8 Cara Membuat Podcast untuk Bisnis

Podcast adalah rekaman yang membahas tentang hal-hal bermanfaat yang berguna untuk kehidupan sehari-hari. Tren ini semakin banyak digunakan, termasuk untuk kebutuhan bisnis, oleh karena itu cara membuat podcast penting untuk dipahami para pebisnis.

Menurut survei Reuters Institute bersama University of Oxford pada 2019, lebih dari sepertiga orang segala umur di 38 negara mendengarkan podcast dan tingginya audiens podcast. Maka, tak heran jika para pebisnis berpikir bahwa podcast adalah cara terbaru untuk memperluas jaringan bisnis mereka, sebagai media yang efektif dan efisien.

Misalnya, Anda bisa memberikan beberapa tips tentang tren hidup sehat selama pandemi. Di akhir tips yang disampaikan, masukkan beberapa kalimat promosi bahwa Anda menjual produk yang dapat membantu para konsumen untuk hidup sehat. Tentu saja, hal itu akan ampuh jika dibarengi dengan tips yang sudah disampaikan sebelumnya.

Menggunakan podcast untuk bisnis dapat memberi beberapa keuntungan, seperti penyampaian pesan promosi yang lebih efektif melalui obrolan ringan dan santai serta dapat didengar di mana pun, terutama untuk orang yang sibuk.

Lalu, bagaimana cara membuat podcast untuk bisnis yang menarik? Simak lebih lanjut melalui artikel ini.

1. Menentukan Target Audiens

Cara membuat podcast yang pertama adalah Anda harus tahu siapa yang akan menjadi audiens atau pendengar. Hal ini dilakukan agar tujuan dibuatnya podcast dapat tepat sasaran. Target audiens juga mempengaruhi gaya bahasa, pembawaan podcast, host, dan topik yang akan dibahas.

Dianjurkan untuk tidak mencoba segalanya. Dalam artian, mencoba segala topik yang dibahas, alih-alih mencari target audiens. AB Testing boleh, tapi tetap pada tujuan awal. Jika tujuannya untuk memberikan edukasi serta produk Anda sebagai solusi dari masalah audiens, cukup buat konten berkualitas yang menargetkan ke sekelompok orang tertentu yang menginginkan konten itu. Dengan demikian, Anda akan menemukan audiens Anda dan mulai mengembangkan ke ranah bisnis.

2. Menentukan Tema Tiap Episode

Cara Membuat Podcast

Jika sudah mengetahui sasaran audiens, mulailah menentukan tema. Tema series yang dibuat dapat disesuaikan dengan bidang bisnis Anda. Dimulai dengan pertanyaan: Apa tema menarik yang Anda kuasai? Apa tema yang sedang trend dan berpotensi banyak pendengar? Seberapa dalam tema yang akan dibahas? 

Misalnya, bidang bisnis Anda adalah teknologi, Anda dapat mengambil tema yang lagi trend dan timeless, seperti Big Data, SEO, Internet of Things, Artificial Intelligence, Cybersecurity, dan lain sebagainya. Setiap satu tema dibahas lengkap pada beberapa episode. 

Baca juga: 8 Tools Digital Marketing Wajib untuk Perusahaan Digital Saat Ini

3. Persiapkan Topik Setiap Episode

Cara membuat podcast selanjutnya adalah topik. Tema besar yang sudah dikumpulkan kemudian dipilih mana yang sesuai dengan tren agar tidak ketinggalan momen. Tipsnya, jika tema yang diangkat terlalu umum atau luas, Anda bisa pisah topik per episode, sehingga dapat memaksimalkan pembahasan.

Kumpulan tiap episode hingga jadi satu series juga terlihat rapi, sekaligus menjaga Anda untuk fokus agar pembahasan sesuai dengan target awal. Dalam membuat topik per episode, Anda juga perlu memikirkan beberapa hal, seperti topik apa yang sedang dibutuhkan audiens? Seberapa spesifik topik yang akan dibahas? Adakah narasumber yang dapat diajak kolaborasi?

