Membangun Teamwork, Pahami Definisi dan Manfaatnya dalam Bisnis

“Jika ingin berjalan cepat, maka jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, maka jalanlah bersama-sama”. Begitu pula dalam bisnis, kalimat tersebut menguatkan pentingnya kerja sama tim dalam mencapai keberhasilan. Maka, jika ingin membangun perusahaan besar dan sukses, bangunlah teamwork Anda terlebih dahulu.

Teamwork adalah salah satu pondasi dalam pembagian kerja peradaban modern. Teamwork yang baik dapat menjadi salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan. Namun, menciptakan suatu tim tentu bukanlah hal mudah, karena setiap individu memiliki kemampuan dan kepribadian yang berbeda-beda.

Selain dapat meningkatkan kinerja bisnis, teamwork menjadi salah satu soft skill yang wajib dimiliki oleh setiap karyawan. Selain itu, kerja sama tim juga dapat membantu divisi SDM mengelola kebijakan, mulai dari pembelajaran, pengembangan, hingga budaya tempat kerja. Tentu, semua itu berdampak pada keberhasilan perusahaan.

Seberapa pengaruhnya soft skill ini dalam perusahaan? Apa yang menjadi tujuan teamwork? Simak penjelasan mengenai apa itu teamwork dan manfaatnya dalam bisnis di bawah ini.

Definisi Teamwork untuk Bisnis

Teamwork

Secara luas, teamwork dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang berkaitan dengan kooperasi dan koordinasi yang dapat menghasilkan suatu kolaborasi. Definisi tersebut bukan hanya berbicara mengenai ikatan organisasi atau kelompok yang menunjang keberhasilan bisnis, tapi juga mengacu pada kemampuan yang harus dimiliki para karyawan.

Teamwork mengarah pada kemampuan berkomunikasi, mendengarkan, dan mengeksekusi pekerjaan secara terkoordinasi. Terutama di tengah peliknya kondisi pandemi, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis adalah dengan membangun kerja tim yang baik agar bekerja lebih produktif, efisien dan efektif. Dengan demikian, masalah-masalah dalam pekerjaan dapat diselesaikan dan target yang direncanakan juga tercapai.

Baca juga: Pengertian Sociopreneur dan Karakteristiknya

Apa Manfaat Teamwork untuk Perusahaan?

Membangun perusahaan membutuhkan visi yang kuat sebagai pondasi, dan kerja sama tim sebagai tiang penyangganya untuk mencapai target bisnis. Dengan demikian, harus diakui bahwa kemajuan perusahaan dipengaruhi oleh teamwork di dalamnya. Semakin solid teamwork yang terbentuk, semakin besar peluang kesuksesannya.

Tujuan teamwork adalah mampu membuat pekerjaan sesulit apapun menjadi lebih ringan untuk dikerjakan. Dengan kerja tim, semua kelemahan yang dimiliki masing-masing individu bisa ditutupi oleh kelebihan yang dimiliki individu lainnya. Kerja sama tim bukan sekadar mengumpulkan orang-orang hebat, melainkan juga bagaimana anggota tim bisa saling bersinergi dan berbagi pengalaman serta kemampuan.

Selain itu, teamwork juga dapat membuat perusahaan memiliki sistem kerja yang lebih rapi dan terorganisir. Lingkungan dan budaya kerja yang ada dapat menciptakan rasa kebersamaan dan memiliki terhadap perusahaan.

Kerja sama tim juga memberikan manfaat bagi bisnis jika dilakukan dengan baik. Berikut sejumlah manfaat adanya teamwork dalam perusahaan:

1. Mempercepat menyelesaikan suatu pekerjaan

Dalam kelompok kerja dengan beberapa anggota yang memiliki kesamaan target akan mempermudah dan mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan. Ini dikarenakan dalam kelompok tersebut memungkinkan adanya pembagian tugas. Artinya, setiap orang memiliki lingkup kerja masing-masing dan bertanggung jawab atas tugasnya tersebut. Dengan demikian pekerjaan apa pun lebih mudah diselesaikan.

2. Menghasilkan ide yang lebih kreatif dan objektif

Kerja sama dengan beberapa orang dengan perbedaan pandangan dan latar belakang memberi peluang bagi kelompok tersebut saat menyelesaikan pekerjaaan. Dari banyaknya pemikiran, akan menghasilkan ide-ide yang lebih besar dan kreatif.

Ide kreatif juga dapat memecahkan suatu masalah menjadi solusi yang objektif dan konkret. Ini dihasilkan dengan melakukan musyawarah dan mufakat pada semua anggota. Berbagai pemikiran berbeda berpotensi memunculkan sudut pandang baru dalam menyelesaikan masalah. Tentu ini tak hanya bermanfaat bagi individu saja, tapi juga perusahaan.

3. Meningkatkan produktivitas dan sarana pengembangan diri

Tujuan teamwork adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Tugas yang banyak bisa diselesaikan dengan cepat dan produktivitas masing-masing individu jadi meningkat. Sementara, dari efisiensi pekerjaan, individu bisa belajar atau melakukan aktivitas lain yang dapat menunjang pengembangan dirinya, baik soft skill maupun hard skill. Selain itu, dengan teamwork, maka informasi yang dapat diperoleh akan lebih beragam dibandingkan dengan bekerja sendirian.

Baca Juga: 6 Kemampuan Komunikasi Bisnis yang Penting Dikuasai

Cara Membangun Teamwork

 Teamwork adalah

Setiap individu dalam perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan. Kelemahan itu bisa menghambat target pekerjaan jika Anda bekerja sendiri. Dengan demikian, membangun teamwork itu penting bila perusahaan ingin mendapatkan hasil maksimal.

Lebih jauh, tidak mungkin seseorang dapat mengerjakan semua pekerjaan sekaligus, bukan? Ada orang  yang menguasai bidang analisis, ada yang lebih fasih berkomunikasi, ada pula yang ahli dalam memasarkan barang dan jasa. Jika perusahaan dapat memaksimalkan potensi mereka dalam satu tujuan yang sama, target pekerjaan pun lebih cepat selesai dengan hasil yang baik.

Lalu, bagaimana cara membangun teamwork yang solid agar karyawan dapat bekerja sama mewujudkan tujuan perusahaan? Berikut langkah-langkah membangun kerja sama tim yang baik.

1. Perusahaan menentukan visi dan misi yang jelas

Visi dan misi perusahaan bukan sebagai formalitas, melainkan alat bantu yang efektif dalam merumuskan tujuan perusahaan. Ini juga membuat karyawan memahami arah bisnis atau perusahaan. Dengan menyatukan tujuan yang ingin dicapai, tiap individu akan termotivasi, saling berkoordinasi, dan menjalankan peran masing-masing secara maksimal untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

2. Pemimpin merumuskan aturan dan sistem kerja

Langkah kedua untuk membangun teamwork adalah membuat sistem kerja dan aturan yang jelas. Cara ini penting dilakukan agar fungsi kerja setiap individu tidak ada yang tumpang tindih atau overlapping.

3. Mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan setiap karyawan

Selanjutnya, perusahaan mengelompokkan atau memilih anggota yang berkualitas sesuai kemampuan yang dimiliki. Mulai dari leader yang memiliki jiwa kepemimpinan, anggota dengan pengetahuan bisnis yang mumpuni, hingga tim pelaksana yang punya skill pemasaran di bidang bisnis yang Anda jalankan. Dengan demikian, semua anggota tim bisa saling mendukung. Ini juga menghindarkan adanya kasus orang yang tak memiliki kapabilitas menduduki posisi yang bukan seharusnya.

4. Karyawan diberi kebebasan mengemukakan pendapat

Menciptakan suasana kerja tim yang baik bukan hal mudah, terutama mengenai keleluasaan individu dalam menyampaikan ide dan gagasan. Tak jarang, karyawan merasa segan dan tidak percaya diri apabila menyampaikan ide, saran, atau kritik kepada perusahaan. Dengan demikian, ciptakan suasana kerja di mana tiap orang bisa menyampaikan idenya tanpa beban.

5. Melakukan kegiatan team building

Ini jadi langkah terbaik sekaligus digemari. Perusahaan bisa menanamkan kebersamaan tak hanya dari tugas-tugas, tapi juga bisa melalui kegiatan yang seru dan santai, seperti team building atau kegiatan gathering lainnya di luar kantor. Tujuannya untuk meredakan stres akibat pekerjaan, menumbuhkan kebersamaan, membangkitkan motivasi, menanamkan rasa memiliki terhadap perusahaan, dan menjadi ajang komunikasi karyawan satu sama lain.

6. Monitoring dan evaluasi

Langkah ini perlu Anda lakukan untuk mengetahui kinerja tim, kemampuan sebuah tim, dan keberhasilan pencapaian tim. Adanya monitoring dan evaluasi secara berkala dapat meningkatkan kualitas tim.

Baca Juga: Bagaimana Membangun Brand Building di Era Digital Saat Ini?

Budaya membangun teamwork juga semakin modern seiring perkembangan zaman. Anda bisa memanfaatkan teknologi dengan semaksimal mungkin dalam berkolaborasi. Acer Chromebook CB 514 bisa menjadi solusi perangkat penunjang kerja teamwork di perusahaan masa kini.

Acer Chromebook CB 514 juga mendukung tren kerja jarak jauh (remote), yaitu tiap individu bisa tetap duduk nyaman untuk saling berdiskusi. Terdapat fitur-fitur kolaboratif penunjang kerja, seperti Google Slides, Docs, Sheets, dan sebagainya berbasis cloud.

Memberikan tenaga dan kinerja maksimum dengan menggunakan prosesor Intel Core Generasi ke-11, Anda dapat mengandalkan laptop ini, karena memiliki daya tahan baterai hingga 10 jam. Ini memberikan kenyamanan ketika harus bekerja sama secara virtual, seperti lewat email atau video call, di mana saja dan kapan saja. Dengan sistem komputasi cloud, Anda tak perlu khawatir soal keamanannya.

Dukungan aplikasi di Acer Chromebook CB 514 dapat menunjang formasi teamwork yang kuat, seperti penyesuaian jadwal dalam kelompok, menetapkan waktu untuk rapat kerja melalui video conference, atau bentuk komunikasi lain yang dirasa perlu untuk dilakukan.

***

Selain menawarkan kesempatan untuk perkembangan profesionalitas, teamwork akan membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan mudah. Jika kerja sama dan kolaborasi sudah dicapai, lingkungan kerja yang dibangun akan sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Kerja sama tim yang efektif tidak bersifat formalitas, melainkan seharusnya bersifat fungsional.

