok yang meng-klik sound atau effect tertentu, besar kesempatannya akun Anda akan muncul di laman jelajah. Jika pengguna tersebut tertarik, mereka akan membeli produk Anda.

Kerjasama dengan influencer melalui endorsement

Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan influencer yang punya banyak pengikut. 

Anda memang harus merogoh kocek untuk endorsement, tapi hasil yang Anda dapatkan akan setara. Hanya saja, jangan asal pilih influencer. Pastikan gaya, image, dan konten mereka sesuai dengan produk dan target pasar Anda.

Baca juga: Mengapa Pebisnis Harus Memaksimalkan Tren Social Commerce pada 2022?

Keuntungan Promosi Bisnis di TikTok

TikTok menjadi aplikasi mobile yang paling banyak diunduh di Indonesia mengalahkan Facebook dan WhatsApp di tahun 2020. Ini membuktikan bahwa pengguna TikTok di Indonesia adalah pasar yang sangat besar dan luas untuk memasarkan bisnis Anda. 

Jadi, pastikan Anda menerapkan strategi yang benar untuk mempromosikan produk di TikTok.

Bentuk dan Contoh Content Marketing Untuk Bisnis

Untuk melakukan lead generation yang maksimal, dibutuhkan content marketing unik dan bisa menarik perhatian target pembeli. 

Content marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan pembuatan konten untuk brand, dengan menggunakan internet sebagai platform utamanya.

Apakah Anda tahu apa saja bentuk content marketing yang banyak digunakan oleh content creator? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Baca juga: Strategi Membuat Content Marketing yang Menarik

Apa Itu Content Marketing

Majalah Forbes mendefinisikan content marketing sebagai strategi marketing dalam membuat dan membagikan konten yang unik, relevan, dan konsisten, dengan tujuan menarik perhatian audiens mereka.

Sementara itu, menurut Neil Patel, seorang ahli content marketing asal Inggris, berpendapat kalau content marketing dapat digunakan sebagai media membangun relasi yang kuat dengan para audiens untuk waktu yang lama. 

Itulah mengapa, dalam content marketing, sebuah konten mesti dibuat dan dibagikan sesuai kebutuhan audiens, agar tercipta kedekatannya dengan brand terkait.

Bentuk dan Contoh Content Marketing

Content marketing memang penting untuk memasarkan brand Anda. Tapi, kira-kira konten seperti apa yang harus dibuat untuk menarik perhatian para audiens? 

Ini dia beberapa bentuk dan contoh content marketing, yang mungkin bisa memberikan inspirasi buat Anda.

Blog

Blog adalah media yang tepat untuk membuat konten dan membagikannya kepada orang lain. Bentuk konten yang bisa diunggah tentu saja adalah artikel yang informatif, relevan dengan brand dan audiens Anda.

Agar artikel dan blog Anda mudah ditemukan, Anda harus menerapkan SEO yang benar. SEO dan content marketing adalah dua hal yang saling mendukung dan bisa membuat konten Anda mendapatkan visibilitas yang baik di laman mesin pencarian.

Jika Anda berhasil menerapkan strategi SEO yang baik, maka trafik pengunjung blog Anda juga akan meningkat pesat. 

Desain UI dan UX blog juga harus diperhatikan. Pastikan blog Anda mobile friendly alias mudah diakses melalui smartphone. Ini karena kebanyakan pengguna internet mengakses dunia maya dari genggaman mereka. Pastikan blog Anda punya waktu loading yang cepat dan tidak banyak gangguan.

Video dan Vlog

Perlu konten yang lebih atraktif, interaktif, dan menghibur? Anda bisa membuat video atau vlog yang diunggah ke media sosial seperti Instagram, YouTube, atau TikTok. 

Konten berbentuk video jauh lebih menarik minat audiens, apalagi jika berisi sesuatu yang sesuai dengan minat, hobi, atau kebutuhan mereka.

Perhatikan kualitas konten yang Anda unggah. Jangan asal membuat konten video atau vlog, hanya untuk menarik perhatian saja. Konten yang kurang berkualitas akan menciptakan citra atau image buruk buat brand Anda. Jika ini terjadi terus-menerus, bukan tidak mungkin semakin sulit buat Anda untuk memperbaikinya.