Misalnya dalam bidang teknologi dan tema Cybersecurity, Anda dapat mengambil pembahasan menarik seperti “Keamanan Siber: Pentingnya bagi Bisnis dan Apa Tantangannya”. Persiapkan pula data riset tiap episode, sehingga isi topiknya kuat berdasarkan data yang ada.

4. Siapkan Alat Penunjang

Cara buat Podcast

Podcast yang berkualitas bukan hanya dari konten yang dibawakan. Melainkan dibutuhkan alat penunjang, karena bukan sekadar merekam pembicaraan lalu diunggah saja. Audiens juga butuh audio jernih dan equalization yang aman bagi telinga. Demi kenyamanan audiens dan nilai lebih podcast Anda, perlu menyiapkan beberapa alat penunjang di bawah ini.

  1. Komputer/Laptop: Digunakan untuk mencatat poin-poin podcast, mengedit rekaman, mengupload hasil podcast, dan lain sebagainya. 
  2. Microphone: Jika menginginkan kualitas yang bagus, gunakan mic yang bagus pula demi menangkap suara dengan jelas dan jernih. Tidak disarankan menggunakan alat perekam smartphone, karena khawatir masuk suara-suara yang bocor.
  3. Headphone: Berguna untuk mengontrol tinggi-rendah suara host sekaligus meredam bising dari luar.
  4. Mic Stand: Perangkat ini penting untuk menjaga kestabilan suara host.
  5. Skrip Podcast: Berisi poin-poin penting pembahasan podcast. Saat perekaman dimulai, host harus fokus agar tidak ada pembahasan yang terlewat.
  6. Mixer: Berguna untuk mengedit hasil rekaman, baik suara yang sangat rendah, tidak terdengar, sampai suara melengking.
  7. Software Audio Editing: Aplikasi untuk mengedit hasil rekaman dengan fitur-fitur, seperti musik opening, efek suara, dan closing. 
  8. Tempat yang nyaman dan tenang: Lokasi yang mumpuni juga penting. Host harus berada pada posisi yang nyaman di tempat yang jauh dari kebisingan, karena akan berpengaruh pada hasil rekaman. 

5. Menentukan Talent

Jika Anda adalah pimpinan perusahaan yang ingin memulai podcast, dianjurkan menentukan talent khusus sebagai host dengan syarat harus berpengetahuan. Mengingat, host perlu memberikan audiens pengalaman mendengar yang menarik dan pengetahuan yang informatif serta menghibur. 

Maka dari itu, ada beberapa kriteria host podcast. Pertama, harus menguasai isi topik bahasan, karena host bukan membaca skrip melainkan menjelaskan topik. Kedua, bisa mengembangkan pembahasan menjadi menarik, berkualitas, dan tidak membosankan. Ketiga, memberi kesan baik pada audiens agar tidak terkesan menggurui. Terakhir, memiliki kemampuan soft selling, karena  mempengaruhi keputusan audiens terhadap bisnis.

6. Posting Konten di Platform Podcast

Saat ini sudah banyak pilihan media streaming yang dapat menampung podcast. Di antaranya, Spotify, SoundCloud, Anchor, Google Podcast, hingga YouTube. Setiap platform streaming biasanya memiliki behaviour audiensnya masing-masing.

Tak ada salahnya pula jika Anda mendistribusikan konten Anda ke semua platform. Tentunya dengan strategi yang berbeda-beda, karena dalam platform tersebut banyak pula podcast milik kompetitor yang mungkin memiliki tema yang sama dengan Anda.

7. Buat Podcast di WordPress

Podcast Anda juga bisa tampil lebih “next level”. Gunakan website Wordpress untuk menjaring audiens. Keunggulannya, WordPress mudah dikustomisasi sesuai kebutuhan, tidak seperti platform streaming lain yang memiliki tampilan default dari sistemnya.