Pahami Fungsi dan Cara Kerja Hybrid Cloud Computing

Cloud computing telah mengubah cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah bisnis. Semula yang hanya dapat mengakses data melalui perangkat keras, kini bisa di mana saja dengan perangkat mobile. Teknologi ini memungkinkan Anda menyimpan atau mengakses suatu program, aplikasi, atau data via internet.

Cloud computing dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Pertama, public cloud, yaitu model komputasi yang dikirimkan melalui internet dan dibagikan ke seluruh organisasi atau perusahaan. Kedua, private cloud, yaitu didedikasikan hanya untuk organisasi atau perusahaan Anda. Ketiga, gabungan public dan private cloud yang disebut ‘hybrid cloud computing’.

Nah, model hybrid cloud computing menjadi tawaran menarik tersendiri. Alasannya karena dapat memberikan dampak yang berbeda dengan kedua jenis lainnya, terutama soal biaya dan keamanan. Selain itu, model hibrida ini bisa menjadi solusi perusahaan yang membutuhkan kapasitas ekstra maupun cadangan pada infrastruktur teknologi informasi yang sudah ada.

Seberapa pentingnya penggunaan infrastruktur model komputasi awan hibrida dalam pengelolaan data perusahaan? Mari simak  mengenai hybrid cloud computing lebih jauh.

Cloud Computing

Solusi Hybrid Cloud Computing Membantu Perusahaan

Secara teoritis, hybrid cloud computing memungkinkan perusahaan dapat menggunakan private cloud pada IT mereka, lalu melengkapi infrastruktur dengan public cloud untuk mengakomodasi lonjakan traffic yang sesekali terjadi.

Tergantung desain dan arsitektur sistem yang Anda terapkan, namun banyak organisasi besar yang menggunakan  private cloud sebagai infrastruktur primer (utama), sementara public cloud sebagai jaringan sekunder atau cadangan yang digunakan bila dibutuhkan saja. Singkatnya, Anda menggunakan public cloud untuk data yang tidak sensitif guna menghemat biaya, tetapi tetap memiliki private cloud untuk keamanan data yang bersifat sensitif.

Solusi hybrid cloud computing bisa memecahkan persoalan bagi perusahaan yang perlu kapasitas dan sumber daya tambahan dalam waktu cepat. Jika proses pengadaan perangkat baru untuk private cloud memerlukan waktu hingga berbulan-bulan, ekspansi kapasitas dan sumber daya di public cloud bisa dilakukan dalam hitungan menit.

Berikut ciri-ciri perusahaan menggunakan komputasi awan hibrida:

  1. Perusahaan menggunakan platform pengembangan publik atau aplikasi yang mengirimkan data ke private cloud maupun data center pribadi.
  2. Ketika sebuah perusahaan memanfaatkan sejumlah aplikasi SaaS (Software as a Service) dan terjadi pemindahan data antara private cloud dengan data center pribadi.
  3. Proses bisnis dirancang sebagai sebuah layanan, sehingga dapat terhubung dengan dua atau lebih zona, namun seolah-olah mereka berada dalam satu lingkungan.

Baca juga: Cloud vs Data Center, Apa Perbedaan dan Manfaatnya?

Fungsi Hybrid Cloud Computing untuk Perusahaan

Fungsi Cloud Computing

Melalui pemanfaatan komputasi awan hibrida, perusahaan dapat mengombinasikan proses pengolahan data dengan pemanfaatan cloud computing dan olah data secara langsung di data center perusahaan. Lalu, kapan teknologi tersebut digunakan? Hybrid cloud computing cocok digunakan untuk beban kerja yang dinamis. Contohnya, e-commerce atau bisnis travel yang kerap terjadi lonjakan permintaan pada saat-saat tertentu.

Sebenarnya, selain e-commerce atau bisnis travel, hampir semua sektor lain bisa berkembang lebih pesat dengan teknologi model komputasi awan hibrida, terutama, antara lain, sektor keuangan, developer game, transportasi, dan sektor kesehatan.

Jika bisnis Anda bergerak pada bidang-bidang tersebut, beberapa fungsi hybrid cloud computing di bawah ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengaplikasikannya pada bisnis Anda:

  1. Dengan teknologi ini, Anda dapat memanfaatkan fitur-fitur seperti API yang sama dengan sistem cloud computing sehingga dapat mempercepat proses pengolahan data secara lokal tanpa adanya delay berlebih. Contohnya, pada sektor kesehatan, fitur tersebut bisa mengolah informasi medis secara responsif dan cepat melalui cloud yang didukung oleh penyimpanan data secara lokal. Fitur yang terintegrasi tersebut meningkatkan akselerasi dalam inovasi pelayanan perusahaan terhadap konsumen.
  2. Pemanfaatan model hybrid cloud computing ini juga cocok bagi perusahaan yang memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar luas. Teknologi jaringan tersebut membantu perusahaan memiliki sistem penyimpanan data yang terintegrasi melalui konektivitas internet meski dioperasikan di tempat yang berbeda-beda. Hal ini juga berguna apabila perusahaan Anda beroperasi di negara dengan regulasi perlindungan data yang ketat.
  3. Selain mengenai sistem, fungsi pemanfaatan komputasi hibrida ini adalah untuk efisiensi biaya pengeluaran. Misalnya, terhindar dari risiko-risiko kesalahan operasional, waktu untuk pemeliharaan, hingga mengurangi anggaran untuk membeli perangkat keras tambahan lainnya dari pihak ketiga.

Baca juga: Jenis-jenis Server dan Masing-Masing Fungsinya

Bagaimana Cara Kerjanya?

Pemilihan public cloudprivate cloud, atau hybrid cloud tergantung pada beberapa faktor, seperti penggunaan, keterbatasan, penyesuaian, dan lain-lain. Pada kenyataannya, Tidak ada arsitektur komputasi awan yang sempurna dan cocok untuk diterapkan di semua organisasi dan perusahaan. Namun bisa disimpulkan, hybrid cloud adalah pilihan paling “aman” jika Anda baru mulai memanfaatkan teknologi komputasi awan, atau sedang dalam fase transisi.

Hal pertama dalam mengimplementasikan komputasi hibrida ini adalah menentukan arsitektur aplikasi apa saja yang hendak dipasang. Anda harus meninjau dan menetapkan bagian mana yang tetap dipertahankan di private cloud dan mana yang akan diperluas ke public cloud. Memang, menyatukan semua komponen dalam satu aplikasi besar lebih susah untuk dijalankan. Meski begitu, hal tersebut bisa dilakukan secara parsial dan bertahap.

Kemudian, karena belum adanya solusi murah dan mudah digunakan yang bisa memantau keduanya sekaligus, Anda harus mempersiapkan alat-alat pemantauan (monitoring tools) untuk jaringan private dan public. Satu hal yang tak kalah penting adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat menanganinya, baik perangkat keras, perangkat lunak, maupun infrastrukturnya.

Pada dasarnya, Hybrid cloud computing adalah perpaduan infrastruktur yang sudah ada, yaitu private dan public. Sebenarnya, perusahaan tidak punya kendali langsung terhadap arsitektur komputasi publik. Maka dari itu, perlu dipastikan komponen private tersebut kompatibel dengan public cloud.

Untuk mengelola hybrid cloud ada beberapa pendekatan untuk mengelola jaringan tersebut. Berikut poin-poinnya:

1. Hybrid Cloud Management Software

Perkembangan teknologi jaringan membuat perusahaan-perusahaan saat ini mengembangkan software untuk mengelola infrastruktur lokal dan komputasi secara terpusat dalam satu konsol. Beberapa komponen dinamis, seperti virtual machinestoragedatabase, dan sumber daya lainnya bisa ditambahkan atau dikurangi melalui konsol tersebut. Konsol ini bisa dijalankan baik pada public cloud, maupun data center perusahaan.

2. Vendor-native Hybrid Cloud

Pendekatan lain untuk mengelola hybrid cloud computing adalah memperluas footprint lokal ke public cloud atau sebaliknya, dan menghubungkan public cloud dengan data center. Dalam beberapa tahun terakhir, semua vendor cloud menawarkan layanan Infrastructure as a Service (IaaS) yang memudahkan perusahaan dalam mengelola komputasi. Layanan IaaS mengembangkan koneksi dari layanan public cloud ke data center.

3. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS) adalah pendekatan platform pengembangan bagi developer untuk membuat aplikasi tanpa perlu menyediakan infrastruktur dasar untuk menjalankan produk yang dibuat. PaaS akan secara otomatis mengkonfigurasi sumber daya infrastruktur pada lingkungan private atau IaaS yang membuat pengelolaan hybrid cloud computing semakin mudah.

Keberhasilan penerapan cloud tergantung pada kebutuhan perusahaan dengan risiko minimal dan tanpa mengorbankan implementasinya. Salah satu perangkat Cloud Computing yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Anda adalah Altos T 400 Cloud Computing dari Acer.

Perangkat ini adalah bagian terminal dari solusi Acer AltosCloud VDI. Implementasinya, cukup menghubungkan perangkat ini pada keyboardmouse, monitor, dan ke server host melalui koneksi LAN.

Solusi Acer AltosCloud ini memiliki kemampuan untuk melakukan semua perintah komputasi dan manajemen menggunakan beberapa Terminal Cloud independen. Perangkat ini bisa jadi pilihan, karena dapat memanfaatkan server dengan biaya yang efisien.

Selain itu, didukung pula dengan solusi dan teknologi Altos BrainSphere yang berbasis AI, Acer berharap ini jadi satu fondasi terpercaya bagi pelaku bisnis untuk melakukan pemrosesan data lebih mutakhir. Altos adalah pilihan terbaik bagi perusahaan dalam pengelolaan Big Data.

Baca juga: AiWorks, Solusi Platform Komputasi AI dari Acer

Agar penggunaan tiap jenis cloud bisa optimal sesuai kebutuhan diperlukan strategi yang matang. Dimulai dengan mempertimbangkan beban kerja dan jenis data, kemudian membuat skala prioritas berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis cloud computing.

Strategi Membuat Content Marketing yang Menarik

Content marketing adalah salah satu strategi bisnis di era digital. Bukan sekadar membuat konten lalu didistribusikan di media sosial atau website, dibutuhkan rencana yang solid dan cerdas untuk membuat konten tak hanya dibaca, tapi juga menghasilkan keuntungan. Perlu diperhatikan pula, content marketing harus selalu mutakhir, inovatif, dan kuat dalam proses pembuatannya.