Baca juga: 8 Cara Membuat Podcast untuk Bisnis

Podcast

Bentuk konten yang tidak kalah populer belakangan ini adalah podcast. Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan podcast, bukan?

Jika audiens Anda adalah masyarakat kota besar yang sibuk dengan segudang aktivitas padat, Anda bisa melakukan promosi brand melalui podcastPodcast bisa didengarkan kapan saja dan di mana saja, bahkan di sela-sela aktivitas seperti saat dalam perjalanan, menunggu antrian, dan masih banyak lagi.

Podcast juga tidak menuntut pendengarnya untuk selalu terpaku pada layar, jadi cocok banget nih untuk audiens yang tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan smartphone mereka.

Masih banyak lagi bentuk dan contoh content marketing yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan brand

Tidak ada jenis konten yang lebih baik satu dibanding dengan yang lain, karena semuanya tergantung pada kebutuhan, tujuan, dan audiens Anda. 

Jadi sebelum memutuskan untuk membuat konten tertentu, pastikan Anda sudah melakukan riset mendalam.

9 Peluang Bisnis di Bidang IoT

Internet of Things (IoT) terus berkembang pesat mempermudah pekerjaan manusia. Kondisi ini sangat berdampak pada bisnis. Kehadiran IoT telah membuka banyak peluang bisnis. 

Berikut ini kami bagikan 10 peluang bisnis di bidang IoT yang perlu Anda pertimbangkan.

Baca juga: Apa Saja Startup Lokal Indonesia di Bidang IoT?

  1. Teknologi Suara
    Perangkat IoT seperti Siri dan Alexa merupakan teknologi suara canggih untuk melakukan pencarian berkali-kali hingga tak terhitung jumlahnya. Area IoT satu ini diprediksi akan berkembang pesat di masa depan.
    Terlebih lagi, teknologi suara otomatis ini bisa digunakan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan meningkatkan efektivitas. 
  2. Program Analisis
    IoT dimanfaatkan dalam sebuah software platform untuk bisnis, yang dapat mengubah data menjadi insight yang berharga. 
    Teknologi ini mungkin tercapai berkat sistem pintar, yang mengintegrasikan banyak hal; mulai dari historical data, hingga real-time data di operasional sebuah pabrik atau toko. 
    Program yang dijalankan dengan perangkat IoT mampu menangani data dalam jumlah besar. Misalnya kebutuhan aset produksi, biaya supply, hingga analisis tren bisnis di pasar regional.
  3. Area Monitoring
    Di konteks keamanan, IoT mampu meningkatkan keamanan dan melindungi aset dari akses ilegal orang tak bertanggung jawab. Misalnya, dengan penempatan kamera bersensor suara dan gerakan.
    Di area lain, pertanian dan peternakan misalnya, IoT dapat digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi jenis hewan. 
  4. Cybersecurity
    Segala sesuatu yang terhubung ke internet sangat rentan terhadap kejahatan siber (cybercrime). Di sisi lain, adanya IoT membuat semakin banyak perangkat terhubung ke internet.
    Kondisi yang bertolakbelakang tersebut membuka peluang baru di bidang cyber security. Terlebih lagi, ada pendapat mengatakan saat ini, perang tak lagi secara fisik melainkan cyber.

