Belajar dari Cerita Sukses Strategi Marketing 6 Perusahaan Besar Dunia

Strategi marketing merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan sebuah bisnis. Meski sebuah bisnis memiliki produk berkualitas baik, konsumen tidak akan mengetahuinya jika perusahaan tidak berhasil mengenalkannya pada pasar. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat agar calon konsumen mengetahui secara detail produk yang ditawarkan perusahaan.

Tanpa adanya strategi marketing yang baik, maka cukup sulit untuk mengembangkan bisnis. Ini bisa berujung pada daya saing bisnis/perusahaan yang akan terus turun, hingga akhirnya kalah sama sekali dengan pesaing, yang mungkin memiliki produk dengan kualitas di bawah. 

Dalam sebuah survey yang dilakukan perusahaan penyedia aplikasi marketing calendarCoSchedule, pada 3,217 marketer terungkap bahwa perusahaan yang mendokumentasikan strategi marketing mereka memiliki persentase kesuksesan 500% lebih tinggi dibandingkan bisnis yang tidak memiliki strategi marketing sama sekali.

Fungsi & Tujuan Strategi Marketing

Secara umum, strategi marketing dapat diartikan sebagai panduan yang berisi hal-hal berikut ini:

  1. Siapa target bisnis Anda.
  2. Bagaimana Anda menjelaskan bisnis Anda dan segala keuntungannya pada pengguna.
  3. Bagaimana Anda membedakan produk Anda dengan produk lain yang ada di pasar.
  4. Budget marketing dan sumber pembiayaan.
  5. Definisi sukses dan keberhasilan sebuah campaign marketing.

Secara spesifik, strategi marketing memiliki empat fungsi. Keempat fungsi ini juga mencakup strategi konten marketing, antara lain:

1. Petunjuk arah bisnis

Lewat strategi marketing yang baik, perusahaan bisa mengalokasikan sumber daya dengan efektif untuk membidik pangsa pasar produknya. Sehingga, pada akhirnya bisa membantu perusahaan mencapai target. Penerapannya jika diiringi dengan strategi konten marketing yang baik, akan mampu lebih tepat sasaran membidik calon konsumen. Terutama apabila produk perusahaan membidik demografi yang spesifik, seperti millennial yang banyak berinteraksi dengan dunia digital.

2. Alat meraih tujuan jangka pendek-menengah-panjang

 

Strategi marketing diterapkan dengan mempertimbangkan tujuan atau goal perusahaan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi yang diterapkan untuk tiap target timeline ini jelas berbeda, karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda pula. 

Contohnya, jika perusahaan memiliki tujuan mengenalkan produknya maka ini masuk dalam tujuan jangka pendek. Pemasaran dan strategi konten marketing yang digunakan pun akan berbeda apabila perusahaan ingin memperluas jangkauan pangsa pasar produknya.

Baca Juga: Memaksimalkan Potensi dengan PMP (Project Management Professional) Certification

 3. Panduan Kerja

Strategi marketing dapat diterapkan dalam internal perusahaan untuk mengatur jalannya bisnis. Sehingga tim pemasaran dapat bersinergi serta dapat menjalankan perannya dengan efektif.

4. Menciptakan demand

 

Melihat peluang dengan cara berbeda adalah salah satu fungsi strategi marketing yang mempengaruhi kelangsungan bisnis. Peluang tidak selalu ada pada permintaan pasar, tapi juga diciptakan sendiri oleh pelaku usaha. Caranya adalah dengan tepat guna menginformasikan kepada konsumen mengenai pentingnya suatu produk, sehingga konsumen yang awalnya merasa tidak butuh membeli sesuatu menjadi tergerak untuk membeli. Misalnya, konsumen sebenarnya tidak perlu mengganti handphone setiap tahun. Namun dengan strategi marketing yang tepat, konsumen bisa diyakinkan untuk mengubah behavior-nya.

Melalui penerapan strategi marketing dan strategi konten marketing yang tepat sasaran, maka perusahaan bisa meningkatkan brand awareness produknya. Lebih dari sekadar itu saja, konsumen juga dapat memahami value dan kualitas brand yang diusung

strategi marketing

Contoh Strategi Marketing Terbaik

 

Ada banyak kisah sukses strategi marketing di dunia, termasuk di dalamnya perusahaan yang sukses menerapkan strategi konten marketing. Namun, di sini kita akan membahas enam perusahaan yang mampu menerapkannya secara maksimal.

1. Canva

 

Canva adalah startup unicorn yang didirikan pada tahun 2012 yang saat ini memiliki valuasi sebesar US$ 2,5 miliar, dengan lebih dari 15 juta pengguna. Produk Canva memungkinkan pelaku usaha untuk membuat desain profesional dengan menggunakan infografis, bagan, dan gambar blog secara gratis. 

Canva menghasilkan uang dengan menawarkan ikon premium untuk digunakan dalam iklan. Tetapi masih ada banyak ikon gratis untuk membuat desain yang bisa dimanfaatkan pengguna. 

Strategi marketing yang dijalankan Canva ini cukup unik, karena mengandalkan konten yang dibuat pengguna. Produk yang dibuat Canva ini sangat berharga, sehingga perusahaan tidak kesulitan memasarkannya. 

Untuk mendorong pertumbuhan, Canva memanfaatkan peran influencer dan membawa Guy Kawasaki (spesialis pemasaran dan pemodal ventura yang merupakan salah satu karyawan yang bertanggung jawab untuk memasarkan lini komputer Macintosh Apple pada 1984). Ia adalah penggemar berat alat tersebut dan ketika tim Canva mengetahuinya, mereka terhubung dengannya hingga akhirnya menjadi Chief Evangelist mereka. 

Bisa dikatakan strategi marketing yang diterapkan Canva adalah menciptakan produk yang sedemikian bagus dan berguna bagi konsumen. Melalui produk ini, pengguna akan membagikannya atau mempromosikannya tanpa diminta. Kemudian demi memperkuat jangkauan, Canva mengambil strategi menggandeng influencer ternama untuk membantu menyebarkan produknya.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Project Management Tools Terbaik yang Dibutuhkan Para Manager

2. GoPro

 

GoPro adalah produsen kamera yang banyak digunakan dalam olahraga ekstrem. Kamera ini biasanya digunakan di lokasi yang berbahaya atau untuk menunjukkan kepada audiens point of view dari pengguna. GoPro juga mengambil strategi marketing user-generated content untuk memasarkan produknya. 