Membuat content marketing yang menarik memiliki efek jangka panjang. Jika Anda punya konten yang bermanfaat bagi audiens, mereka akan mencari Anda dengan tujuan mendapatkan solusi dari permasalahannya. Dari hal itu, beberapa dari mereka menjadi customer Anda.

Lalu, bagaimana membuat konten yang menarik? Berikut dipaparkan pengertian, manfaat, strategi content marketing, dan tools yang menunjang produktivitas kerja online marketing

Pengertian Content Marketing

content-marketing

Content marketing adalah strategi pemasaran yang aktivitasnya merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten untuk menarik audiens yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi pelanggan.

Sementara menurut Neil Patelcontent marketing adalah strategi jangka panjang yang berfokus pada membangun hubungan yang kuat dengan audiens target. Caranya adalah dengan memberikan konten berkualitas tinggi yang relevan dan memiliki kedekatan emosi bagi mereka secara konsisten.  

Dengan relasi kuat dan kedekatan tersebut, audiens akan membuat keputusan pembelian atas loyalitas mereka yang sudah tercipta pada produk Anda. Mereka akan membeli produk Anda dan lebih memilihnya daripada opsi dari kompetitor karena kepercayaan yang terbangun.

Perlu diperhatikan, ada dua kesalahpahaman tentang content marketing. Pertama, content marketing bukan hanya tentang mempromosikan konten, melainkan juga mencakup proses perencanaan, pembuatan, dan analisanya.  Selain itu, dalam pemasaran ada istilah marketing funnel atau purchasing funnel, yaitu tahapan itu dilalui oleh calon customer mulai dari pengenalan hingga pembelian.

Kedua, content marketing bukan berarti konten yang berisi marketing atau penjualan. Konten dalam content marketing seharusnya sebagian besar berisi informasi dan panduan yang memberikan solusi atas permasalahan. Dari situ, audiens akan mengenal, kemudian mendorongnya untuk melakukan pembelian. Artinya, content marketing menyediakan konten untuk masing-masing tahap dalam marketing funnel.

Baca Juga: Strategi Bundling Produk, Apa Keuntungannya dalam Bisnis?

Manfaat Content Marketing

Mengapa bisnis memerlukan content marketing? Alasan mendasarnya karena cara ini yang paling efektif bagi pebisnis online untuk memasarkan bisnis. Seperti apa buktinya? Berikut manfaat dari penerapan content marketing:

1. Meningkatkan Brand Awareness

Strategi pemasaran konten menjadi alat berharga untuk memperkuat hubungan pelanggan. Mereka akan merasakan hubungan yang lebih dekat dan lebih positif terhadap merek yang membuat konten khusus. Karena semakin sukses konten Anda, semakin banyak orang akan mengingat merek Anda dan menciptakan asosiasi positif dengannya. 

2. Meningkatkan Search Engine Optimisation (SEO)

Menerbitkan konten teks akan meningkatkan SEO website atau sosial media, asalkan Anda mengikuti berbagai tips SEO. Seperti penggunaan keyword dalam SEO yang harus terlihat natural, karena overloading postingan Anda dengan keyword dapat memiliki efek buruk pada reputasi situs bisnis Anda.

3. Memperluas Target Konsumen 

Sosial media menjadi platform strategi untuk bertemu orang-orang baru. Sebagai tempat mendistribusikan konten, Anda juga bisa memperluas target konsumen dengan bergabung dengan pelanggan di media sosial. Jika konten berkualitas, tak menutup kemungkinan mereka akan melakukan repost konten Anda dan membagikan ke pengikutnya. Tentu, hal ini akan memperluas target konsumen baru.

4. Mempengaruhi Konversi

Jika pelanggan menikmati konten Anda, tandanya mereka telah merasakan relasi yang lebih dekat dengan brand. Kemudian, mereka akan lebih mempercayai brand tersebut. Adanya kepercayaan, tentu akan mempengaruhi konversi. Apalagi jika Anda menerapkan link-to-action atau link ke produk yang ditempatkan dengan baik dalam artikel. Hal itu berdampak baik bagi keseluruhan strategi konten dengan mengarahkan pelanggan ke halaman yang sesuai kebutuhannya.

5. Membangun Loyalitas

Keberhasilan konten yang menarik dapat membawa pelanggan kembali setelah melakukan pembelian pertama. Jika terjadi pembelian berulang, tandanya mereka telah percaya pada brand Anda karena memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Artinya, content marketing dapat membantu Anda menghasilkan pembelian berulang.

Baca Juga: Bagaimana Membangun Brand Building di Era Digital Saat Ini?

Cara Membuat Content Marketing 

Content Marketing adalah

Karena pemasaran konten memiliki manfaat jangka panjang, maka membuat content marketing dibutuhkan rencana yang matang. Bagaimana caranya? Berikut beberapa strategi dan cara membuat content marketing untuk menunjang bisnis Anda.

1. Menentukan Tujuan Marketing

Untuk membantu arah pemasaran, Anda perlu menentukan tujuannya sebagai dasar rencana yang akan dilakukan. Seperti alasan memulai perencanaan content marketing dan faktor yang membuat Anda tertarik mulai membuat konten. Mengetahui dua hal tersebut sebelum memulai perencanaan, dapat membantu menentukan hal-hal seperti apa yang cocok untuk dimasukkan dalam strategi content marketing.

2. Melakukan Riset Buyer Persona

Setelah menentukan tujuan pemasaran, Anda perlu mengetahui target audiens Anda. Caranya dengan melakukan buyer persona, yaitu representasi berdasarkan riset untuk menggambarkan seperti apa target konsumen Anda. Hal ini penting dilakukan sebagai guide agar membuat konten lebih relevan dan menarik bagi target audiens.

Perlu diketahui, target audiens bisa saja berubah. Anda bisa memilih audiens baru atau memperluas target audience Anda, atau mungkin target audiens yang sama. Mengetahui hal tersebut, Anda perlu melakukan market research setiap tahun sebagai dasar dalam evaluasi strategi marketing Anda.

3. Lakukan Audit Konten

Konten yang sudah dibuat, ada baiknya segera lakukan evaluasi dan review. Apakah hasilnya membantu rate konversi di situs atau media sosial, atau malah membantu meningkatkan brand awareness serta traffic website. Dari situ, akan muncul strategi content marketing baru yang bisa Anda lakukan pada periode selanjutnya.

4. Menggunakan Content Management System

Content management system adalah aplikasi komputer yang mendukung pembuatan dan modifikasi konten digital. Fitur-fiturnya memiliki fungsi praktis dan efisien dalam pembuatan konten, seperti produksi, publikasi, dan analisis. Beberapa aplikasi di bawah ini bisa Anda coba:

  1. WordPress: WordPress secara spesifik ditujukan untuk membuat dan mengelola blog. CMS yang didasarkan bahasa pemrograman PHP dan MySQL ini tergolong mudah digunakan, gratis, hadir dengan banyak pilihan template dan plugins.
  2. Drupal: Berbasis open source, Drupal tidak hanya dipakai untuk mengelola konten, tapi juga dapat digunakan untuk menambah dan merubah module position.
  3. Joomla: Joomla menjadi salah satu CMS yang berkembang pesat karena langkah pemasangannya yang mudah. CMS ini hadir dengan user interface yang cukup sederhana, memakai MySQL, bahasa pemrograman PHP yang mudah dipelajari, serta dukungan desain dan template yang dapat Anda ubah sesuai kebutuhan.

5. Pikirkan Ide-ide Konten 

Konten-konten yang dibuat sejatinya harus orisinal, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan target audiens Anda. Memang tak mudah, tapi beberapa tools ini bisa membantu Anda dalam menentukan konten:

  • HubSpot Website Grader: Digunakan saat ingin melihat kemajuan marketing Anda, mulai dari usaha blogging sampai social media marketingTools content marketing ini memberi nilai pada area penting dalam pemasaran. Anda bisa mengetahui bagaimana cara untuk membuat website Anda agar lebih SEO-friendly dan menemukan ide konten baru.
  • What To Write: Tool ini akan membantu memulai brainstorming untuk menghasilkan beberapa ide konten, setelah Anda menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Anda dapat menggunakan gagasan itu dalam rencana pemasaran konten Anda.
  • Feedly: Tools ini dapat melacak topik yang sedang populer di industri Anda dan menemukan ide konten.
  • BuzzSumo: Aplikasi ini menggunakan share media sosial untuk menentukan konten yang populer dan disukai.
  • Content Forest: Tools gratis ini membantu Anda menemukan konten populer milik kompetitor, kata kunci efektif, dan gagasan konten.

6. Tentukan Format Konten yang Dibuat

Jenis konten dapat mempengaruhi perhatian audiens. Dari topik yang ada, perlu dipilih format konten yang tengah populer, seperti di bawah ini:

  1. Blog post: Tersedia di website dan dirilis secara rutin untuk menarik pengunjung baru. Postingan Anda harus memiliki nilai agar audiens tertarik untuk membaca dan membagikannya melalui sosial media. Anda boleh bereksperimen untuk melihat apakah audiens Anda lebih menyukai artikel yang panjang atau lebih pendek.
  2. Ebooks: buku digital ini biasanya lebih panjang dan lebih mendalam. Namun jika berhasil, audiens mungkin menginginkan lebih banyak konten dari sebuah ebook dan mengirimnya kepada orang lain untuk mempelajari lebih banyak informasi berharga untuk bisnis mereka.
  3. Template: Format konten yang praktis ini bisa memberikan nilai yang lebih tinggi. Format ini juga dapat menghemat waktu Anda. 
  4. Infografis: Format ini mengatur dan memvisualisasikan data dengan cara yang lebih menarik daripada kata-kata saja, karena biasanya terdapat gambar. Jika Anda ingin berbagi banyak data dengan cara yang jelas dan mudah dipahami, infografis jadi jawabannya.
  5. Video: Media konten yang menarik ini dapat dibagikan di seluruh platform media sosial dan website. Meski memerlukan usaha lebih soal waktu dan sumber daya, tetapi video dapat meningkatkan popularitas visual marketing.
  6. Podcast: Memulai podcast akan membantu audiens mengenali merek Anda jika mereka tidak mempunyai waktu untuk membaca atau menonton konten setiap hari. Pertimbangkan podcast sebagai format konten lain untuk bereksperimen.

7. Kelola Konten

Setelah melakukan audit konten, Anda juga perlu mengatur dan mengelola konten yang akan dibagikan. Caranya, Anda bisa memanfaatkan kalender editorial untuk mengetahui kapan memproduksi, menyampaikan, dan mempromosikan rencana strategi konten.