    Baca juga: Mengenal Smart Office dan Bagaimana Konsep Ini Mentransformasi Perusahaan
  5. Perumahan atau Real Estate 
    Properti masih menjadi primadona dalam investasi, dan juga memang kebutuhan dasar setiap manusia.
    Para developer properti saat ini pun semakin kreatif menarik minat pembeli. Salah satunya dengan menawarkan properti yang terintegrasi dengan perangkat IoT. Bahkan tak sedikit pula, kawasan pemukiman yang dilengkapi berbagai perangkat IoT.
    Fenomena ini bisa menjadi peluang bagi Anda untuk terjun sebagai provider perangkat IoT. Atau jika Anda memang seorang developer properti, dapat menambahkan IoT sebagai daya tarik.
  6. Bisnis Ritel
    Ketika smartphone terus menyempurnakan fitur pencarian lewat suara, maka akan semakin mudah orang untuk mencari informasi, termasuk mencari barang untuk dibeli.
    Hal itu telah ditunjukkan dengan adanya perangkat IoT seperti Alexa, Nest atau Siri. Makanya, tak heran jika banyak orang yang menggunakan perangkat IoT untuk berbelanja saat ini.
    Bagi pemilik bisnis ritel, kebiasaan baru ini menjadi channel pemasaran baru, sehingga menciptakan lapangan pekerjaan baru.
  7. Manajemen Persediaan Barang
    IoT punya peran penting dalam meningkatkan manajemen persediaan barang bisnis ritel.
    Perangkat IoT dapat menyimpan dan melacak posisi barang, yang merupakan salah satu tugas penting dalam menjalankan bisnis ritel offline dan e-commerce. Lewat IoT, stok barang yang habis dapat dilacak secara otomatis, untuk kemudian melakukan pesanan stok pengganti. 
    Dari sini, bisa dikatakan bahwa IoT menciptakan efisiensi, menghemat ruang, dan menghemat anggaran bisnis. 
  8. Layanan Kesehatan Virtual
    Peluang IoT bisnis berikutnya datang dari sektor kesehatan. IoT dapat digunakan untuk perawatan medis jarak jauh. Dengan kata lain, IoT memungkinan dokter dan pasien terhubung secara virtual.
    Teknologi ini memudahkan dokter dalam memantau kondisi kesehatan pasien, khususnya di daerah terpencil. Juga memudahkan pasien mengakses layanan kesehatan kapan pun ketika mereka membutuhkannya. 
  9. Perawatan Lansia
    Peluang bisnis lainnya, dapat berupa perangkat IoT guna merawat lansia, atau pasien yang hidup sendiri di sebuah tempat.
    Perangkat IoT dapat dimanfaatkan untuk memastikan kebutuhan lansia atau pasien terpenuhi. Misalnya, kebutuhan stok makanan atau persediaan rumah tangga lainnya.

Perbedaan B2B dan B2C Serta Contoh Bisnisnya di Indonesia

Ada banyak istilah marketing yang perlu ketahui jika terjun ke dunia bisnis. Salah satunya adalah B2B dan B2C. 

Apakah Anda familier dengan istilah tersebut? 

Jika belum, artikel ini akan menjelaskan kepada Anda; apa itu B2B dan B2C, serta apa saja perbedaannya secara target konsumen, strategi dan relasi dengan konsumen. Simak penjelasannya berikut ini.

Perbedaan Bisnis B2B dan B2C

Business to business (B2B) adalah model penjualan antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. 

Contoh bisnis B2B adalah ketika Anda menjalankan bisnis penyuplai bahan pakaian, dan mendistribusikan produk tersebut ke toko-toko atau bisnis fashion yang ada, sedangkan Business to customer (B2C) adalah model penjualan antara pelaku bisnis dengan konsumen. 

Model B2C mungkin akan lebih familier dan sering ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, seperti pedagang makanan atau pekerja yang menawarkan objek dagangan atau jasanya.

Bisnis B2B dan B2C terlihat sama. Namun, jauh berbeda kalau dibandingkan dari aspek target pasar, strategi pemasaran, dan relasinya dengan pembeli. 

Berikut ini penjelasan lebih detail tentang perbedaan B2B dengan B2C dari tiga aspek:

1. Target Pasar

Dari penjelasan sebelumnya, B2B dan B2C memiliki perbedaan target pasar yang cukup jelas. B2B menyasar pelaku bisnis, sedangkan B2C lebih menyasar penjualan langsung ke konsumen perorangan. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa prospek pasar B2B cenderung lebih kecil. Sebab jumlah pengusaha atau produsen lebih sedikit dan spesifik daripada konsumen perorangan. 

Berbeda dengan B2C yang punya pangsa pasar lebih besar dan luas. Bahkan pada beberapa bidang, bisa dibilang besaran pasarnya hampir tak terbatas. 