Strategi ini bisa dilakukan karena GoPro memungkinkan pengguna untuk memasarkan konten yang direkam selama melakukan kegiatan. Sangat sedikit konten merek GoPro yang dibuat sendiri. 

Ini sering merupakan kompilasi video yang diedit dengan baik dari pengguna yang melakukan aktivitas apa pun yang mereka minati dengan GoPro mereka. Kesuksesan strategi ini kemudian diperkuat melalui strategi konten marketing dengan menciptakan tantangan kepada pengguna. 

Pada dasarnya, pengguna mengirimkan video petualangan mereka yang direkam dengan GoPro untuk kesempatan memenangkan hadiah US$ 1 juta. Karena dibuat oleh pengguna, hampir tidak ada biaya untuk memproduksinya. GoPro menjadi satu kisah strategi marketing yang sukses, karena brand ini menempatkan pengguna tak hanya sebagai konsumen, melainkan juga duta.

3. VaynerMedia

 

Gary Vaynerchuk atau lebih dikenal dengan Gary Vee adalah seseorang yang berhasil menerapkan strategi marketing yang berfokus pada upaya merangkul tren dan media baru. 

Gary Vee memulainya dengan Wine Library TV, sebuah webcast harian yang mencakup segala hal tentang wine. Setelah menyadari potensinya, Gary kemudian berinvestasi lebih banyak dan memulai #AskGaryVee Show pada 2014, di mana ia menjawab pertanyaan orang-orang tentang pemasaran, media sosial, dan kewirausahaan. Saat ini ia memiliki acara DailyVee

Video-videonya berhasil karena ia menghasilkan konten berkualitas dalam format TV yang dinikmati orang. Menonton TV jauh lebih menghibur daripada menonton video membosankan lainnya tentang betapa sulitnya mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, ia menggabungkan keduanya untuk membuat konten yang sangat menarik.

Pelajaran menarik yang bisa dipetik dari kisah kesuksesan Gary Vee adalah pelaku usaha harus jeli melihat dan mengadopsi tren baru dengan cepat. Strategi marketing yang satu ini dapat membantu dalam hal membangun pengikut, sebelum ekosistemnya menjadi super kompetitif.

Selain itu, perlu juga untuk mengenal audiens dan bersikap autentik (tidak dibuat-buat). Ini akan membuat audiens melihat orisinalitas brand dan tetap setia mengikutinya.

4. Grammarly

 

Grammarly adalah pemeriksa ejaan dan tata bahasa, serta pendeteksi plagiarisme. Software ini menggunakan machine learning untuk meningkatkan kemampuannya dengan menggunakan data dari kesalahan umum pengguna. 

Strategi marketing yang diterapkan oleh Grammarly adalah dengan memanfaatkan blog. Fokusnya adalah mengedukasi pengguna mengenai cara memanfaatkan Grammarly secara maksimal.

Ini membuat pengguna terus terlibat dan memanfaatkan Grammarly. Tidak berhenti di konten, software juga fokus mengajarkan pengguna untuk menjadi penulis yang lebih baik. Layanan ini mampu mengarahkan pengguna terkait kesalahan penulisan yang dibuat dan penyelesaiannya. 

Grammarly mengirimkan laporan kemajuan mingguan kepada pelanggan untuk menawarkan wawasan tentang Aktivitas, Penguasaan, dan Kosakata. Statistik ini mudah dibagikan dan membantu meningkatkan keterlibatan sosial. Grammarly juga memberi ringkasan kesalahan teratas yang harus ditangani pengguna.

Melalui software ini, kita belajar bagaimana strategi marketing dapat diterapkan dengan menghadirkan konten yang mampu mengedukasi pengguna.

Membuat konten yang memberi pengguna kemampuan untuk tidak membutuhkan alat, layanan, atau produk Anda mungkin tampak kontraproduktif, tetapi hal itu justru membangun otoritas dan kepercayaan pengguna. Selain itu, jika suatu produk yang dihasilkan terbukti membantu maka sebagian besar pengguna masih akan menggunakan produk tersebut.

Baca Juga: Manfaat dan Tahap Penting Proses Manajemen Risiko Pada Perusahaan

5. Spotify

 

Spotify adalah aplikasi musik yang mengedepankan fitur kustomisasi. Melalui fitur ini Spotify menawarkan e-mail khusus, daftar putar, dan bahkan situs mikro berbasis data yang mengedepankan kebiasaan mendengarkan masing-masing pengguna. Pada tahun 2018, Spotify meluncurkan kampanye “Wrapped” dimana pengguna menerima e-mail yang menunjukan musik paling sering didengar dengan cara penyampain seperti cerita.

Kampanye ini diteruskan pada 2019, yang menampilkan cerita dari dekade terakhir, dan diperluas melalui Podcast. Melalui kampanye ini pengguna dapat membagikan pengalaman mereka berdasarkan list jenis lagu yang paling sering didengar. Ini merupakan bentuk strategi marketing yang melibatkan pengguna. 

Spotify menunjukkan bahwa strategi marketing terbaik adalah meningkatkan keterlibatan dengan audiens/pengguna. Hal ini semakin sempurna dengan menyesuaikan produk atau layanan berdasarkan preferensi pengguna.

6. IKEA

 

Perusahaan furniture asal Swedia ini tergolong jagonya dalam menjalankan strategi marketing yang unik. Selain menggunakan blog yang berisi banyak informasi seputar produknya dengan perspektif yang unik, IKEA juga melibatkan pengguna/konsumen dengan memanfaatkan teknologi. Sebagai contoh, pada 2019 IKEA meluncurkan kampanye Buy With Time untuk menjawab kesulitan konsumen yang membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke gerai IKEA. 

Kampanye ini memungkinkan konsumen menggunakan Google Maps untuk menunjukkan berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk sampai ke toko. 

Ini menunjukkan bahwa strategi marketing yang tepat sasaran bisa dilakukan dengan membuat kampanye yang menarik dan mampu mendorong konsumen membeli produk. Jika awalnya konsumen enggan karena membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai IKEA, maka dengan kampanye Buy With Time, konsumen akan berpikir ulang karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai toko akan diperhitungkan sebagai pengurang harga.