Setelah semua strategi di atas tersebut diaplikasikan, pertimbangan selanjutnya adalah menggunakan perangkat laptop yang tepat untuk membuat konten Anda lebih maksimal dan dapat bekerja di mana pun. Seperti Acer TravelMate Series dengan portabilitas powerful berkat prosesor Intel® Core™ Generasi 10/11 dan Celeron® serta memori besar.

Laptop ini semakin responsif dan cepat untuk membuat konten lebih banyak, mendistribusikan ke berbagai platform, hingga memaksimalkan penggunaan tools content marketing secara multitasking.

Menggunakan laptop TravelMate untuk pemasaran bisnis dapat membantu segala pekerjaan secara fleksibel, mobile, dan efisien. Dengan demikian, membuat konten atau melakukan pemasaran menjadi lebih nyaman dan terlindungi.

Baca Juga: Apa Itu Business Plan dan Cara Membuatnya untuk Memulai Usaha

Content marketing cocok diterapkan pada bisnis kecil maupun yang sudah berkembang. Buatlah konten sekreatif mungkin. Usahakan terdapat keunikan dan orisinalitas tersendiri dibandingkan konten yang lain. Berikan ide-ide baru agar audiens tidak bosan dengan konten yang itu-itu saja. Bekerjasama dengan tim juga merupakan salah satu hal efektif untuk meningkatkan produktivitas.  Selamat mencoba!

Pengertian Load Balancing pada Server Perusahaan

Load Balancing merupakan salah satu solusi yang bisa Anda lakukan untuk menjaga uptime dan kecepatan server Anda. Seperti pada website beberapa marketplace yang jarang terkena gangguan ketika event diskon besar-besaran, itu karena fungsi load balancing yang optimal.

Lalu, apa itu load balancing dan manfaat dalam bisnis berbasis website atau aplikasi? Simak lebih lanjut pengertian, manfaat, dan cara kerja load balancing untuk mengetahui seberapa pentingnya solusi tersebut untuk menunjang bisnis Anda.

Apa Itu Load Balancing?

Pengertian load balancing adalah metode untuk mendistribusikan traffic ke beberapa server agar tidak membebani satu server saja. Dampaknya, kekuatan server menjadi seimbang, sehingga tidak terjadi overload. Server website yang kelebihan beban membuat proses muat halaman menjadi lambat, atau bahkan tidak terhubung sama sekali.

Dengan demikian, jika Anda mempunyai situs atau aplikasi bisnis dengan traffic tinggi, tentunya akan memerlukan resources atau sumber daya yang cukup banyak untuk menghindari mengalami gangguan atau down.

Pada prinsipnya, load balancing akan mendistribusikan permintaan beban jaringan secara efisien di beberapa server. Dengan pemerataan distribusi, website atau aplikasi bisnis menjadi lebih responsif dan stabil ketika diakses oleh pengguna. Selain itu, memastikan ketersediaan hanya ke server yang sedang online, dan memberikan fleksibilitas untuk menambah atau mengurangi server sesuai permintaan.

Manfaatnya untuk Website

Load Balancing

Manfaat load balancing bukan hanya untuk menyeimbangkan traffic sehingga memberi pengalaman pengguna dengan optimal saat mengakses website. Ternyata manfaatnya untuk pengguna maupun pebisnis lebih dari itu. Apa saja? Berikut daftarnya.

1. Kemudahan Upgrade dan Downgrade

Jika bisnis Anda memiliki website sebagai alat pemasaran atau platform penjualan, tentu harus mengunggah konten yang menarik minat pembaca. Bukan hanya mengenai produk yang Anda jual, tapi juga konten lain yang masih relate dengan kebutuhan target market Anda. Pembaca yang semakin banyak, berarti traffic yang semakin banyak. 

Melalui load balancingtraffic dapat tersebar di beberapa server dan lebih mudah ditangani. Sehingga, potensi lonjakan traffic yang membuat situs menjadi lambat bahkan gagal dimuat, dapat diminimalisir. Selain itu, administrator server juga dapat menaikkan atau menurunkan skala server website sesuai kebutuhan website tersebut.

Baca Juga: Big Data: Manfaat, Jenis, dan Klasifikasinya yang Perlu Diketahui

2. Redundansi

Dengan metode load balancing, proses distribusi traffic juga bisa dipermudah dengan mengeliminasi proses yang tidak perlu, atau disebut dengan redudansi. Metode ini dapat menyeimbangkan kerja beberapa server meski salah satunya bermasalah. Jika terdapat tiga website server dan salah satunya mengalami kerusakan (down), load balancer akan secara otomatis mengalihkan traffic ke dua web server lain sehingga tetap menjaga website selalu berjalan dan dapat diakses oleh pengguna.

Dengan beban server yang seimbang, baik Anda maupun pengguna dapat merasa aman karena server akan selalu online untuk menangani masalah pada traffic website.

3. Meningkatkan Performa

Load balancing memungkinkan Anda melakukan pemeliharaan server di mana pun berada. Ini artinya, Anda bisa mengurangi sekaligus menaikkan performa website. Penggunaan metode ini memungkinkan Anda dan pengunjung dapat merasakan performa yang berbeda sebelum menggunakan load balancing. Barangkali jika sebelumnya halaman website Anda lambat diakses atau mengalami error, performanya akan jauh lebih baik ketika load balancer sudah aktif.

4. Manajemen Kegagalan

Load balancing membantu Anda mendeteksi kegagalan dan menanganinya dengan efisien. Manajemen ini memastikan kegagalan apa pun tidak mempengaruhi beban server. Dengan menggunakan beberapa pusat data yang tersebar, Anda dapat mengetahuinya dan memotong jalur kegagalan yang terdeteksi, kemudian mengembalikan sumber daya ke server lain yang tidak terpengaruh.

5. Meningkatkan Fleksibilitas

Dengan beban server yang seimbang, administrator website memiliki fleksibilitas dalam menangani traffic. Apalagi dengan pembagian beban traffic yang rata, akan membantu Anda menghemat server resources. Hal ini berdampak pada respons yang lebih cepat dan administrator website juga dapat melakukan tugas pemeliharaan server secara bertahap, sehingga meningkatkan efisiensi dari bisnis Anda.

Baca Juga: Apa Itu DNS Server dan Bagaimana Manfaatnya?

Cara Kerja Load Balancing 

Load Balancing adalah

Cara kerja load balancing sederhana, yakni saat server atau aplikasi menerima traffic dari luar, tool untuk load balancer akan membagikan traffic tersebut ke beberapa server yang tersedia secara rata dan optimal. Secara teknis, load balancing memiliki beberapa metode yang menggunakan berbagai algoritma berbeda. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Round Robin

Round Robin adalah metode yang cocok untuk server dengan spesifikasi yang sama dan tidak banyak koneksi yang terus-menerus. Beban diberikan secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lainnya sehingga membentuk sebuah rotasi.

Saking sederhananya, metode ini jadi yang paling banyak digunakan. Namun, algoritma Round Robin tidak mempertimbangkan beban dan karakteristik masing-masing server, karena menganggap bahwa tiap server memiliki kemampuan, jenis, dan karakteristik yang sama.

2. Least Connection

Least Connection adalah metode yang mengevaluasi kekurangan Round Robin dalam membaca beban tiap server. Baik Round Robin atau Least Connection, sama-sama menjaga distribusi traffic yang merata di semua server yang tersedia. Bedanya, Least Connection melakukan pembagian berdasarkan server yang mempunyai the least connection atau server yang mempunyai koneksi paling sedikit di daftar server yang ada. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan overload pada server karena besarnya traffic yang diterima.

3. Least Response Time

Least Response Time adalah metode yang lebih canggih dari Least Connection. Least Response Time menggunakan dua cara dalam distribusi permintaan data klien, yakni mengarahkan traffic ke server dengan koneksi aktif terkecil dan koneksi pada waktu respons paling cepat. Dampaknya, dengan mengetahui kecepatan respons server dapat membantu administrator mengetahui beban sebuah server. Selain itu, proses ini dapat menjadi gambaran user experience saat mengakses website.

4. Least Bandwidth

Least Bandwidth adalah salah satu metode load balancing yang sederhana, karena mencari server yang melayani jumlah traffic paling sedikit dalam ukuran megabit per detik (Mbps). Saat terjadi permintaan akses data, load balancer akan mendistribusikannya ke server yang memiliki traffic paling kecil.

5. IP Hash

Dalam metode IP Hash, alamat IP pengunjung akan menentukan server mana yang akan mendapatkan permintaan data. Dalam metode ini, permintaan akses data ke sebuah server ditentukan lewat berbagai data yang berhubungan dengan IP (Incoming Packet), seperti alamat IP destinasi, port number, URL, hingga nama domain.

Baca Juga: Kenapa Perusahaan Penting Melakukan Backup Data?

Load balancing penting digunakan agar website selalu berikan respons optimal bahkan ketika dibanjiri banyak pengunjung. Distribusi permintaan data akan mencegah terjadinya overload. Metode ini perlu dilakukan bagi Anda yang memiliki website bisnis, yang siap diakses kapan saja.

Pengertian Workstation dan Fungsinya untuk Pekerjaan Berat

Workstation adalah salah satu dari jenis komputer yang biasanya dipakai untuk keperluan tertentu yang berhubungan dengan pekerjaan berat, bahkan tugas yang diberikan dapat lebih ke spesifik dalam satu bidang saja.

Dalam perkembangannya, workstation juga dibuat makin modern. Kini, banyak pekerjaan rumit yang bisa diatasi oleh perangkat tersebut. Nah, apa sebenarnya kegunaan perangkat ini yang  untuk produktivitas kerja? Mari simak pengertian dan fungsi workstation di bawah ini.

Apa Pengertian Workstation?

workstation

Workstation adalah perangkat komputer berspesifikasi tinggi yang dimanfaatkan untuk keperluan pekerjaan berat, seperti perhitungan ilmiah atau bidang teknik. Perangkat ini juga memanfaatkan jaringan untuk menghubungkannya dengan komputer server. Maka dari itu, perangkat ini harus memiliki kabel untuk menghubungkannya ke jaringan, aplikasi jaringan (software jaringan), dan kartu jaringan (NIC).

Jaringan tersebut dimanfaatkan untuk keperluan sharing data, printer, dan sebagainya. Jika bermasalah, komputer tidak dapat melakukan pekerjaan, karena terputusnya komunikasi dengan komputer server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.

Workstation biasanya tidak begitu memerlukan pemakaian hard disk, karena data akan disimpan ke dalam server. Selain itu, perangkat ini juga tidak dapat mengerjakan tugas pemrosesan, apabila tugas tersebut telah dilakukan oleh server. Dalam kondisi ini, perannya lebih sering disebut sebagai komputer client.