Namun, model bisnis B2C tidak bisa langsung dicap sebagai bisnis yang lebih baik daripada B2B. Karena bisnis tak sekadar dinilai dari pangsa pasarnya, tetapi juga kapitalisasi pasarnya; atau potensi jumlah nilai transaksi di dalamnya.

2. Strategi Pemasaran

Dalam konteks mengejar omzet, antara bisnis B2B dan B2C, butuh strategi pemasaran yang berbeda. 

Umumnya, bisnis B2B tak membutuhkan frekuensi transaksi yang sering. Akan tetapi, besaran transaksinya jauh lebih besar ketimbang bisnis B2C. 

Contoh: perusahaan otomotif yang memproduksi bus atau truk komersial. Jika dibanding produsen mobil pribadi, jumlah kendaraan yang diproduksi kalah jauh. Namun, harga sebuah bus atau truk bisa setara puluhan mobil pribadi. 

Beda halnya dengan bisnis B2C. Secara umum, perusahaan B2C mengejar penjualan barang atau jasa dalam jumlah besar. Artinya, kegiatan pemasaran yang dilakukan pun dilakukan secara masif ke banyak orang. 

3. Relasi dengan Pembeli

Proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen B2B dan B2C pun berbeda. Ini membuat relasi antara pembeli dengan perusahaan pun berbeda.

Seorang konsumen dari perusahaan B2B, biasanya butuh waktu lebih panjang dan rumit untuk memutuskan pembelian. Dengan begitu, konsumen cenderung loyal pada satu perusahaan B2B demi menghemat waktu di setiap transaksi. 

Tentunya di dalam transaksi B2B, kepuasan pembeli dan reputasi bisnis tetap memiliki andil dalam proses keputusan pembelian. Jika konsumen puas, mereka mungkin tidak akan berpikir dua kali untuk menggunakan supplier yang sama dalam jangka panjang. 

Hal berbeda terjadi di transaksi B2C. Karena transaksi cenderung berdasarkan motivasi personal dan proses keputusan cepat, masa hubungan antara penjual dan pembeli pun jauh lebih singkat. Bahkan, seorang konsumen dapat dengan mudah berpindah-pindah merek, meskipun tak ada keluhan.

Contoh Bisnis B2B dan B2C di Indonesia

Berikut ini contoh bisnis B2B di Indonesia yang mulai unjuk diri:

  • Bizzy
  • Mbiz
  • Ralali
  • Monotaro

Berikut ini contoh bisnis B2C di Indonesia:

  • Tokopedia
  • Bukalapak
  • Blibli
  • Gojek

6 E-Commerce B2B yang Ada di Indonesia

Menurut laporan katadata.co.id, e-commerce B2B (Business to Business) di beberapa negara seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, sudah mencatatkan angka transaksi hampir tiga kali lebih besar daripada e-commerce B2C.

Tak heran jika e-commerce B2B mulai gencar beriklan, seperti e-commerce B2C lainnya. 

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada 6 e-commerce B2B yang relatif terkenal di masyarakat. Meskipun tak terkenal seperti e-commerce B2C di Indonesia, bagi pemilik bisnis atau pekerja di pemerintahan, berbagai nama e-commerce B2B berikut mungkin sudah tak asing.  

AXIQoe.com

AXIQoes.com adalah e-commerce B2B dari PT. Astragraphia Xprins Indonesia yang dibentuk pada tahun 2015. Selain e-commerce, AXIQoe.com juga memiliki media pemasaran indirect channel

Pada tahun 2016, AXIQoe.com sudah menyentuh pasar pemerintahan dan bergabung sebagai penyedia E-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP). Inilah yang memperkuat posisi AXIQoe.com sebagai e-commerce B2G (Business to Government) di Indonesia. 

Ada berbagai jenis produk yang mereka tawarkan dengan menjamin keaslian produk dan service level agreement terbaik. Beberapa keunggulannya adalah gratis ongkos kirim untuk jumlah pembelanjaan tertentu dan fleksibilitas jatuh tempo pembayaran.