Apalagi jika perusahaan bisnis Anda sudah membuat website, kehadiran podcast akan menambah variasi konten. Podcast di WordPress mudah diakses, dan Anda bisa memonitor langsung impresi atau behaviour audiens melalui statistik dari Google Analytics. Keunggulan lainnya, dengan podcast, waktu kunjungan akan relatif lebih lama yang tentunya menguntungkan bagi optimasi SEO website Anda.

8. Kolaborasi dengan Content Creator Lain

Cara membuat podcast yang terakhir adalah selain diisi oleh host atau karyawan Anda, cobalah sesekali berkolaborasi dengan content creator lain yang tentunya sesuai dengan bidang bisnis dan target audiens. Memang akan memerlukan budget tapi pemasaran bisa efektif jika bekerja sama dengan podcaster terkenal yang sudah memiliki penggemarnya sendiri.

Anda bisa melakukan kerja sama bentuk barter, yakni meminta mereka untuk mempromosikan podcast Anda di podcast mereka, dan tawarkan untuk melakukan hal yang sama. Mengingat, banyak pemilik podcast yang sukses karena saling mempromosikan.

Baca juga: 8 Tools Digital Marketing Wajib untuk Perusahaan Digital Saat Ini

Podcast adalah cara terbaru yang efisien untuk memperluas jaringan bisnis meski Anda tidak bisa bergantung secara menyeluruh pada podcast untuk membuat produk menjadi terkenal dan diterima masyarakat. Namun dengan delapan cara membuat podcast di atas bisa menjadi media baru dalam strategi pemasaran brand sebagai content marketing Anda. Selamat mencoba!

6 Kemampuan Komunikasi Bisnis yang Penting Dikuasai

Komunikasi bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pencapaian usaha. Mengingat, komunikasi yang baik akan berdampak pada hasil bisnis yang lebih baik pula. Adanya komunikasi juga bisa menghindari terjadinya kesalahpahaman.

Dalam kegiatan pemasaran misalnya, dibutuhkan komunikasi yang baik kepada investor atau konsumen agar produk bisa diterima sepenuhnya. Jika komunikasi yang terjalin tidak efektif, baik antara Anda dengan karyawan, klien, atau pelanggan, kesempatan untuk sukses bisa saja hilang. Mengingat, mengelola orang dan membangun hubungan dengan baik tentu memerlukan komunikasi yang tepat.

Keterampilan komunikasi bisnis menjadi semakin penting untuk dikuasai. Sebenarnya, bukan hanya penting untuk para eksekutif, melainkan juga penting dimiliki seluruh karyawan. Kemampuan ini bisa diasah hingga dapat berfungsi baik pula dalam dunia bisnis yang semakin kompleks ini. 

Berikut ini sejumlah skill dalam komunikasi bisnis yang sebaiknya dikuasai setiap profesional atau pelaku bisnis.

1. Kemampuan Mendengarkan Secara Aktif

komunikasi bisnis

Kemampuan komunikasi bisnis yang pertama bukan pada kepiawaian bicara, melainkan mendengarkan. Bukan sekadar mendengarkan, melainkan mendengarkan secara aktif. Artinya, Inilah kemampuan seseorang dalam mendengarkan pandangan individu lain di tempat kerja, kemudian menggabungkannya dalam proses komunikasi.

Lalu, mengapa bukan keterampilan verbal atau public speaking yang pertama? Alasannya, dengan mendengarkan secara aktif, seseorang telah menunjukkan apresiasinya terhadap pendapat orang lain dan terbuka terhadap ide-ide baru. Mendengarkan secara aktif dapat membantu profesional membuat keputusan yang bermanfaat bagi perusahaan atau organisasi bisnis.

Memang, skill ini terlihat general dan mudah, tapi sangat diperlukan oleh semua orang. Sebagai profesional, Anda harus bisa menempatkan diri untuk menjadi pendengar yang baik, yang mana dia bisa mendengar untuk tidak menjawab, mendengar untuk memahami, dan mendengar untuk berempati.

Dengan demikian, ketika bertindak sebagai leader, anggota tim akan melihat Anda sebagai mitra yang setara, sehingga rasa percaya diri mereka muncul untuk mengungkapkan pendapat atau ide-ide mereka.