Komputer jenis ini biasanya memiliki harga yang lebih mahal dan memerlukan biaya tinggi untuk memakainya. CPU yang digunakan biasanya sekelas server 64-bit dan memiliki memori 10000 atau 15000 RPM cakram keras atau solid state drive

Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Workstation Desktop Acer Tangguh

Apa Tugas Workstation?

Umumnya, tugas Workstation diperuntukan dalam kebutuhan bidang kerja yang spesifik, seperti desain grafis, pengelolaan grafis, manajemen data, keperluan rendering, hingga kepentingan militer, seperti pendeteksi objek pada radar dan pelacakan GPS.

Contoh gambarannya, Anda seorang desainer 3D yang ingin membuat promosi produk dengan konsep animasi 3D. Tentu, Anda perlu menggunakan komputer berspesifikasi tinggi yang sudah didukung oleh software pendukung untuk membuat animasi 3D. Dengan demikian, dalam pengaplikasiannya komputer ini dapat melakukan tugas-tugas spesifik secara sederhana.

Dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja yang mengandalkan perangkat dengan spesifikasi tinggi,  hadir Altos Computing yang merupakan bagian dari Acer Group telah mengembangkan produk workstation untuk kelas enterprise. Jajaran produknya menjadi solusi kebutuan perusahaan.

Fungsi Workstation

workstation adalah

Dalam penerapannya, workstation memiliki fungsi yang dapat mempermudah dan meningkatkan produktivitas pekerjaan. Berikut beberapa fungsinya:

1. Membantu Mengerjakan Tugas Spesifik

Dalam keperluan rendering video misalnya, dibutuhkan komputer dengan spesifikasinya lebih tinggi, mulai dari Prosesor, RAM, SSD dan hardware pendukung rendering video lainnya. Bisa juga dibutuhkan dalam mengolah data dari satelit yang berupa gambar dengan resolusi tinggi.

2. Mempermudah Pekerjaan & Membuatnya Cepat Selesai

Workstation dapat membuat pekerjaan pengguna lebih cepat selesai berkat teknologi mumpuni di dalamnya. Selain itu juga memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dan  lebih unggul dibandingkan jenis komputer lain, baik dari performa hingga kualitas.

Selain membuat pekerjaan cepat selesai, workstation juga dirancang khusus untuk mengerjakan berbagai pekerjaan, baik yang berat sekalipun, seperti perhitungan ilmiah dan teknis. Dengan demikian, memiliki berbagai aplikasi dan menjalankan bersamaan, tak perlu khawatir lambat dalam memprosesnya.

3. Transfer Data

Mengingat kehadirannya dengan memanfaatkan jaringan, workstation memungkinkan transfer data dengan kecepatan yang tinggi. Dari satu komputer dengan komputer lainnya yang saling terhubung dapat memenuhi keperluan sharing data, printer, dan kebutuhan transfer pekerjaan lainnya. 

Acer Workstation Desktop

Menjadi solusi dalam dunia kerja untuk para profesional dalam menyelesaikan pekerjaan cepat dan tanggap membutuhkan perangkat workstation ideal. Maka dari itu, hadir Altos BrainSphere P15 F7 sebagai solusi kebutuhan tersebut.

Perangkat ini digunakan para profesional berbagai kebutuhan industri, Big Data dan AI yang sedang berkembang, serta diikuti kebutuhan komputasi yang semakin besar. Dengan performa sistem mutakhir dan stabilitas tinggi serta budget yang efisien, Altos BrainSphere P15 F7 menjadi pilihan pertama untuk mengimplementasikan industri transformasi digital.

Baca Juga: AiWorks, Solusi Platform Komputasi AI dari Acer

Workstation merupakan peralatan vital yang membantu kegiatan manusia pada beban kerja yang tinggi. Seiring perkembangan zaman, perkembangan komputer workstation pun juga semakin tinggi yang dibarengi oleh teknologi yang terus berinovasi.

Mengenal Virtual Account dan Manfaatnya untuk Bisnis

Virtual Account adalah salah satu metode pembayaran praktis yang banyak digunakan beberapa tahun terakhir. Perubahan ini beriringan dengan perkembangan e-commerce di Indonesia yang selalu meningkat. Pemanfaatan fitur ini pun sudah disediakan oleh beberapa bank di Indonesia sebagai solusi menghindari adanya pembayaran yang tidak dapat diidentifikasi.

Selain e-commerce, Virtual Account juga sudah merambah ke industri korporat dan layanan masyarakat, seperti BPJS hingga lembaga pendidikan. Tentu, tujuan utamanya, yakni keamanan dan kemudahan pengguna dalam bertransaksi, baik dari segi pelanggan maupun pebisnis.

Lalu, bagaimana Virtual Account memengaruhi bisnis? Simak pengertian, jenis, dan manfaat virtual account lebih lanjut melalui artikel ini.

Pengertian Virtual Account

virtual account

Virtual Account adalah rekening yang tidak nyata atau sementara yang digunakan untuk bertransaksi, atas nama akun fisik nyata. Dalam akun ini terdapat nomor ID pelanggan yang dibuat oleh bank sesuai permintaan perusahaan. Nantinya, nomor tersebut dapat digunakan oleh pengguna untuk menyelesaikan kegiatan pembayaran.

Pembayaran otomatis ini dibuat dengan menampilkan nomor ID yang unik dan berbeda pada tiap transaksi agar bisa teridentifikasi. Ketika pembayaran selesai, pelanggan tidak perlu mengirimkan bukti transfer seperti sebelumnya. Dengan demikian, Virtual Account menjadi pilihan utama karena selain cepat, praktis dan efisien, juga lebih aman dengan adanya fitur verifikasi otomatis tersebut.

Jenis Virtual Account

Berdasarkan alokasi nomor, ada dua jenis Virtual Account, yaitu Fixed Virtual Account dan Non-Fixed Virtual Account. Keduanya bisa disesuaikan untuk bisnis Anda. Perbedaanya adalah dari user dan pembayaran. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Fixed Virtual Account

Jenis akun ini biasanya dikaitkan dengan satu user/pengguna. Dengan jenis ini, pengguna dapat melakukan pembayaran secara berulang untuk melakukan transaksi tanpa harus memasukkan nomor ID. Singkatnya, nomor Virtual Account tidak akan berubah, itu-itu saja. Misalnya, aplikasi e-wallet yang selalu menggunakan nomor ponsel pengguna sebagai nomor ID.

Jenis Virtual Account ini cocok digunakan dalam model bisnis yang mengharuskan pelanggan membayar produk atau jasa Anda secara berulang kali. Contohnya untuk membayar cicilan barang atau berlangganan jasa pada platform pilihan Anda.

2. Non-fixed Virtual Account

Jika jenis Fixed Virtual Account dikaitkan dengan user, Non-fixed Virtual Account dikaitkan dengan pembayaran. Hal ini ditandai dengan nomor akun virtual yang acak dan hanya digunakan untuk satu kali transaksi.

Misalnya, ketika pelanggan ingin melakukan pembayaran produk Anda melalui Virtual Account  pada e-commerce, nomor ID yang diperoleh pelanggan tersebut tidak dapat digunakan kembali untuk melakukan transaksi lainnya. Jika pelanggan memutuskan untuk membeli kembali, nomor akun akan dibuat baru.

Baca Juga: Email Marketing: Pengertian, Cara Kerja & Aturannya

Manfaat Virtual Account pada Bisnis

Virtual Account adalah

Selain memberi kemudahan pembayaran untuk pelanggan, Virtual Account juga memberikan manfaat untuk bisnis Anda. Apa saja kemudahan bisnis yang didapat dengan menggunakan akun virtual? Mari simak poinnya di bawah ini.

1. Konfirmasi pembayaran secara otomatis

Setiap pembayaran yang dilakukan melalui akun virtual teridentifikasi langsung secara otomatis oleh sistem. Anda tidak perlu repot meminta pelanggan melakukan konfirmasi manual dengan menunjukkan bukti transfer, karena sistem secara langsung mengidentifikasi uang yang masuk  ketika transaksi berhasil dilakukan.

2. Pelanggan tidak wajib memiliki akun bank sama dengan bisnis Anda

Cara ini memudahkan Anda sebagai pelaku bisnis online. Biasanya, pelanggan enggan mengeluarkan biaya lebih untuk biaya transfer antar bank. Namun dengan metode akun virtual, pelanggan dapat melakukan transfer dari bank apa pun, baik melalui ATM, m-banking atau i-banking tanpa biaya tambahan.

3. Dapat digunakan sesuai kebutuhan

Penggunaan Virtual Account dapat dilakukan dengan memilih jenis akun sesuai kebutuhan bisnis, yakni Virtual Account Static dan Virtual Account Dynamic.

Jenis Static digunakan ketika perusahaan Anda menginginkan nomor akun yang tetap untuk satu pelanggan untuk transaksi berulang kali. Sedangkan jenis Dynamic digunakan ketika Anda menginginkan nomor yang berubah-ubah setiap transaksi (single use). Selain itu, metode penerimaan nominal pun juga dapat dipilih sesuai kebutuhan, yakni ditentukan sistem atau manual oleh pelanggan.

Untuk memudahkan bisnis, bank juga menyediakan pilihan untuk membuatkan nomor akun virtual yang disesuaikan dengan nomor ponsel pelanggan. Tentu ini memudahkan pengguna maupun perusahaan dalam melakukan transaksi dan mengingat nomornya.

4. Riwayat transaksi untuk proses rekonsiliasi keuangan

Bank yang sudah menyediakan layanan Virtual Account akan memuat transaksi secara real-time, detail, dan bisa Anda pantau. Manfaat ini juga memudahkan Anda dalam melakukan rekonsiliasi karena akses laporan transaksi terdata secara lengkap dan jelas. Anda dapat mengunduh laporan yang datanya sudah dilengkapi dengan nomor, nama Virtual Account, bank, dan nominal yang dibayarkan.

5. Transfer kapan pun dan di mana pun

Virtual account dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun selama berada dalam jaringan internet. Transaksi juga bisa dilakukan melalui m-banking ataupun i-banking dari gadget Anda.

Baca Juga: Pengertian Marketing Automation, Manfaat & Contohnya

Mengadopsi Virtual Account memudahkan pebisnis mengatur jumlah pembayaran dan jenis penggunaan setiap akun virtual untuk mengotomatiskan proses identifikasi. Transaksi yang masuk secara real-time akan tercatat lebih aman, praktis, dan tidak mengenal batas waktu. Bahkan, Anda bisa menggunakan dananya langsung jika memang dibutuhkan.