Itulah gambaran strategi marketing yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar ternama di dunia. Semoga bermanfaat dan bisa diaplikasikan untuk perusahaan Anda.

9 Kisah Sukses tentang Strategi Branding yang Klasik Tapi Tetap Relevan di Era Digital

Dalam bisnis, brand memegang peran yang sangat vital. Alasannya karena brand merupakan identitas bisnis yang membedakan sebuah merek dengan merek lainnya. Namun, untuk membuat brand yang melekat kuat pada ingatan konsumen suatu pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan sebuah strategi branding yang tepat untuk memenangkan kompetisi yang semakin ketat.

Awalnya, branding dimaknai sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang kasat mata dari sebuah merek. Contohnya seperti nama dagang, logo, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen.

Namun, seiring perubahan zaman definisinya semakin berkembang. Saat ini, branding dapat diartikan sebagai upaya komunikasi yang dilakukan perusahaan, sebagai salah satu strategi untuk membangun dan membesarkan merek. 


Nah, bagi Anda yang sedang berupaya untuk membesarkan sebuah brand, artikel ini akan membantu Anda dengan mengulas 9 strategi branding yang mencapai sukses besar. Namun, sebelum membahas cerita tersebut, ada baiknya untuk memahami lebih lanjut mengenai strategi branding terlebih dahulu.

inner strategi branding

Strategi Branding: Definisi, Tujuan & Penerapannya

Strategi branding merupakan rencana untuk mencapai serangkaian tujuan jangka panjang yang pada akhirnya menghasilkan identifikasi dan preferensi merek. Strategi yang sukses ini mencakup visi-misi, janji kepada pelanggan, dan bagaimana mengkomunikasikannya. Strategi yang dimaksud adalah bagaimana perusahaan mengkomunikasikan merek produk, dan bagaimana produk atau merek tersebut mampu menjawab kebutuhan konsumen.

Banyak pelaku usaha yang seringkali salah paham terkait strategi branding. Umumnya, perusahaan hanya fokus pada masalah desain dan/atau warna logo atau situs web. Meski faktor-faktor ini tergolong sebagai bagian integral dari branding. Namun, strategi branding efektif harus menyasar pada semua elemen tidak berwujud, yang dari waktu ke waktu mendorong kesadaran merek, ekuitas merek, dan sentimen merek.

Tujuan utama dari strategi branding adalah untuk memberitahu konsumen bahwa merek yang diusung ini nyata (benar-benar ada), serta mengkomunikasikan tujuan merek. Kemudian, strategi tersebut harus mampu mendefinisikannya secara tepat, sehingga mudah dimengerti oleh pasar. Strategi yang diterapkan ini harus berjangka panjang, yang sering kali perlu ditinjau kembali dari waktu ke waktu berdasarkan keberhasilannya atau kekurangannya.

Keberhasilan strategi branding tidak selalu mudah diukur, karena seringkali melibatkan elemen tidak berwujud. Oleh karena itu, dalam menyusunnya penting ditetapkan terlebih dahulu apa parameter utama yang akan digunakan untuk mengukur kesuksesan strategi tersebut.

Agar mencapai tujuan yang ditetapkan, terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab melalui strategi branding, antara lain:

  1. Apa tujuan merek/brand dan bagaimana perusahaan mengkomunikasikannya?
  2. Masalah apa yang hendak dipecahkan melalui brand yang diusung?
  3. Bagaimana hal tersebut akan menguntungkan konsumen?
  4. Bagaimana perusahaan mengidentifikasi konsumen?
  5. Segmen pelanggan seperti apa yang akan mendapatkan keuntungan dari merek?
  6. Bagaimana perusahaan mengidentifikasi pesaing?
  7. Bagaimana perusahaan melibatkan calon konsumen?

Baca Juga: Memahami Karakteristik Utama yang Harus Dimiliki Perusahaan Manufaktur

Patut diingat, dalam menjalankan strategi branding, perusahaan harus selalu berevolusi. Ini dilakukan agar brand yang diusung tetap relevan, mengikuti perkembangan zaman. Misalnya soal logo, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan mengubahnya tanpa mengurangi makna dan pesan yang terdapat dalam desainnya.

Adaptasi teknologi juga memainkan peranan penting dalam strategi branding. Lewat website misalnya, perusahaan bisa mengkomunikasikan brand yang diusung kepada khalayak umum. Namun tak berhenti di situ, branding melalui situs juga harus berkembang mengikuti tujuan/strategi yang dicanangkan. 


Membuat website yang eye catching serta memiliki fitur multi language juga akan menjawab bagaimana perusahaan mengidentifikasi konsumen. Ini membuat brand yang diusung dapat menjangkau konsumen dari berbagai negara, jika sebelumnya brand tersebut sudah memiliki akar kuat secara domestik.

Strategi Branding

9 Kisah Branding Paling Sukses Sepanjang Masa

Ada banyak kisah sukses strategi branding di dunia, terutama dari perusahaan-perusahaan yang telah berdiri sejak lama dan mampu tetap relevan di masa kini. Di sini Anda akan membahas 9 contoh perusahaan yang sukses menerapkan strategi tersebut.

1. Coca Cola

 

Bicara mengenai branding tak lengkap tanpa menyebutkan Coca Cola sebagai salah satu kisah sukses. Perusahaan veteran di dunia Food & Beverages (F&B) ini berhasil mengubah citra dan menjadi minuman favorit secara global.

Bisa dibilang Coca Cola merupakan ahlinya dalam mengkomunikasikan brand-nya. Setiap iklan yang dikeluarkan semuanya fokus pada individu, bukan kepada produknya. Namun, strategi branding seperti ini justru membuatnya mampu menyampaikan pesan yang diusung sejak awal yakni “Sharing and Happiness”. Dengan membuat konten yang fokus kepada cerita individu, diiringi dengan kilasan mengenai produknya, Coca Cola berhasil membuat audiens-nya terhubung dengan brand.

Branding Coca Cola semakin meluas, dengan meluncurkan kampanye “Think Local, Act Local” di awal tahun 2000-an. Strategi ini memungkinkan brand Coca Cola dikenal semakin luas di seluruh dunia karena mampu menyampaikan pesan yang sesuai dengan tempat/negara di mana ia beroperasi.