2. Kemampuan Verbal

Setelah kemampuan mendengarkan secara aktif bisa terpenuhi, barulah keahlian berbicara. Mengingat, kemampuan berbicara atau verbal dibutuhkan dalam menyampaikan informasi. Dalam berbisnis, kemampuan verbal yang dilakukan dianjurkan to the point, tidak menggunakan banyak kata.

Kemampuan verbal juga dibutuhkan saat melakukan presentasi bisnis dan public speaking. Misalnya, ketika Anda punya gagasan yang bagus untuk mitra bisnis, jika tidak mampu mempresentasikan dengan menarik, tak akan ada gunanya. Kemampuan verbal ini mendukung tujuan komunikasi bisnis, yakni persuasi. Skill ini memungkinkan Anda berargumen bahwa gagasan yang disampaikan tak hanya bagus, tapi juga penting.

Kemampuan verbal yang dimiliki juga harus diimbangi dengan menguasai public speaking dan presentasi yang menarik dan lebih interaktif. Kedua hal itu bisa jadi modal Anda memenangkan persaingan bisnis.

Baca juga: 6 Alasan Mengikuti Seminar Webinar Bisnis, Efektif dan Banyak Manfaat!

3. Kemampuan Bernegosiasi

Komunikasi Bisnis adalah

Menjadi seorang pengusaha sukses tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh dukungan dari pihak lain. Dengan demikian kemampuan bernegosiasi akan membantu Anda mencapai solusi yang saling menguntungkan bagi perusahaan. Sekaligus menjaga hubungan kerja yang positif untuk mendukung interaksi di masa depan.

Dalam negosiasi terjadi seni memberi dan menerima. Semua dilakukan secara berimbang oleh kedua belah pihak. Perlu diketahui, negosiasi dilakukan dengan partner, baik internal seperti tim kerja, maupun eksternal seperti vendor, regulator, investor, dan lainnya.

4. Kemampuan Menjual (Selling)

Meskipun Anda bukan tim penjualan, kemampuan ini juga patut dikuasai. Jika tak menguasai ilmu marketing, Anda bisa belajar dari tim penjualan mengenai cara menjadi lebih persuasif ketika melakukan komunikasi bisnis dengan pelanggan, klien, atau mitra.

Kemampuan selling bukan soal meminta, tapi mencakup problem solvingbuilding trust, dan building good relationship. Pada problem solving, Anda memberikan produk kepada konsumen sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika semakin banyak yang terbantu dengan produk Anda, semakin berkembang pula bisnis yang dijalani.

Kemudian, building trust, yakni membangun kepercayaan dengan lawan bicara dalam hal ini adalah calon konsumen agar sama-sama mendapatkan solusi yang diinginkan. Terakhir, building good relationship, yakni membangun hubungan positif dengan pihak eksternal agar kepercayaan terus terbangun dalam waktu yang lama, baik kepada konsumen maupun pihak lain yang terlibat dengan bisnis.

5. Kemampuan Komunikasi Tertulis

Skill komunikasi tertulis juga harus dimiliki untuk menunjang Anda agar berhasil menjadi seorang pengusaha sukses. Kemampuan ini bentuknya copywriting dan digital marketing.

Copywriting adalah teknik berkomunikasi melalui kata-kata yang tujuannya untuk komersil. Sementara digital marketing adalah teknik mengkomunikasikan produk melalui media digital, seperti website, media sosial, e-mail, iklan, dan sebagainya. Bagi pengusaha pemula yang belum bisa merekrut seorang copywriter atau digital marketer andal. Mau tak mau, Anda yang harus belajar dari awal.

6. Kemampuan Komunikasi Interpersonal

Selain kemampuan verbal, dibutuhkan kemampuan non verbal, seperti komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah kemampuan untuk berkomunikasi, berinteraksi, membangun dan menjaga hubungan dengan orang lain dalam berbagai keadaan dan situasi. Kemampuan ini tentu dibutuhkan untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat dengan tim internal maupun mitra bisnis.