Jenis-jenis Server dan Masing-Masing Fungsinya

Jenis-jenis server dapat diidentifikasikan melalui fungsi dan tujuan penggunaannya. Dalam sebuah perusahaan, baik lingkup besar maupun kecil, hampir dapat dipastikan memiliki sistem IT yang menggunakan server. Maka dari itu, server dalam dunia informasi dan teknologi memiliki peran penting dalam pengoperasiannya.

Server memiliki beberapa jenis dengan memiliki kegunaan dan tugasnya masing-masing. Setiap jenis server bisa dijadikan satu mesin, sehingga tiap satu komputer server dapat melayani berbagai layanan. Apa saja jenis-jenis server beserta fungsinya? Simak lebih lanjut di bawah ini.

Apa Itu Server?

Jenis-jenis server

Server atau peladen adalah sebuah sistem komputer yang berfungsi untuk memberikan layanan khusus berupa penyimpanan data. Sistem ini juga membatasi dan mengontrol akses pada client di sebuah jaringan komputer yang ada. Biasanya, komputer server ini menyediakan resource yang dapat digunakan untuk komputer lain/client dalam menyediakan informasi untuk penggunanya. Maka tak heran jika komputer server harus memiliki spesifikasi tinggi, baik dari aspek software maupun hardware.

Server berperan penting dalam menyediakan layanan akses lebih cepat untuk mengirim atau menerima data. Wujud fisik server umumnya adalah komputer yang berukuran besar dengan beberapa komponen pendukung prosesor, serta RAM yang berkapasitas besar.

Untuk menunjang kinerja komputer server, dibutuhkan sebuah sistem operasi yang didesain khusus. Windows Server, Novel Netware, MacOs Server, dan Ubuntu Server merupakan beberapa contoh sistem operasi server yang biasanya digunakan dalam sebuah jaringan.

Baca Juga: Peran Security Operational Center dalam Melindungi Ancaman Siber

Jenis-jenis Server dan Fungsinya

jenis server

Jenis-jenis server di bawah ini memiliki cara kerjanya dan fungsinya masing-masing. Dalam penerapannya, server tidak terpisahkan pada jaringan komputer. Melalui artikel ini, simak beberapa jenis server.

1. Fax Server

Sesuai dengan namanya, Fax server digunakan untuk melayani kebutuhan fax bagi client. Jenis server ini akan membuat semua sistem penerimaan dan pengiriman fax akan melaluinya. Selain itu, biasanya sebuah fax server telah dilengkapi dengan modem untuk mendukung kinerjanya.

2. FTP Server

Server ini mempunyai layanan protokol FTP (File Transfer Protocol). Artinya, dengan adanya jenis server FTP ini segala permintaan akan terlaksana dan memberikan akses data server pada satu jaringan. Sistem yang dilakukan oleh kode ASCII ini sebenarnya berbahaya karena tidak melalui enkripsi dalam proses transfer. Solusinya adalah menggunakan jenis SFTP yang memberikan keamanan bagi client untuk melindungi data yang sedang ditransfer.

3. Mail Server

Peran jenis ini untuk melayani client dalam hal surat atau pesan (mail). Client bisa mengirimkan pesan ke client yang lain dalam server yang sama. Mail server juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan surat. Fungsi lainnya, dapat digunakan untuk bertukar pesan ke sesama pengguna dengan beberapa langkah protokol dengan file yang terdukung berupa teks, gambar, dan lainnya.

4. Database Server

Server ini melayani servis bagi client yang membutuhkan layanan penyimpanan database. Dalam server ini berisi ratusan hingga ribuan basis data dari banyak user. Biasanya kumpulan data yang terorganisir ini dikelompokkan atau disimpan per pengguna yang memakai layanan tersebut untuk menghindari pencurian data.

5. Proxy Server

Proxy server digunakan untuk memperkuat keamanan pada sebuah jaringan. Server ini bisa digunakan untuk memfilter permintaan kebutuhan dari client. Fungsi utamanya, untuk mengamankan IP address pengguna saat menjelajahi internet agar mencegah malware. Pengguna juga bisa mengatur pemblokiran beberapa website yang tidak ingin dikunjungi sebagai bentuk pencegahan.

6. Web Server

Web server adalah jaringan komputer yang melayani permintaan HTTP dan HTTPS.  Situs seperti search engine, blog, dan website, pasti membutuhkan web server agar file web seperti .html .php .asp bisa diproses terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke client. Fungsi utama jaringan ini adalah untuk mengirim berkas yang diminta oleh pengguna sebelumnya melalui browser dengan protokol khusus. Sehingga pengguna dapat mengakses berupa teks, gambar, video, dan sebagainya melalui browser.

7. Telnet Server

Dengan adanya server telnet ini, Anda bisa melakukan remote komputer yang diinginkan. Sebelum melakukannya, Anda harus masuk terlebih dahulu ke dalam sistem login server. Kemudian permintaan telnet diteruskan ke komputer tujuan yang diminta oleh pengguna.

Baca Juga: Cloud vs Data Center, Apa Perbedaan dan Manfaatnya?

8. File Server

File server digunakan untuk menampung data yang dimiliki oleh sejumlah client. Kapasitas penyimpanan server tersebut juga tergantung dari kapasitas HDD yang dimiliki oleh server tersebut.

Fungsinya yang sebagai “jantung” sebuah jaringan komputer, file server memungkinkan mengontrol komunikasi dan informasi, serta dapat mengakses layanan berupa manajemen fileupload data, download data, dan sebagainya pada server.

9. Game Server

Yang satu merupakan server khusus untuk para gamer. Dibuat untuk memberikan sensasi bermain game yang lebih baik. Terlebih, untuk menghindari masalah lag atau semacamnya saat bermain game multiplayer online.

Game server terdiri dari dua kategori, yaitu game server eksternal dan game server internal. Server eksternal merupakan penyimpanan data game yang disediakan langsung oleh pengembang game. Sedangkan server internal merupakan penyimpanan sendiri melalui komputer pengguna. Contoh game server yang populer adalah Steam.

10. DNS Server

DNS server berfungsi untuk menerjemahkan alamat domain sebuah komputer ke dalam bentuk IP. Dengan demikian, untuk membuka situs search engine seperti Google, perlu menentukan DNS server pada settingan IP Address.

11. Print Server

Print server memenuhi kebutuhan layanan percetakan (print) bagi pengguna. Dengan adanya server ini, segala aktivitas “print” bisa dilakukan secara bersama dan menghemat biaya hardware. Meskipun terdapat satu printer, perangkat tersebut bisa digunakan oleh banyak komputer dengan server.

12. Application Server 

Sesuai namanya, server ini merupakan komputer server yang digunakan untuk menjalankan suatu software aplikasi.

13. Streaming Media Server

Server ini melayani kebutuhan streaming data, seperti musik dan video. Fungsi penerapannya adalah memungkinkan Anda dapat mengakses sebuah konten tanpa mengunduhnya terlebih dahulu.

14. Home Server

Home server dibuat khusus bagi pengguna rumahan yang membutuhkan layanan, seperti home entertainment. Komputer server ini bisa ditambah layanan lainnya, seperti printingwebsite, hingga layanan server sebagai backup data

Acer Altos Computing, Solusi Modernisasi Server Perusahaan

Melalui produk Altos Computing, Acer mendukung akselerator divisi IT dalam meningkatkan performa dan efisiensi bisnis perusahaan. Altos juga memiliki jenis-jenis server yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan. Di antaranya, storage server, data center modern server, High Performance Computing server, dan environment pendukung berbasis aplikasi seperti, Virtual Desktop Infrastruktur (VDI) dan Artificial Intelligence (Ai) platform.

Altos Computing menjadi solusi integrasi perangkat lunak dan perangkat keras satu atap High Performance Computing, alokasi sumber daya komputasi yang fleksibel, inovasi dan modernisasi  pengelolaan Big Data, hingga akses jarak jauh dengan konsol manajemen berbasis website.

Dengan demikian, Acer Altos Computing cocok diadopsi pada lingkungan pendidikan tinggi, perusahaan menengah dan besar yang memiliki banyak cabang usaha yang terpadu dalam sistem informasi, dan pemerintahan yang tentu memiliki Big Data.

Baca Juga: AiWorks, Solusi Platform Komputasi AI dari Acer

Dari jenis-jenis server yang ada, fungsi dasar secara keseluruhannya adalah sebagai layanan bagi client dan pengguna untuk menyimpan, mengolah, menerima, mengirim berbagai data melalui beberapa protokol khusus. Dari berbagai macam server di atas, Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti Altos Computing yang bisa menjadi solusi membantu perusahaan melakukan modernisasi pengelolaan data.

Baca juga artikel terbaru:

Content Management System (CMS): Definisi, Manfaat, dan Contoh

XX NFT Termahal di Dunia, Tertarik Mengoleksinya?

Strategi dan Cara Promosi Bisnis di Instagram

Kenali Layanan Servis Highpoint Service Network (HSN) Acer

Highpoint Service Network (HSN) adalah pusat jalur seluruh pengiriman pembelian maupun servis semua produk Acer dalam negara-negara di wilayah Asia Pasifik. istem layanan ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri ICT (Information and Communication Technology) yang selalu dinamis.

Sebagai penyedia layanan servis Acer, HSN juga berkomitmen untuk terus melakukan inovasi baru guna meningkatkan kepuasan pelanggan, seperti service center dengan jaringan yang tersebar luas di 79 kota dan 97 lokasi. Untuk mengenal apa itu HSN dan seberapa luas ruang lingkupnya, mari simak lebih lanjut melalui artikel ini.

Profil Servis Highpoint Service Network (HSN) Acer

HSN

Didirikan pada 1999 di Malaysia, Highpoint Service Network (HSN) sebagai penyedia layanan servis Acer bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ICT yang selalu berkembang secara efisien, nyaman, dan mudah diakses. Pada tahun 2018, organisasi melebarkan sayapnya melintasi negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Filipina, Taiwan dan Thailand.

Sesuai dengan visinya, “Enabling Customers to Explore Beyond Limits”, HSN berupaya merealisasikan semua konsumennya untuk menjelajahi dunia hingga luar batas. Untuk memenuhi visi, HSN berkomitmen mengembangkan teknologi mesin-mesin yang hemat energi dan membuat produk inovatif dengan umur perangkat yang panjang.  Untuk memaksimalkan hal tersebut, HSN juga bertanggung jawab menyediakan teknologi yang kuat dan efisien, juga tenaga yang berkompeten sehingga membantu pertumbuhan rekan perusahaan.