2. Pepsi

 

Pepsi adalah salah satu minuman ringan paling terkenal di seluruh dunia. Sangat sedikit orang di dunia yang belum pernah mencicipi minuman ini. Strategi branding yang diusung oleh Pepsi fokus pada kesederhanaan dalam logonya. Melalui mengikuti pendekatan minimalis, Pepsi mengadopsi dua warna dasar dan menjadikan nama produk dengan font unik sebagai logo.

Pepsi juga mampu memposisikan merek dan produknya dengan sangat baik sebagai minuman pilihan generasi muda. Ini dapat dilihat melalui kampanye pemasaran dan iklan. Pelanggan Pepsi sebagian besar berusia antara 13 dan 35 tahun dari kelas menengah ke bawah hingga kelas atas dengan gaya hidup yang sibuk dan modern. Ini adalah bentuk strategi branding yang fokus pada segmen demografi yang spesifik.

3. Lipton Tea 

 

Penggemar teh pasti mengakui lekatnya merek Lipton Tea pada pasar teh. Selain karena rasa tehnya yang memang enak, juga karena strategi branding yang sukses. Padahal, perusahaan ini sebelumnya menerapkan strategi branding yang kurang efektif, yakni memasukkan semua informasi pada kemasan produk. Sebagai respons gagalnya strategi awal, Lipton Tea kemudian menelurkan konsep “less is more”.

Perubahan ini terlihat dari iklan Lipton Tea, yang secara visual sangat berbeda. Sebelumnya. iklan Lipton Tea agak “berantakan” karena memasukkan semua informasi yang tersedia di dalamnya dan menggunakan ide cerita yang biasa. 

Sementara, pada iklan dirancang untuk menimbulkan rasa rileks dan tenang karena itulah yang pesan yang ingin disampaikan Lipton Tea, bahwa produknya mampu menenangkan dan membuat rileks. Lipton Tea juga mengubah kemasan yang kemudian sukses merepresentasi jati diri merek dan berkomunikasi kepada pelanggannya.

Baca Juga: Penerapan POAC untuk Manajemen Perusahaan Anda

4. Dunkin Donuts

 

Dunkin Donuts berhasil memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi branding. Strategi komunikasi brand ini fokus untuk mendorong konsumen bercerita dan berinteraksi di media sosial. 

Ini ditunjukkan dalam salah satu kampanye tersuksesnya, yakni #mydunkin, yang mendorong konsumen untuk berbagi momen Dunkin Donuts, dengan konsumen lain, yang kemudian ditampilkan dalam iklan. Dorongan merek untuk terhubung dengan konsumen di media sosial merupakan ide yang orisinal.

5. BMW

 

BMW adalah salah satu brand terkemuka dalam industri otomotif. Selama beberapa dekade mereka telah mendapatkan citra mewah, presisi dan berkualitas ala bangsa Jerman. Namun, posisi branding BMW saat ini didasarkan pada slogan “The Ultimate Driving Machine“. Melalui slogan tersebut, BMW menyampaikan pesan bahwa produk miliknya menawarkan power.

Dengan strategi ini, BMW berhasil mengkonsolidasikan identitas awal yang mewah dan kekuatan sebuah mesin buatan Jerman.

6. Cadbury

 

Perusahaan coklat asal Inggris ini menjadi salah satu contoh kesuksesan strategi branding yang mengikuti strategi diversifikasi produk. Dengan mendiversifikasi rangkaian produknya, perusahaan mampu mengubah dirinya menjadi merek internasional dengan dampak signifikan pada industri makanan dan minuman global.

Cadbury juga menjadikan bisnis inti mereka sebagai prioritas utama untuk menarik anak-anak. Perusahaan ini menjual produk kepada anak-anak, baik secara langsung atau melalui orang tua. Teknik pemasaran perusahaan berfokus pada konsep “fun and joyful”, dan memiliki seluruh lini produk yang dibuat khusus untuk anak-anak (Cadbury Land). 

Cadbury juga memahami pentingnya untuk tetap relevan dan menarik. Dengan demikian, perusahaan secara teratur memperbarui kemasannya dengan pembungkus baru, font ukuran berbeda atau penggunaan warna baru. Meskipun demikian, ia masih menyimpan logo lama yang sudah dikenal oleh dunia.

7. McDonald’s

 

McDonald’s merupakan salah satu merek yang sukses mengamankan tempat mereka di benak konsumen. Salah satu faktor penentunya adalah logo. Setiap kali Anda melihat lengkungan emas, pasti langsung mengenali bahwa itu adalah logo McDonald’s. Kemudian ketika Anda memikirkan mengenai hamburger, pasti McDonald’s langsung muncul di pikiran.

McDonald’s juga sukses beradaptasi dan fokus pada kebutuhan konsumen. Ini terlihat dari menunya yang berbeda-beda di tiap negara. Menu selalu disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan konsumen untuk memastikan pelanggan terus mengunjungi outlet-nya. Variasi menu yang mengikuti selera lokal terbukti ampuh memenangkan pasar di negara tempat McDonald’s beroperasi.

8. Shell

 

Dari sekian banyak logo yang terkenal, salah satu yang menempati ruang di benak konsumen adalah logo Shell yang paling dikenal di dunia. Desainnya yang sederhana, namun tetap menampilkan karakteristik perusahaan menjadi salah satu strategi branding yang dijalankan perusahaan minyak ini.

Selain itu, Shell juga fokus memasarkan brand-nya dengan memilih pendekatan pelayanan yang menjawab kebutuhan konsumen. Dalam arti, Shell tidak hanya menjual bahan bakar dan pelumas, melainkan juga menyediakan layanan otomotif, seperti ganti oli dan spooring & balancing. Melalui layanan ini, konsumen yang sebelumnya hanya sesekali membeli oli Shell akan beralih menjadi konsumen tetap.

9. Quaker 

 

Strategi branding yang diterapkan Quaker mampu membuat merek makanan sehat ini tetap relevan, meski pasar kini banyak diserbu produk-produk serupa. Perubahan logo yang lebih ramping dan ringan menjadi salah satu cara yang diambil. Ini ditambah dengan menyematkan kata “Est 1877” untuk menegaskan bahwa Quaker telah hadir sejak lama sebagai solusi makanan sehat.

Merek Quaker sendiri telah menahbiskan diri sebagai solusi makanan sehat. Alhasil, meski perusahaan ini juga menelurkan produk makanan ringan, pie dan brownies, konsumen tetap yakin bahwa makanan tersebut adalah makanan sehat.