Kemampuan interpersonal membuat Anda mampu bersikap toleran, memiliki empati, menghargai orang lain, hingga memahami perasaan maupun ide-ide mereka. Kemampuan komunikasi ini dampaknya pada skill berjejaring Anda, yakni mendorong orang lain untuk masuk ke dalam jaringan bisnis. Memiliki jaringan bisnis yang luas juga menjadi modal untuk Anda agar memiliki banyak pihak yang diandalkan saat membutuhkan bantuan, informasi, atau layanan.

Baca juga: Apa Itu Business Plan dan Cara Membuatnya untuk Memulai Usaha Anda

Salah satu strategi yang bisa ditempuh untuk memperkuat skill komunikasi untuk bisnis adalah dengan melibatkan lembaga training profesional. Pelatihan komunikasi bisnis membantu manajer, supervisor, atau team leader untuk menangani  tim mereka dengan lebih kompeten.

Komunikasi bisnis menjadi media untuk memperbaiki praktik-praktik organisasional, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi terjadinya kesalahpahaman untuk mencapai tujuan perusahaan.

Apa Itu DNS Server dan Bagaimana Manfaatnya?

Apa itu DNS Server? DNS merupakan teknologi yang memudahkan manusia mengakses suatu website. Teknisnya, DNS adalah sistem yang mengubah URL website ke dalam bentuk IP Address. Bayangkan jika Anda harus menghafal susunan angka IP setiap kali akan membuka website. Tentunya, hal itu kurang efektif.

Maka dari itu, adanya DNS Server mempermudah Anda dalam mengakses website dengan nama domain yang mudah dipahami. Tidak perlu menggunakan susunan angka yang susah diingat. Selain itu, DNS Server juga bisa mempercepat koneksi internet yang tentunya makin mendukung produktivitas dalam bekerja.

Lalu, apa itu DNS Server? Melalui artikel ini, akan dijelaskan pengertian DNS Server, fungsi DNS Server, dan cara kerja DNS Server.

Pengertian DNS Server

DNS Server

Sejarahnya, DNS pertama kali ditemukan oleh Dr. Paul Mockapetris. Berkat jasanya, dia dianugerahi “Lifetime Achievement Award” dari ACM Sigcomm, asosiasi yang menaungi para profesional dengan spesialisasi di bidang jaringan komputer.

DNS atau Domain Name System adalah suatu sistem database terdistribusi untuk mencari suatu nama situs yang terhubung dengan jaringan menggunakan TCP/IP. Sementara, DNS Server adalah sistem komputer server yang menjalankan layanan kerja DNS. 

Lalu, bagaimana aplikasinya? Untuk akses internet atau website tertentu, biasanya Anda diminta mengetikkan ID Address website yang dituju. Saat memasukan URL di address bar di suatu browser, DNS Server akan menerjemahkan URL menjadi IP Address yang bisa diproses oleh komputer. Maka dari itu, Anda bisa membuka halaman suatu situs.

Misalnya, akses ke Google tidak perlu mengetik 172.217.0.142 di address bar. Anda hanya perlu memasukkan alamat google.com saja. Tentu saja ini mempermudah pekerjaan dan efisien.

Fungsi DNS Server 

DNS Server adalah

Penggunaan DNS server secara default sudah otomatis ada di tiap-tiap komputer dan ISP (Internet Service Provider). Meski begitu, Anda juga masih diberi kebebasan memilih DNS Server dan mengaturnya sendiri.

DNS Server juga memiliki berbagai fungsi. Bahkan, ada beberapa orang mengubah DNS Server untuk mempercepat koneksi internet.

Secara teknisnya, DNS Server memiliki tiga fungsi dasar yang bekerja ketika Anda mengakses internet. Pertama, berfungsi meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama domain. Kedua, sistem ini juga meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang dimasukkan. Ketiga sistem tersebut juga berfungsi mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.