Menjadi perusahaan pionir infrastruktur IT, layanan Acer ini siap memberikan kinerja maksimal dan terintegrasi. Serta salam dukungannya untuk menciptakan ekosistem dalam transformasi pendidikan digital, HSN juga menciptakan teknologi inovatif dari para tenaga ahli yang terampil. Para tenaga ahli ini didukung alat bantu servis, program diagnostik, peralatan pengujian dan suku cadang untuk menghadirkan dukungan komprehensif bagi para pelanggan.

HSN selalu berupaya untuk membangun servis infrastruktur dan melengkapi pusat pelayanannya dengan teknologi terkini. Aset SDM yang dimilikinya merupakan individu-individu berkualitas dan berpengalaman dalam memfasilitasi perbaikan dari segala jenis dan tingkat kesulitan yang ada.

Baca Juga: Acer Manufacturing Indonesia: Sejarah, Ruang Lingkup, dan Lini Perangkat

Layanan HSN

Highpoint Service Network

Peningkatan layanan secara berkelanjutan adalah salah satu kebijakan yang senantiasa dijalankan oleh Manajemen HSN. Sesuai dengan kebijakan ini, soft skill dan pelatihan teknis selalu diberikan kepada stafnya secara berkala. Ada dua jenis layanan HSN, yakni Call Center dan fasilitas perbaikan.

  • HSN Call Center

Berupaya menghadirkan layanan komunikasi, HSN Acer siap memberikan kemudahan dalam memberikan informasi terkini dan akurat kepada pelanggan. Dalam upaya meningkatkan kepuasan layanan pelanggan, HSN juga mendukung standarisasi AAA+, yakni Aman Jaminannya. Dibuktikan dengan layanan service center Sunday Operation, 3 tahun garansi resmi, serta layanan contact center 1500155 pulsa lokal dan media sosial selama 24 jam.

  • Fasilitas Perbaikan

HSN menyediakan solusi terbaik dengan jaminan keaslian sparepart dan kualitas pelayanan. Hal tersebut semakin menguntungkan pelanggan karena selalu mengedepankan harga yang terjangkau. Tim teknisi juga selalu berkomitmen dalam menyelesaikan permasalahan perangkat pelanggan dengan waktu sesingkat mungkin, untuk meminimalisir waktu perbaikan.

Baca Juga: Memahami Quality Control, Apa Manfaat & Cara Kerjanya?

Keunggulan-keunggulan HSN tentu akan membuat pelanggan semakin yakin menggunakan produk dan layanan terbaik dari Acer. Inovasi yang dikembangkan Acer juga memberikan peace of mind bagi para penggunanya dan memastikan pelanggan mendapatkan kualitas nomor satu tanpa ragu.

Selain produk Acer, HSN juga memberikan pelayanan terbaik pada beberapa mitra, seperti Altos, Aoc, Brother, Epson, Myrepublic, dan Philips. Untuk informasi lebih lanjut mengenai lokasi mana saja yang terintegrasi layanan HSN, Anda bisa mengunjungi hsnservice.id.

Pengertian Sociopreneur dan Karakteristiknya

Sociopreneur menjadi istilah yang tak asing di dunia wirausaha. Bahkan istilah tersebut kerap terdengar di kalangan generasi milenial. Memang, istilah ini merupakan kata lain dari entrepreneurSociopreneur ini singkatnya adalah sosok agen perubahan yang memiliki visi misi kuat pada bisnisnya dengan tujuan sosial.

Meski tujuannya mulia, memulai bisnis dengan model seperti ini butuh proses, komitmen, dan persiapan yang matang. Prospek kerja di bidang ini pun sangat mumpuni, selain berbisnis, Anda juga dapat membawa manfaat bagi orang banyak.

Lalu, bagaimana dan apa bisnis seorang sociopreneur? Simak pengertian sociopreneur dan karakteristiknya di bawah ini.

Apa Itu Sociopreneur?

sociopreneur

Sociopreneur berasal dari kata social dan entrepreneurship, yang menggabungkan konsep bisnis dengan isu sosial. Pengertian sociopreneur adalah seseorang yang berwirausaha berbasis bisnis, dengan misi utama menciptakan social-impact, seperti meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah.

Dengan demikian, seorang sociopreneur harus berani mengambil resiko dan berusaha keras untuk memberikan dampak positif melalui berbagai inisiatif yang dilakukannya.

Jika bisnis pada umumnya berusaha mengejar profit setinggi-tingginya, sociopreneurship lebih menekankan pada unsur isu sosial daripada keuntungan semata, namun bukan berarti mengabaikan keuntungan itu sendiri. Mereka tetap menghasilkan profit, akan tetapi lebih condong dimanfaatkan untuk kegiatan sosial positif dibanding memperkaya diri. Contohnya, para difabel, anak yatim, dan keluarga kurang mampu.

Tak hanya berkutat pada bidang ekonomi, ada berbagai bidang sociopreneurship yang banyak diadopsi saat ini, seperti pendidikan, agrikultur, industri kreatif, kesehatan, dan kemanusiaan. Tentu saja, jenis bisnisnya juga sesuai dengan tujuan didirikannya usaha tersebut. Biasanya, bisnis ini juga berawal dari suatu komunitas yang sudah memiliki omset cukup untuk melakukan kontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Sederhananya, sociopreneur merupakan bentuk ideal dari kegiatan sosial. Alasannya, karena dengan konsep sociopreneur, masyarakat yang disasar menjadi mandiri dan tak bergantung dengan donasi satu arah, seperti yang terjadi pada lembaga sosial.

Karakteristik Seorang Sociopreneur

sociopreneur adalah

Karakteristik sebuah bisnis sosial bisa dilihat dari beberapa hal. Pertama, menerapkan prinsip bisnis dan manajemen untuk menyelesaikan masalah sosial, terutama saat ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Kedua, menekankan pengembangan solusi yang efisien, terjangkau, dan hemat biaya. Ketiga, solusi yang berkelanjutan.

Maka dari itu, untuk menjadi seorang sociopreneur, tentu harus tahu masalah apa yang dihadapi masyarakat dan apa yang mereka butuhkan. Ada beberapa karakteristik jika Anda ingin menjadi seorang sociopreneur. Mari simak di bawah ini.

1. Fokus pada Misi Sosial

Menjadi sociopreneur harus fokus pada visi dan misi sosial yang telah dipilih sejak awal. Hal ini sangat penting supaya bisnis sosial Anda bisa maksimal dan bisa memberikan dampak. Misalnya, Anda memilih untuk fokus pada isu kesehatan di daerah terpencil.  Maka, segala usaha yang dilakukan bisnis sosial tersebut harus mengacu pada pemenuhan hak-hak kesehatan masyarakat.

2. Memiliki Skala Dampak yang Besar

Setelah memilih misi, Anda harus memiliki target skala dampak yang ingin dicapai. Dianjurkan bisnis sosial yang dijalankan bisa memberi dampak tak hanya bagi satu daerah, tetapi juga mencapai banyak daerah lain di sekitarnya.

Dimulai dari menetapkan secara spesifik demografi masyarakat yang menjadi target bisnis dan masalah yang ingin diselesaikan. Kemudian, pikirkan mengenai kompetensi dan keterampilan yang dapat menopang bisnis tersebut, serta akses untuk mendistribusikannya.

Baca Juga: 6 Kemampuan Komunikasi Bisnis yang Penting Dikuasai

3. Peka dan Inovatif

Menjalankan bisnis sosial harus peka dan inovatif. Kedua hal ini diperlukan untuk mencapai tujuan usaha. Peka terhadap isu, kebutuhan, atau masalah yang dihadapi target demografi yang dituju. Bukan serta merta hadir, kemudian langsung melakukan kegiatan sosial tanpa melakukan riset terlebih dahulu.

Sifat inovatif juga penting. Bisa jadi, ada social enterprise lainnya yang mungkin menyasar isu yang sama dengan bisnis Anda. Dengan demikian, pelajari bagaimana mereka menawarkan solusi, kemudian pikirkan aspek apa yang bisa Anda tingkatkan dan diajak kerjasama.

4. Sifat Kolaboratif

Selain inovatif, Anda juga perlu sifat kolaboratif. Karakteristik ini berguna ketika Anda ingin bekerja sama dengan organisasi lain, baik dalam hal pendanaan maupun kegiatan. Selain itu, sifat ini juga dibutuhkan saat berhadapan dengan masyarakat seperti bersikap ramah dengan lingkungan di sekitar. Hal ini dapat melatih keyakinan kepada diri sendiri dan orang lain.

5. Terbuka pada kritik dan saran

Sociopreneurship tidak hanya tentang bisnis itu sendiri, tetapi juga tentang banyak orang yang merasakan dampak positifnya. Oleh karena itu, seorang sociopreneur harus bisa terbuka dengan kritik dan saran dari orang lain, sehingga dapat terus beradaptasi dan mengembangkan bisnis sosialnya.

6. Tingginya Naluri Berwirausaha

Meski lebih mengedepankan pada kegiatan sosial, Anda juga perlu memiliki naluri berwirausaha yang tinggi. Pasalnya, profit yang dicapai akan menjadi nahas bisnis Anda di kemudian hari. Maka dari itu, untuk menjadi seorang social entrepreneur sukses, naluri berwirausaha yang mengarah pada kesejahteraan sosial perlu dipupuk sejak dini.

7. Tidak Mudah Menyerah

Karakteristik ini wajib dimiliki para pebisnis, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Banyak tantangan dan godaan yang akan menghampiri, terutama dalam masalah keuangan. Dengan demikian, Anda harus bisa mempertahankan komitmen yang dibuat saat membangun usaha.

Sifat tidak menyerah juga perlukan. Mungkin Anda pernah gagal, tapi Anda juga harus peduli terhadap pencapaian prestasi diri sendiri dan bangkit kembali.

Baca Juga: Kunci Sukses Memajukan UKM dari Acer & Microsoft

Prospek sociopreneurship ke depannya diproyeksikan semakin bagus, karena berkembang pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Menjadi seorang sociopreneur tak hanya harus memikirkan keuntungan perusahaan, tapi juga dituntut untuk memperhatikan dampak positif di lingkungan sekitar sebagai Agent of Change (agen perubahan) yang tidak pernah berhenti belajar.

Apa Itu HSTS? Fungsi & Cara Kerja pada Website

HSTS merupakan singkatan dari HTTP Strict Transport Security, yaitu cara jitu untuk mencegah cyber crime yang mengintai dunia online. Salah satunya, Man-in-The-Middle (MitM) yang diam-diam bisa menghadang pertukaran data dan mengambil informasi penting ketika pengguna sedang melakukan browsing di website.