Baca Juga: Pentingnya Memilih Brand dengan Service Center Luas

Ada pelajaran tersembunyi dalam prosedur branding keseluruhan dari semua merek. Siapa yang mengira bahwa perubahan sederhana pada logo dapat menarik banyak pelanggan, tetapi itu adalah kenyataan untuk beberapa merek besar.


Selain itu, branding yang sukses ternyata juga diiringi dengan ide-ide yang out of the box, yang dapat membawa sebuah merek mencapai puncak, bahkan merajai pangsa pasar global. Adaptasi dengan melihat kebutuhan konsumen yang berbeda-beda, juga menjadi salah satu bentuk strategi branding yang efektif.

Cara Membuat QR Code untuk Bisnis, Mudah dan Cepat!

QR Code kini menjadi salah satu kanal pemasaran yang penting. Melalui QR Code, pelaku usaha dapat melakukan banyak hal, mulai dari menyampaikan informasi kepada calon konsumen serta melakukan pelacakan minat konsumen yang memindai QR Code.

Secara sederhana, QR Code atau Quick Response Code serupa dengan barcode yang lazim digunakan industri ritel untuk mengetahui persediaan dan harga produk. Perbedaannya terletak pada jumlah data yang dapat disimpan atau dibagi. 

Jenis QR Code

 

Jika barcode adalah kode satu dimensi yang hanya dapat menyimpan 20 digit angka, QR Code adalah kode matriks dua dimensi yang dapat menyimpan informasi ribuan karakter alfanumerik. QR Code dibagi menjadi dua, yang keduanya memiliki fungsi yang berbeda yakni:

1. QR Code Statis

 

Ini adalah jenis QR Code yang setelah dibuat, tidak bisa lagi diubah. Pemilik usaha menggunakan jenis QR code ini untuk menampilkan gambar katalog produk terbaru toko online atau rekening bank untuk menerima pembayaran secara online.

2. QR Code Dinamis

 

QR Code dinamis menyimpan data yang bisa diperbaharui atau diubah. Jenis QR Code satu ini cocok digunakan untuk menyimpan data URL laman website toko online atau media sosial toko online. Ketika menggunakan QR Code dinamis, pemilik usaha cukup melakukan update pada informasi URL yang digunakan atau akun media sosial untuk promosi produk.

Sebelum mengetahui cara membuat QR Code, perlu bagi pelaku usaha untuk tahu terlebih dahulu cara kerjanya, yaitu dengan menyimpan data berupa URL, nomor telepon, teks, dan pesan yang dapat digunakan pada majalah, surat harian, iklan, kartu nama, atau media lainnya.

Kehadiran QR Code memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, pengguna juga dapat menghasilkan dan mencetak sendiri QR Code untuk orang lain dengan mengunjungi salah satu dari beberapa ensiklopedia QR Code

Kode ini dapat digunakan pada smartphone yang memiliki aplikasi pembaca QR code. Pengguna smartphone hanya perlu mengaktifkan program pemindai dan mengarahkan kamera ke QR code. Selanjutnya, program pembaca akan secara otomatis memindai data yang telah tertanam sebelumnya.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Project Management Tools Terbaik yang Dibutuhkan Para Manager

Aplikasi untuk Membuat QR Code 

QR Code dapat dibuat dengan memanfaatkan situs-situs kode metriks ini yang dapat dapat diakses secara gratis di internet. Caranya pun cukup praktis karena hanya perlu memasukkan tautan atau link yang ingin dibuatkan QR Code. Tautan tersebut dapat berisi teks, gambar, video, kontak, dan lokasi. Beberapa situs yang bisa menjadi referensi untuk membuat QR code antara lain:

 1. QR Code Generator

 

Ini merupakan situs pembuat QR code yang mudah digunakan. Pembuatan melalui situs ini juga cukup mudah, karena pengguna cukup mengunjungi situsnya, kemudian memasukkan tautan yang akan dibuat QR Code

Keunggulan dari QR Code Generator adalah pengguna bisa menentukan warna dari QR code, bingkai, dan menyisipkan logo pada QR Code yang akan dibuat. Saat ini, QR Code Generator sudah tersedia untuk aplikasi android, sehingga pengguna cukup mengunduh dan menginstal aplikasinya pada smartphone.

 2. QR Code Monkey

 

Cara membuat QR Code selanjutnya bisa dilakukan dengan QR Code Monkey. Fungsiyang disediakan QR Code Monkey sedikit lebih banyak dari QR Code Generator karena memungkinkan pengguna untuk membentuk sebuah QR Code dan menyimpannya dalam format PNG, SVG, PDF, dan EPS. Tidak hanya itu, resolusi yang dihasilkan juga cukup tinggi.

 3. QR Stuff

 

Cara membuat QR Code dengan mudah juga bisa dilakukan melalui QR Stuff. Keunggulan QR Stuff adalah tampilan situs yang cukup sederhana dan ringan. Meski untuk menambahkan gambar diperlukan berlangganan menjadi anggota QR Stuff, namun fitur yang ditawarkan tidak kalah canggih dibandingkan pembuat QR Code lainnya.

Selain tiga situs tersebut, ada beberapa situs lain yang juga bisa dimanfaatkan untuk membuat QR Code. Namun, sejauh ini tiga situs ini tergolong yang paling sering digunakan. Keberadaan situs-situs ini menunjukkan bahwa cara membuat QR Code tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan cenderung praktis dan tidak membutuhkan banyak biaya.


Baca Juga: Memahami SDGs (Sustainable Development Goals) dan Perannya dalam Bisnis

Cara Membuat QR Code

Panduan Cara Membuat QR Code

Setelah mengetahui situs-situs mana saja yang bisa dimanfaatkan, maka ada baiknya pelaku usaha mengerti petunjuk cara membuat QR Code secara umum. Proses pembuatan kode QR cukup mudah, yakni cukup mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Pilih Pembuat QR Code

 

Hal yang harus diperhatikan ketika memilih pembuat QR Code adalah apakah pelaku usaha dapat melacak dan menganalisis kinerja, dan apakah itu memungkinkan untuk merancang kode yang unik untuk merek. Beberapa QR Code misalnya, menampilkan logo dan ikon lain di dalam kode yang segera memberi tahu orang-orang informasi apa yang akan mereka dapatkan dari memindainya.