Lalu, mengapa DNS Server penting? Nyatanya, penggunaan DNS dalam aktivitas berinternet memberikan banyak manfaat lebih dari sekadar mempermudah pekerjaan Anda.

  1. Pertama, dibanding mengingat deretan angka IP address, akan lebih mudah dan nyaman untuk mengingat nama situs. Kelebihan ini membuat hadirnya DNS berhasil menjadi perantara komunikasi antara pengguna internet dengan komputer.
  2. Kedua, lebih mudah dikonfigurasi. Saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan, Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda dengan update data pencocokan DNS dan IP Address.
  3. Ketiga, Anda bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP Address yang digunakan. Dengan demikian, akses Anda ke salah satu situs tetap bisa dilakukan meskipun telah terjadi pergantian IP Address.

Keempat, kelebihan DNS Server memberikan keamanan ketika berinternet. Semua aktivitas transfer data online melalui server DNS, akan mencegah upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pelaku cybercrime. Website pun akan lebih aman.

Baca juga:  Peran Security Operation Center dalam Melindungi Ancaman Siber

Bagaimana Cara Kerja DNS Server?

DNS bisa diibaratkan seperti address book canggih yang digunakan untuk mencari alamat website di jaringan internet. Konsepnya sama seperti phonebook di ponsel. Dengan mengetik nama, keluarlah kontak atau alamat yang dituju. Agar DNS dapat bekerja, diperlukan beberapa program tambahan dan langkah-langkahnya di bawah ini.

1. Setting Resolver

Program Resolver untuk komputer client agar terhubung dengan DNS server. Program Resolver yang digunakan adalah web browser atau mail client. Singkatnya, untuk dapat mengakses DNS server, Anda harus terlebih dahulu menginstall web browser atau mail client pada komputer. Biasanya, web browser yang sering digunakan adalah Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan sebagainya.

2. DNS Query

Setelah memiliki resolver, dimulai dengan DNS query. Langkah ini meminta informasi tentang alamat IP sebuah website yang Anda masukkan dalam web browser.

Kemudian, server akan mencari informasi alamat IP di filehost. Sebagai informasi, filehost adalah file teks biasa dalam sistem operasi yang berfungsi untuk mengarahkan hostname ke alamat IP. Jika informasi yang dicari tidak ditemukan, server akan mencari di cache (komponen hardware atau software yang menyimpan data untuk sementara), yang berada dalam web browser dan Internet Service Provider (ISP)

3. DNS Recursor/DNS Recursive Resolver

Apabila informasi yang diminta tidak ditemukan di cache, sistem DNS bisa meminta server lain untuk memenuhi permintaan tersebut atas nama browser dengan mencari informasinya di cache ISP. Inilah yang disebut DNS recursor. Server ini berperan dalam menyediakan setiap informasi yang diminta. Dalam proses ini, DNS recursor juga meminta bantuan pada Root Name Server.

4. Root Name Server

Root Name Server dilabeli dengan string kosong. Anda bisa menganggapnya sebagai tempat penyimpanan referensi. Maka dari itu, server ini berada pada tingkat tertinggi hirarki DNS.

Jika informasi alamat IP masih tidak bisa ditemukan di cache ISP, DNS recursive resolver akan mengirimkan permintaan ke Root Name Server. Server ini akan merespons permintaan tersebut dengan memberitahu server lain untuk mengakses area yang lebih spesifik, yaitu top-level-domain name server (TLD Name Server).

5. TLD Name Server

Misalnya, jika Anda mengakses Google atau Facebook, nama domain keduanya diakhiri dengan “.com” yang disebut dengan top-level domain. Server untuk tipe top-level domain ini disebut dengan TLD Name server yang fungsinya mengelola semua informasi terkait ekstensi domain umum.

Misalnya Google.com, ketika meminta informasi tentang website tersebut, TLD sebagai satu-satunya delegasi akan merespons permintaan dari DNS recursive resolver dengan mengacu pada Authoritative DNS server atau Authoritative Name Server. Server inilah yang memiliki sumber asli untuk domain tersebut.