HSTS perlu diaplikasikan sebagai strategi perlindungan data pada website toko online yang mengharuskan pengunjung registrasi atau login terlebih dahulu. Bukan hanya untuk perlindungan data pengguna, namun juga memberikan tingkat keamanan tambahan yang melindungi website Anda dari peretasan dengan lebih baik dan mengurangi kerusakan data pribadi.

Lalu, mengapa penting? Berikut dipaparkan pengertian, fungsi, dan cara kerja HSTS pada website bisnis.

Pengertian HSTS

HSTS  adalah mekanisme kebijakan keamanan website yang dirancang untuk melindungi website dari serangan dan pembajakan. Metode ini memaksa browser untuk menggunakan koneksi Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) ketika melakukan pertukaran data.

Sebagai informasi, HTTPS adalah protokol komunikasi antar jaringan yang memiliki keamanan lebih baik dari versi HTTP berkat perlindungan dari Secure Socket Layer (SSL). Metode HSTS akan menolak koneksi HTTP yang rentan serangan hacker, oleh karena itu website akan jauh lebih aman.

Metode ini sangatlah berguna untuk meningkatkan keamanan website Anda dari kebocoran informasi. Apalagi jika memuat data, seperti username/password atau data kartu kredit yang digunakan untuk melakukan metode pembayaran online.

Fungsi HSTS pada Website

HSTS

Secara teknis, HSTS berfungsi sebagai tindakan perlindungan dengan mengirimkan kebijakan ke web pages’s header. Tindakan tersebut memaksa browser untuk membuat koneksi HTTPS yang aman ketika seseorang mengunjungi website.

Sementara secara konteks, fungsi utamanya adalah meningkatkan keamanan komunikasi dan pertukaran data. HSTS yang aktif membuat semua koneksi ke server hanya bisa dilakukan menggunakan HTTPS yang dilindungi proteksi SSL. Tentu, penerapan ini mencegah teknik peretasan bernama SSL stripping.

Pada teknik SSL stripping, seorang hacker bisa berada di antara koneksi HTTP dan HTTPS serta bisa mencegat koneksi pertukaran data yang terjadi. Jika hacker sudah bertindak sebagai “jembatan”, mereka dapat memindai data pengunjung atau bahkan mengubah informasi sensitif yang dapat memengaruhi perusahaan.

Baca juga: Mengenal Pishing: Jenis, Cara Kerja & Mencegahnya

Bagaimana Cara Kerja HSTS?

HSTS adalah

Sebelum menerapkan pengaturan HSTS, penting untuk mempertimbangkan beberapa poin berikut, yaitu:

  1. Anda harus sudah berhasil menginstal Sertifikat SSL di website. Kemudian, jika memiliki subdomain, Anda harus gunakan wildcard yang akan melindungi semua subdomain yang ada.
  2. Memanfaatkan 301 Redirects. Ini akan bertindak untuk mengubah rute semua halaman HTTP ke halaman HTTPS. Berdasarkan informasi dari Google, disarankan menetapkan usia maksimal dua tahun.
  3. Terakhir, pastikan untuk mengimplementasikan header subdomain dan preload.

Berdasarkan cara kerjanya, HSTS tidak perlu digunakan pada saat pengembangan website. Alasannya, jika Anda tidak mempersiapkan protokol HTTPS, hal yang terjadi ketika melakukan tes pada Google Chrome akan muncul pesan error 404, yang artinya “halaman tidak ditemukan.”

Di sisi lain, HSTS penting jika Anda mempertimbangkan aspek keamanan pada website. Dengan mengaktifkan HSTS, secara otomatis setiap request halaman yang diminta akan diarahkan untuk menggunakan protokol HTTPS meskipun website masih membuka protokol HTTP.

HSTS memang bermanfaat untuk meningkatkan keamanan website. Meski demikian, ada pula kondisi yang menyebabkan HSTS bisa memunculkan masalah sehingga harus dihapus. Masalahnya adalah ketika terjadi redirect 301, browser bisa saja tidak dapat menggunakan koneksi HTTPS kalau SSLnya bermasalah. Entah karena kadaluarsa, sertifikat tak sesuai, atau masalah lainnya.

Koneksi tidak dapat terjadi dan Anda akan menerima pesan “Privacy error: your connection is not private” (NET::ERR_CERT_AUTHORITY_INVALID). Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa menghapus HSTS di browser agar koneksi bisa dilakukan kembali.

Baca juga: Apa Itu Data Breach? Ketahui Cara Mengatasinya

Cara Menghapus HSTS

Jika menemukan error dan pesan di atas, langkah yang bisa dilakukan, yakni menonaktifkan HSTS di browser. Caranya pun sangatlah mudah.

1. Cara Menghapus HSTS di Google Chrome

  1. Ketik “chrome://net-internals/#hsts” pada kolom URL.
  2. Scroll ke bawah, masukkan URL tanpa protokol ke kolom “delete domain security policies”. Lalu, klik “delete”.
  3. Untuk memastikan terhapus, Anda bisa memasukkan URL yang sama ke kolom Query HSTS/PKP domain. Lalu, klik “query”. Jika “not found” muncul, berarti Anda sudah berhasil menghapus HSTS dan bisa mencoba mengakses website tersebut lagi.

2. Cara Menghapus HSTS di Mozilla Firefox

  1. Tutup tab yang menampilkan error.
  2. Kemudian, buka History melalui shortcut Ctrl + Shift + H di Windows atau Cmd + Shift + H di Mac.
  3. Cari website yang ingin Anda hapus dengan memasukkan namanya di kolom pencarian. Lalu, klik kanan hasilnya dan pilih “Forget About This Site”.
  4. Restart Mozilla Firefox Anda. Setelah itu, Anda bisa mencoba mengakses website tersebut lagi.

3. Cara Menghapus HSTS di Apple Safari

  1. Tutup browser Apple Safari Anda terlebih dahulu.
  2. Hapus file “~/Library/Cookies/HSTS.plist” pada direktori “Home”.
  3. Buka kembali Apple Safari. Pada tahap ini Anda sudah berhasil menghapusnya dan bisa mencoba mengakses website tersebut lagi.

Baca juga: Apa Itu Cybersecurity dan Perannya dalam Perusahaan?

Secara garis besar, penerapan HSTS dipastikan aman, paling tidak jika dibandingkan dengan website tanpa HSTS. Dengan memastikan hanya koneksi HTTPS yang digunakan, data dan informasi pribadi, baik perusahaan Anda atau pengunjung, lebih terlindungi saat melakukan aktivitas browsing.

Altos Computing Rilis Altos BrainSphereTM R685 F5 untuk Komputasi Berat

Sebagai bagian dari Acer Group yang memiliki misi untuk menyediakan perangkat terbaik dan paling mutakhir kepada pelanggan Acer, Altos Computing mengumumkan produk terbarunya yaitu server bersertifikasi NVIDIA® yang bernama Altos BrainSphereTM R685 F5.

Server ini sudah dilengkapi dua CPU AMD EPYCTM 7763, dua adapter jaringan NVIDIA ConnectX®-6, dan empat GPU NVIDIA RTXTM A6000 berbasis arsitektur NVIDIA Ampere. Selain itu juga, perangkat ini telah divalidasi dengan konfigurasi terbaik untuk kinerja, pengelolaan, skalabilitas, dan security, memungkinkan penelitian akademis dan perusahaan untuk mendukung komputasi visual, simulasi, dan berbagai work load Artificial Intelligence (AI)/Deep Learning (DL).

Altos aiWorks adalah sistem komputasi AI/DL yang mencakup alat manajemen sumber daya komputasi (Altos Accelerator Resource Manager, AARM), yang mengurangi ambang pembelajaran kompleksitas tinggi yang biasa dihadapi oleh pengembang AI/DL. Keberadaan server komputasi yang powerful juga memainkan peran penting. 

Oleh karena itu, Altos Computing secara khusus menciptakan server Altos BrainSphereTM R685 F5 yang dilengkapi hingga delapan GPU NVIDIA. Dengan GPU NVIDIA RTX™ A6000, Altos aiWorks mempercepat kecepatan pelatihan AI dan model data; dengan memori GPU 48 GB, sistem komputasi dapat dengan cepat memproses gambar yang lebih besar dan jumlah data yang lebih besar.

Bagaimana Altos BrainSphere R685 F5 Bekerja?

Altos BrainSphere R685 F5

Pasar edge computing di seluruh dunia diperkirakan akan mencapai USD250,6 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 12,5%*. Saat penyerapan data semakin meningkat, inferensi dan analitik harus dilakukan pada titik tindakan. Jaringan yang aman, andal, dan berkecepatan tinggi sangat penting untuk memindahkan sejumlah besar data yang diproses oleh work load ini. Di sinilah server Altos BrainSphereTM menjadi jawaban.

Server Altos BrainSphereTM R685 F5 sejalan dengan best practice desain NVIDIA dan telah lulus serangkaian tes sertifikasi. Sebagai bagian dari platform NVIDIA EGX, server Altos BrainSphereTM R685 F5 memungkinkan perusahaan untuk memenuhi berbagai work load yang menuntut, termasuk AI serta mendukung kolaborasi jarak jauh dan grafis yang dipercepat di NVIDIA Omniverse™ Enterprise.

Sekilas tentang Altos Computing adalah penyedia terkemuka solusi teknologi AI dan cloud computing, menggabungkan keahlian dalam bidang software dan hardware untuk memproduksi sistem unik yang menawarkan teknologi terbaru. Dengan sistem baru bersertifikasi NVIDIA ini, Altos dapat membantu pelanggan mempercepat proses komputasi sekaligus mempermudah dalam mengatasi tantangan.

“Altos berkomitmen untuk menyediakan layanan-layanan inti dari solusi teknologi pintar yang inovatif kepada pelanggan. Kami sangat senang bekerja sama dengan NVIDIA dan menyediakan sistem NVIDIA-Certified untuk membantu perusahaan melakukan work load komputasi yang lebih cepat dengan cara yang berperforma tinggi, dapat dikelola, dapat diskalakan, dan secure,” demikian penuturan Jackie Lee, President of Altos Computing Inc.

Altos BrainSphere R685 F5 server

Kunjungi selalu commercial.acerid.com untuk mengetahui jajaran produk Altos yang tersedia di pasar Indonesia, serta beragam produk lain yang dapat mendukung sektor bisnis dan perusahaan Anda. Kunjungi juga Developer Blog NVIDIA untuk menemukan informasi lebih rinci tentang produk-produk NVIDIA.