Bizzy.co.id

Bizzy merupakan perusahan yang tergabung dalam Sinarmas Group. Di dalamnya, ada beberapa sub-bisnis, yakni PT Bina Sinar Amity (Bizzy Logistic) dan PT Sinarmas Distribusi Nusantara (Bizzy Distribution). 

Bizzy Distribution bergerak sebagai distributor offline-to-online terkemuka di Indonesia. Dilengkapi dengan strategi digital kuat serta teknologi mutakhir untuk memaksimalkan produktivitas berdasarkan data (data driven)

Februari 2021 silam, perusahaan teknologi, Warung Pintar telah mengakuisisi Bizzy Digital, demi memperkuat posisi korporasinya di pasar e-commerce B2B dan mendukung rencana ekspansinya yang lebih luas di Indonesia. 

Salah satu fitur unggulan di Bizzy adalah Bizzy Select. Fitur tersebut diklaim dapat menghemat biaya pembelian bagi pemilik bisnis B2B. Selain itu, ada fitur Bizzy Benefits yang menyediakan kebutuhan harian karyawan perusahaan. 

B2b.id

B2b.id merupakan bagian dari Bhinneka.com, situs penyedia barang elektronik komputer, laptop, software, dan aksesori gadget lainnya, yang tergolong pelopor e-commerce di Indonesia. 

Melalui b2b.id atau yang disebut Bhinneka Bisnis, mereka menghadirkan layanan pengadaan barang profesional, untuk memenuhi kebutuhan korporasi atau perusahaan yang bisa dilakukan secara online

Dalam b2b.id, fitur proses persetujuan pembelian dapat disesuaikan dengan otorisasi, sehingga terdapat kendali nominal transaksi sesuai anggaran. Fitur ini dapat meminimalisir potensi korupsi anggaran yang kerap jadi persoalan di sistem pengadaan konvensional. 

Mbiz.co.id

Ecommerce B2B di Indonesia berikutnya adalah Mbiz.co.id. 

Mereka menawarkan layanan pengadaan barang dan jasa e-procurement yang terintegrasi. Hadirnya solusi ini diharapkan dapat mencegah korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, terutama di instansi pemerintah atau perusahaan swasta. 

Mbiz.co.id juga memiliki berbagai layanan lainnya, seperti pengelolaan anggaran, proses persetujuan, pemesanan, fulfillment tracking, pembayaran, spend reporting, dan analisis dalam satu platform. Terdapat pula fitur budget control dan fitur akses multi-login yang juga terintegrasi.

Ralali.com

Ralali.com adalah online B2B marketplace lainnya yang juga menawarkan kemudahan proses transaksi jual-beli lewat teknologi. Berbagai fitur di dalamnya juga menjamin keamanan dan transparansi antara penjual dan pembeli. 

Yang berbeda dari e-commerce B2B satu ini, bukan hanya pembeli korporat yang dapat melakukan transaksi, mereka juga melayani transaksi ritel. 

Harga grosir di Ralali.com termasuk kompetitif dan transparan dengan produk yang dikelompokkan sesuai jenis usaha. 

Monotaro.id

Monotaro.di adalah e-commerce B2B di Indonesia yang menyediakan berbagai kebutuhan bisnis, khususnya produk MRO (Maintenance, Repair and Operation).

Secara spesifik, produk MRO meliputi: alat kesehatan kerja, perkakas tangan dan listrik, kebutuhan otomotif dan mekanikal, mesin las, alat laboratorium, alat kelistrikan, hingga perlengkapan kantor dan kebutuhan dapur. 

Ada dua tipe transaksi yang bisa dilakukan di Monotaro.id: yakni secara online dan offline

Salah satu hal menarik dari Monotaro.id, yaitu penawaran gratis ongkos kirim untuk jumlah pembelanjaan tertentu.

10 NFT Termahal di Dunia, Tertarik Mengoleksinya?

NFT atau Non-Fungible Token sangat populer akhir-akhir ini. Banyak kolektor dan investor berlomba-lomba membeli NFT, bahkan tidak jarang harganya selangit. 