6. Authoritative Name Server

Ketika DNS Recursor bertemu dengan Authoritative Name Server, sudah pasti akan ada jawaban dari informasi website yang sedang dicari. Pasalnya, Authoritative Name Server memiliki semua informasi tentang nama domain yang dilayaninya. Setelah tahap ini selesai, web browser pun akhirnya menampilkan halaman website yang sejak awal Anda minta, Google misalnya.

Baca juga: Tren BYOD di Lingkungan Kerja yang Serba Mobile

DNS menjadi teknologi yang memudahkan Anda berselancar di internet. Anda tidak perlu menghafal alamat IP yang rumit untuk menuju suatu website. Selain itu, DNS Server juga berkaitan dengan keamanan. Setiap aktivitas akses data bisa disaring dan lebih diamankan.

Baca juga artikel terbaru:

XX E-Commerce B2B yang Ada di Indonesia

XX NFT Termahal di Dunia, Tertarik Mengoleksinya?

Strategi dan Cara Promosi Bisnis di Instagram

Memahami Quality Control, Apa Manfaat & Cara Kerjanya?

Quality Control (QC) adalah salah satu teknik untuk memastikan bahwa produk akhir telah memenuhi persyaratan dan standar kualitas yang ditetapkan. Proses ini jadi salah satu faktor penting dalam persaingan pasar, karena hubungannya dengan kualitas yang sering dijadikan sebagai tolok ukur dan pembeda suatu produk antara satu produsen dengan produsen lainnya.

Perusahaan bisnis yang menerapkan Quality Control memiliki kemudahan untuk memenuhi permintaan konsumen untuk produk yang lebih baik. Proses ini juga dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang berimbas pada kerugian bisnis. Biasanya, perusahaan yang wajib menerapkan proses ini adalah mereka yang bergerak di bidang produk atau jasa.

Lalu, seberapa pengaruhnya Quality Control dalam bisnis? Mari simak lebih jauh mengenai apa itu Quality Control, manfaat, dan cara kerjanya di bawah ini.

Apa Itu Quality Control?

quality control

Pengertian Quality Control (QC) adalah proses dalam suatu bisnis untuk memastikan bahwa kualitas produk memenuhi standar yang dipertahankan atau ditingkatkan. Proses ini juga mengharuskan perusahaan berusaha untuk mencapai kesempurnaan. Singkatnya, proses ini menjadi peninjau kualitas dari semua faktor yang terlibat dalam suatu kegiatan produksi.

Pada penerapannya, QC memang dilakukan oleh personel pelatihan yang membuat tolok ukur untuk kualitas produk dan mengujinya secara signifikan. Meski begitu, proses ini juga  menjadi tanggung jawab seluruh karyawan atau pihak menjadi satu kesatuan untuk dapat memecahkan masalah.

Setiap perusahaan yang menerapkan QC harus memiliki pedoman kualitas yang disebut dengan Quality Manual. Quality Manual adalah panduan kualitas ke berbagai unit kerja dan departemen. Adanya pedoman tersebut, setiap individu dalam perusahaan menyadari apa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya dalam keberlangsungan produk, baik barang atau jasa.

Tujuan utama Quality Control adalah memastikan bahwa produk yang akan dikirimkan atau dikonsumsi pelanggan bebas dari kerusakan atau cacat dan dapat diterima sesuai dengan persyaratan kualitas yang sudah ditentukan. Jika ditemukan produk yang rusak, diperlukan tindakan perbaikan yang sesuai.

Dalam QC terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan. Pertama, kontrol dan manajemen yang harus memiliki proses-proses yang terdefinisi dan telah terkelola dengan baik. Serta kriteria integritas dan kinerja dalam suatu identifikasi catatan.

Kedua, kompetensi. Untuk mengawal kualitas produk maka harus ada kompetensi seperti ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kualifikasi. Ketiga, didukung dengan elemen lunak, seperti kepegawaian, integritas, kepercayaan, budaya organisasi, motivasi, dan semangat tim yang mendukung kualitas.