2. Pilih Konten yang Ingin Dipromosikan 

 

Pertama, pilih jenis konten yang ingin dipromosikan melalui QR Code. Pelaku usaha bebas memilih, apakah URL, texte-mail atau halaman Facebook, yang ingin dipromosikan melalui QR Code.

3. Memasukkan Data pada Form 

 

Setelah memilih jenis konten yang ingin dipromosikan dengan QR Code, sebuah bidang atau formulir akan muncul di mana pelaku usaha dapat memasukkan informasi yang sesuai dengan kampanye yang sedang dijalankan. Jika ingin QR Code menyimpan informasi kontak misalnya, pelaku usaha akan melihat sekumpulan bidang tempat pelaku usaha dapat memasukkan alamat email, baris subjek, dan pesan terkait.

4. Mengunduh QR Code Dinamis

 

Dengan kode QR dinamis, pelaku usaha dapat mengedit beberapa data dalam QR Code. Setelah mencetak kode QR dinamis, pelaku usaha dapat memindainya, dan mengambil formulir yang dapat diedit. Ini memungkinkan pengguna untuk mengubah data yang akan diterima pengunjung calon konsumen ketika mereka memindai QR Code.

5. Kustomisasi

 

Pengguna dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi QR Code yang dibuat, melalui penyesuaian warna, menambahkan logo, atau membuat opsi sosial. Patut diingat, tidak semua QR Code Generator tidak menyediakan opsi ini. 

Oleh karena itu, jika pengguna ingin melakukan kustomisasi maka harus spesifik memilih QR Code Generator yang memungkinkan hal ini. Namun, perlu diingat bahwa beberapa kustomisasi dapat mempersulit aplikasi pemindaian QR Code untuk membaca kode dengan benar. Sebaiknya pengguna membuat dua versi, yakni satu versi biasa dan satu lagi versi yang dikustomisasi.

6. Uji QR Code 

 

Untuk memastikan QR Code yang dibuat berfungsi, maka sebelum dibagikan pengguna sebaiknya mengujinya. Ini dilakukan karena QR Code yang dikustomisasi dapat mempersulit beberapa aplikasi seluler untuk membacanya. Selain itu, setelah membuatnya, perlu diperiksa bahwa QR Code terbaca dengan benar, dan memastikan untuk mencoba menggunakan lebih dari satu alat pembaca.

Baca Juga: Manfaat dan Tahap Penting Proses Manajemen Risiko Pada Perusahaan

7. Distribusikan QR Code

 

QR Code tidak akan dapat melakukan tugasnya kecuali jika dilihat. Jadi, pastikan setelah membuatnya, pelaku usaha harus membuat rencana distribusinya. Cara ini bisa termasuk menampilkannya di media sosial, iklan cetak, pakaian, atau lokasi fisik. 

Selain membagikan kode, pelaku usaha mungkin juga ingin menyertakan instruksi teks dalam berbagai promosi yang menunjukkan kepada orang-orang yang kurang paham teknologi cara memindainya. Dengan cara ini tidak ada gesekan jika orang ingin memindai kode tetapi tidak tahu caranya.

8. Lacak dan Analisis Kinerja QR Code

 

Sama seperti kampanye pemasaran lainnya, pelaku usaha harus menindaklanjuti jaminan atau kampanye apa pun yang menggunakan QR Code untuk melihat apakah mereka benar-benar berfungsi. Ini mencakup berapa banyak lalu lintas yang berasal dari setiap kode tertentu. 

Kemudian, pastikan apakah orang-orang yang memindai kode tersebut menukarkan penawaran begitu mereka membuka halaman arahan. Analisis kinerja ini juga mencakup apakah orang-orang tertarik untuk memindai atau tidak. Mengetahui hal ini akan membantu pelaku usaha memecahkan masalah dan meningkatkan performa QR Code yang berkinerja buruk.


Seperti itulah gambaran cara membuat QR Code yang tepat untuk memasarkan bisnis Anda. Semoga informasi ini bermanfaat.

Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Desain Grafis

Memilih laptop untuk desain grafis memang tidak mudah. Pekerjaan desain grafis membutuhkan laptop dengan spesifikasi tinggi untuk menjalankan program-program tertentu. Laptop yang tepat akan sangat meringankan pekerjaan seorang graphic designer.

Untuk menghemat budget, seorang graphic designer bisa saja menggunakan laptop dengan spesifikasi “tanggung” untuk mengerjakan tugasnya. Namun ada yang harus dikorbankan, yakni produktivitas dan kualitas hasil pekerjaan yang dapat berkurang jauh dibandingkan jika menggunakan laptop dengan spesifikasi mumpuni.

Laptop untuk desain grafis setidaknya mampu memudahkan seorang graphic designer untuk melakukan editing foto dan video. Spesifikasi yang dibutuhkan pun harus mampu menunjang program-program terbaru, yang umumnya tidak bisa dijalankan jika menggunakan laptop biasa.

Spesifikasi Laptop untuk Desain Grafis

Ada beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan dalam memilih laptop untuk desain grafis, antara lain:

1. Layar 

 

Jika ingin membeli sebuah laptop untuk keperluan multimedia dan desain grafis, layar menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Tipe panel pada layar biasanya akan mempengaruhi kenyamanan pengguna. Untuk itu, dalam memilih laptop untuk desain grafis, disarankan memilih tipe panel layar IPS, baik untuk layar LCD maupun LED. Keunggulan panel IPS adalah tingkat keakuratan dan tampilan yang lebih konsisten dan nyata ketika dilihat dari berbagai sudut pandang.

Untuk keperluan desain grafis, layar yang berukuran besar akan lebih membantu. Besar minimal layar yang nyaman untuk desain grafis adalah 13,3 inch. Namun, disarankan untuk memilih laptop dengan layar 14 atau 15 inch. Kemudian, layar laptop yang dipilih juga memiliki kepadatan pixel yang mumpuni. Untuk keperluan desain grafis dan multimedia kepadatan pixel yang disarankan adalah 1920 x 1080 (full HD), 2560 x 1440 (quad HD) atau 3840 x 2160 (4K UHD).

Baca Juga: 6 Kemampuan Komunikasi Bisnis yang Penting Dikuasai

2. Prosesor

 

Prosesor merupakan bagian utama yang melakukan pekerjaan paling berat dalam laptop. Komponen ini bertanggung jawab untuk melakukan semua perhitungan logis dan matematis dari setiap proses atau perintah yang diberikan oleh pengguna.