Kalau dari Indonesia ada Ghozali Everyday yang dihargai hingga Rp1,7 miliar! Harga tersebut ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan puluhan NFT lain di dunia.

Yuk, simak 10 NFT termahal yang ada di dunia dari berbagai seniman berikut ini!

1. The Merge

NFT ini dibuat oleh seniman bernama “Pak”. NFT buatannya secara resmi menjadi NFT termahal di dunia sejak dilelang pada 2 Desember 2021 silam. 

Satu hal yang menarik, NFT ini bukan sekadar dijual ke satu orang, melainkan oleh 28.983 orang sekaligus. Ini terjadi karena NFT telah melewati proses pemisahan. 

Nilai yang berhasil dilelang oleh puluhan ribu kolektor tersebut mencapai USD91,8 juta (Rp1,3 triliun). 

2. Everydays: the First 5000 Days

Inilah NFT buatan seniman yang sedang hits saat ini, Mike Winkelmann atau yang populer dengan nama Beeple.

Banyak orang tidak kaget jika harga Everydays yang mencapai USD69 juta (Rp985 miliar)! 

NFT ini merupakan kolase dari 5000 lebih karya Beeple yang dikerjakan setiap hari mulai dari 2007 hingga 2020.

3. Clock

Seperti namanya, NFT ini memang hanya berupa jam yang menghitung hari saat Julian Assange, pendiri WikiLeaks, dipenjara. Clock sendiri memang hasil kolaborasi Assange dengan Pak. 

Tujuan dibuatnya NFT ini untuk menggalang dana demi membela Assange di pengadilan. 

NFT ini dibeli oleh AssangeDAO, komunitas yang terdiri dari 10 ribu orang pembela Assange. Harga NFT ini mencapai USD52,7 juta (Rp755 miliar).

4. HUMAN ONE

Selain Everydays, HUMAN ONE adalah karya Beeple lainnya yang mendapat predikat sebagai NFT termahal dunia. 

HUMAN ONE terjual pada 9 November 2021 dengan harga USD30 juta (Rp430 miliar).. 

5. CryptoPunk #7523

Banyak yang menganggap CryptoPunk adalah proyek NFT biasa. Namun kenyataannya, karya #7523 ini berhasil dijual dengan harga cukup fantastis dan menjadi koleksi langka dari CryptoPunk itu sendiri. 

CryptoPunk #7523 terjual dengan harga USD11,75 juta (Rp168 miliar).

6. CryptoPunk #3100

NFT nomor 3100 dari CryptoPunk terjual pada 11 Maret 2021 seharga USD7,67 juta (Rp110 miliar). 

Sama seperti NFT CryptoPunk lainnya, NFT ini bergambar berupa alien yang mengenakan aksesori headband sederhana. 

7. CryptoPunk #7804

Karya lain dari CryptoPunk ini diberi nama #7804 dan termasuk salah satu yang terlangka dari seri “Alien”, yang dikerjakan seniman ini. 

NFT ini sukses dijual seharga USD7,6 juta (Rp109 miliar) dengan menampilkan gambar alien bertopi baret yang sedang mengisap cerutu. 

8. Crossroad 

Crossroad merupakan salah satu NFT lain dari seniman Beeple. 

Beda dengan NFT kebanyakan, karya ini merupakan film pendek dengan durasi 10 detik. Menggambarkan seseorang berjalan melewati tubuh raksasa yang tertelungkup di pinggir jalan dengan berbagai macam hinaan yang tertulis di atasnya. 

Sama seperti karya Beeple yang lainnya, NFT seharga USD6,6 juta (Rp94,6 miliar) ini bernilai tinggi karena dianggap memiliki makna mendalam.

9. A Coin for the Ferryman

NFT ini dibuat pada 2018 dan menjadi salah satu karya pertama dari seniman XCopy. 

A Coin for the Ferryman terjual pada 4 November 2021 seharga USD6 juta (Rp860 miliar).

10. Ocean Front

Menutup daftar 10 NFT termahal di dunia, ada karya ketiga dari Beeple yang dinamakan Ocean Front.

NFT Ocean Front berhasil dijual seharga USD6 juta (Rp860 miliar).