Prosesor yang sebaiknya minimal dimiliki dalam laptop untuk desain grafis adalah prosesor prosesor Intel Core i5 generasi ke-9 atau ke-10. Jika preferensi pengguna cenderung ke AMD, maka disarankan untuk mencari laptop dengan prosesor minimal seri A6, A8, A10, atau seri FX.

3. VGA

 

VGA atau GPU adalah bagian dari laptop yang bertugas menangani tampilan visual. Kecuali beberapa seri Xeon dari Intel, semua prosesor Intel dan AMD telah menyertakan VGA atau GPU yang terintegrasi dalam prosesor. 

Untuk editing foto atau membuat desain sebenarnya sudah cukup, tetapi dalam batas-batas tertentu. Untuk mendapatkan kecepatan kerja dan tampilan yang lebih bagus, akan sangat membantu jika sebuah laptop untuk desain grafis itu memiliki VGA atau GPU tersendiri dengan kapasitas minimal 2GB.

4. RAM

 

Komponen yang juga sangat berpengaruh terhadap kinerja laptop untuk desain grafis adalah RAM. Kapasitas yang disarankan untuk pekerjaan desain grafis adalah RAM di adalah 4 GB, yang merupakan kapasitas di atas rata-rata laptop saat ini, yakni 2 GB.

Selain kapasitas RAM, penting bagi seorang graphic designer memilih laptop yang memiliki slot memori tambahan. Ini diperlukan ketika pengguna harus menambah atau melakukan upgrade. Jika memilih laptop dengan modul RAM yang tertanam langsung di motherboard akan menyulitkan saat pekerjaan desain grafis mengharuskan untuk melakukan install program yang “berat”. Untuk itu, sebaiknya mencari laptop dengan slot memori yang mampu di-upgrade minimal hingga 8 GB.

5. Hard Disk

 

Laptop untuk desain grafis tidak hanya memerlukan media penyimpanan yang besar, tapi juga cepat. Untuk itu diperlukan kapasitas hard disk minimal 1 TB atau lebih. Besaran kapasitas ini tidak berlebihan, mengingat desain grafis seringkali bersinggungan dengan file gambar dan foto dengan resolusi tinggi. Jika tidak, maka kapasitas hard disk akan penuh dengan cepat.

Baca Juga: 7 Strategi Word of Mouth dalam Dunia Marketing

Di luar spesifikasi, graphic designer juga memiliki preferensi sendiri terkait sistem operasi yang terkandung di dalam laptop yang digunakan. Perlu diketahui, terdapat tiga sistem operasi yang lazim digunakan pada laptop untuk desain grafis, yakni Windows dan Linux. Ketiganya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pada Windows, selain memiliki harga yang cenderung lebih murah dan pilihan yang beragam, laptop untuk desain grafis dengan sistem operasi ioni akan lebih mudah untuk dimodifikasi sesuai dengan keinginan. Dengan begitu, jika pengguna merasa laptop sudah cukup lambat, mengubah beberapa bagian dari laptop bukanlah masalah. 

Sistem operasi lainnya pada laptop untuk desain grafis adalah Linux. Sistem operasi ini mungkin tidak cukup terkenal, tapi bagi pengguna yang juga gemar mengutak-atik laptop, Linux bisa menjadi pilihan karena mudah dilakukan berbagai perubahan. Namun, perlu diingat bahwa laptop yang menggunakan sistem operasi Linux tidak memiliki aplikasi selengkap Windows.


Baca Juga: Apa itu Business Plan dan Cara Membuatnya untuk Memulai Usaha Anda

Pilihan Laptop Acer Terbaik untuk Desain Grafis

Selain dari spesifikasi minimum, memilih laptop untuk desain grafis memang tergantung dari preferensi dari user. Namun, satu merek yang patut menjadi pertimbangan adalah Acer. Popularitasnya yang tinggi di Indonesia, harga yang terjangkau, serta spesifikasi yang tangguh jadi segelintir kelebihan dari laptop besutan Taiwan ini.

Ada beberapa laptop keluaran Acer yang sangat cocok digunakan untuk pekerjaan desain grafis. Berikut tiga jenis laptop Acer yang cocok digunakan untuk desain grafis:

1. ConceptD 7 Ezel Pro CC715-91P

Laptop ini sangat cocok digunakan untuk desain grafis, karena mampu menampilkan detail warna dan gambar yang tampak lebih nyata. Hal ini didukung layar dengan standar warna profesional, mulai dari 100% Adobe® RGB Color Gamut yang mencakup rentan warna lebih luas daripada gamut sRGB, sertifikasi PANTONE®, dan Delta E

2. ConceptD 7 Ezel Pro CC715-71P

 

Laptop ini memiliki tingkat komponen yang sama dengan yang ditemukan di notebook gaming papan atas, seperti Razer Blade 15 Advanced (2020). Di dalamnya terdapat prosesor Intel Core i7-10875H delapan inti (basis 2,3GHz, hingga 5,1GHz turbo), kartu grafis Nvidia GeForce RTX 2080 Super Max-Q 8GB, memori 32GB, dan solid-state drive 2TB. Spesifikasi yang terkandung dalam laptop ini tergolong sangat mumpuni untuk mengerjakan desain grafis.

3. ConceptD 7 Ezel Pro CC314-72P

 

Didesain untuk alur kerja desain 2D dan 3D, laptop ini menggunakan prosesor Intel Core i7-10750H baru dengan GPU Laptop NVIDIA GeForce RTX 3060. Melalui memori DDR4 3200 Hz hingga 64 GB dan SSD PCIe Gen 4 M.2 2 TB di Raid 0, laptop ini menyediakan semua yang dibutuhkan desainer grafis untuk menangani pengeditan video 4K.


Nah, itulah pilihan laptop Acer terbaik untuk pekerjaan desain grafis. Untuk pilihan laptop yang lebih lengkap, kunjungi Acer sekarang juga dan temukan laptop terbaik yang sesuai dengan kebutuhan.

Kecerdasan Buatan & Data Analitik untuk Profesi Hukum di Era Digital

Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global menciptakan permasalahan tersendiri bagi pelaku profesi hukum, khususnya yang berperan sebagai in house corporate legal pada perusahaan. Berbagai tim hukum di perusahaan-perusahaan besar dunia memang melaporkan adanya peningkatan beban kerja sejak pandemi dengan kenaikan paling terbesar datang dari urusan ketenagakerjaan (44%), peraturan dan hubungan pemerintahan (42%) serta risiko hukum dan kepatuhan (39%).

Meningkatnya beban kerja tersebut disebabkan oleh transformasi digital yang mendorong perusahaan melakukan perubahan-perubahan strategis dalam bisnis mereka. Pergeseran strategi bisnis juga diikuti oleh perubahan kebijakan internal perusahaan. Sementara dari sisi eksternal, banyak peraturan pemerintah dibuat khusus sebagai payung hukum bisnis digital.

Bisnis digital juga memunculkan risiko-risiko baru di bidang hukum seperti data security dan data privacy. Selain itu, jumlah pemangku kepentingan yang harus dikelola oleh tim legal risk and compliance juga ikut bertambah.

Adanya peningkatan beban kerja tersebut ternyata menimbulkan kendala bagi tim legal perusahaan. Penyebabnya, peningkatan beban kerja tidak diimbangi bertambahnya jumlah karyawan untuk tim hukum. Oleh karenanya, banyak di antara para pengambil keputusan, yakni level manajer divisi legal, melimpahkan beban kerja tersebut pada pihak ketiga seperti firma hukum / kantor advokat.

Perkembangan teknologi digital sebenarnya telah memberikan solusi bagi masalah tersebut. Sejumlah teknologi terbaru diciptakan untuk mempermudah dan mengurangi beban kerja para penasehat hukum perusahaan. Namun, berdasarkan riset Gartner, perusahaan konsultan teknologi informasi dan komunikasi asal Amerika Serikat, penggunaan teknologi di kalangan tim legal perusahaan masih sangat rendah. Sebagian besar pekerjaan legal masih dilakukan secara manual. 

Baca Juga: Review Windows 11: Sistem Operasi terbaik untuk Hybrid Working

Solusi Apa Saja yang Tersedia?

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan data analitik memberi harapan baru bagi profesi hukum. Teknologi kini dapat meningkatkan akurasi pengambilan keputusan yang sebelumnya sangat bergantung pada intuisi, analisa personal, dan keterbatasan informasi. Lantas, secara konkrit apa saja pekerjaan legal perusahaan yang dapat diotomatisasi oleh mesin? Berikut ini contoh beberapa teknologi tersebut.

  • Entity managementTools ini menyediakan data akurat yang berisi informasi tentang para pemangku kepentingan mulai dari pemegang saham, direktur. Tools ini juga secara otomatis menyusun draft resolusi yang dapat menghemat waktu saat harus melakukan legal drafting.
  • End to end contract managementTools ini dapat menghemat banyak waktu dengan mengotomatisasi pembuatan draft kontrak, mengedit draft dan version control, tanda tangan digital serta melakukan review dan menganalisis hingga mengutip klausul-klausul tertentu dalam kontrak. Bahkan tools ini mampu memvisualisasi komponen-komponen dalam kontrak.
  • E-discoveryTools ini diperuntukan bagi pekerjaan uji kelayakan, review dokumen dan analisa segmentasi data.
  • E-discovery exploratory data analysis. Fungsinya untuk membantu mengidentifikasi informasi-informasi yang berkaitan dengan kasus hukum tertentu.
  • Contract exploratory data analysis. Fungsinya untuk mengotomatisasi ekstraksi data agar penyimpanan data bisa lebih terorganisir, terklasifikasi sesuai elemen utama dalam kontrak bisnis seperti tanggal, kata kunci, nilai dan entitas yang terlibat.
  • Analisa risiko dalam kontrak. Teknologi ini menggunakan identifikasi pola dan analisis linguistik untuk menemukan bahasa yang ambigu, ketentuan yang hilang atau klausul dan persyaratan yang memiliki potensi risiko hukum.

Salah satu kelemahan utama yang ada pada berbagai tim legal perusahaan adalah pengetahuan teknologi yang sangat minim. Untungnya, sekian teknologi AI dan data analitik yang tersedia di pasar tidak membutuhkan kemampuan coding atau membutuhkan kemampuan yang relatif rendah.

Keuntungan Mengintegrasikan Teknologi dalam Pekerjaan Legal

Secara umum, kehadiran teknologi dapat menghemat waktu dan meringankan beban kerja para profesional bidang hukum. Namun, sebenarnya ada banyak keuntungan lain yang diperoleh dengan mengadopsi teknologi. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Meminimalisir Human Error

Dalam pekerjaan legal, menulis dokumen legal merupakan salah satu pekerjaan utama. Dengan penggunaan AI dan data analitik, potensi error dalam penulisan dokumen legal jadi semakin berkurang. Selain itu, format dokumen juga jadi lebih baik untuk dipresentasikan pada para pemangku kepentingan.

  • Fokus Meningkatkan Kualitas

Kualitas seorang legal dapat diukur dari bagaimana nasihat hukum yang diberikan, baik itu terkait kontrak, aksi korporasi seperti merger dan akuisisi hingga proses litigasi. Dengan mengeliminasi pekerjaan administratif yang memakan waktu, fokus bisa lebih diarahkan pada pekerjaan yang strategis tersebut.

Baca Juga: 7 Contoh Penggunaan IoT yang Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia

  • Menyeimbangkan Kerja dan Kehidupan Personal

Seperti telah disinggung pada awal artikel, tantangan yang muncul di era pandemi adalah meningkatnya beban kerja para corporate lawyer. Dengan penggunaan teknologi yang dapat menghemat banyak waktu kerja, kualitas hidup para pekerja hukum juga dapat meningkat dan mengurangi kebosanan akibat kerja administrasi yang repetitif dan monoton.

  • Kepuasan Client

Pada akhirnya, kepuasan pemilik perusahaan merupakan objektif utama pekerjaan corporate legal. Hal tersebut dapat dicapai seiring meningkatnya kualitas produk yang dihasilkan para pekerja legal.

Demikianlah ulasan mengenai teknologi kecerdasan buatan dan data analitik serta perannya bagi profesi hukum. Untuk mengaplikasikan sekian teknologi tersebut, pastikan untuk mempertimbangkan sejumlah hal seperti kesesuaian dengan anggaran, maintenance dan kemudahan dalam operasional. Semoga informasi ini bermanfaat.