Baca juga: Strategi Bundling Produk, Apa Keuntungannya dalam Bisnis?

Manfaat Quality Control untuk Bisnis

Selain mengenai kualitas produk, Quality Control juga memiliki manfaat lain yang menunjang keberlangsungan perusahaan dan bertahan pada persaingan pasar. Berikut diantaranya.

1. Konsistensi produk

Produk yang melewati proses QC, konsistensi akan terus terjaga, bahkan dari bahan mentah sebelum diproduksi, karena jadi penentu kualitas akhir yang dihasilkan. Setiap individu yang berwenang dalam QC akan memastikan bahwa produk sesuai dengan standar kualitas yang diberikan. Dengan kata lain, tidak ada kecacatan atau kerusakan sebelum produk atau layanan diluncurkan.

2. Menjaga kepuasan pelanggan

Diterapkan QC dapat mengurangi dan menghindari kesalahan fatal yang tidak terdeteksi. Jika proses ini diabaikan bisa membuat pelanggan tidak ingin membeli produk Anda lagi.

QC juga dapat memenuhi keinginan pelanggan terhadap suatu produk dan layanan. Dengan standar baik yang sudah dibangun sebelumnya, kepuasan pelanggan akan terjaga dan mempengaruhi aspek customer loyalty.

3. Meningkatkan efisiensi perusahaan

Jika QC tidak dilakukan, bisa saja ada kesalahan atau kerusakan produk setelah diluncurkan. Hal ini tentu harus diperbaiki. Terlebih jika sudah terlanjur didistribusikan, produk yang akan diperbaiki ulang akan memakan waktu, biaya, dan tenaga. Maka dari itu, dibutuhkan QC sejak awal untuk menghindari kerusakan.

Hal ini tentu dapat meningkatkan efisiensi. Waktu, biaya, dan tenaga bisa difokuskan ke hal lainnya, seperti pengembangan kualitas atau mungkin ekspansi bisnis.

Seperti Apa Cara Kerjanya?

Quality Control adalah

Ada beberapa cara dalam proses pengendalian mutu. Secara umum, pengawas QC akan memastikan produk sesuai dengan standar perusahaan. Mereka akan menguji, memeriksa, meneliti, dan menganalisis suatu kualitas produk sesuai dengan standar perusahaan dan kelayakan untuk diedarkan di pasaran. Tujuannya, untuk melindungi konsumen dari produk cacat atau rusak, yang hubungannya pada reputasi perusahaan.

Jika saat para QC menemukan produk cacat atau rusak, pengawas QC memiliki wewenang untuk mengembalikan produk ke bagian produksi untuk dapat diperbaiki. Pengawas QC juga berhak untuk menolak produk jika tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Ketika dalam perjalanannya menemui masalah Quality Control, pengawas bersama para supervisor atau pemangku bisnis bekerja sama untuk memperbaiki masalah. Maka dari itu, QC bukan hanya tanggung jawab pengawas, tapi juga seluruh tim perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Membangun Brand Building di Era Digital Saat Ini?

Quality Control merupakan aspek penting dalam produksi. Tujuannya untuk memastikan kualitas sudah sesuai dengan standar perusahaan, kelayakan di pasaran, dan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Mengingat kualitas sering dijadikan sebagai tolok ukur, tiap produsen harus selalu mencari cara untuk meningkatkannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan ataupun kesesuaiannya terhadap kebutuhan.

AiWorks, Solusi Platform Komputasi AI dari Acer

Anak perusahaan Acer, Altos Computing Inc telah meluncurkan solusi Altos aiWorks, yaitu solusi platform komputasi Artificial Intelligence (AI) melalui misi utamanya yaitu sebagai sumber daya berbagi, membantu proses yang disederhanakan dan memaksimalkan perkembangan cepat.

Altos aiWorks menggabungkan seri produk komputasi Altos BrainSphere™ (perangkat untuk server, PC workstation, dan lainnya) dan sistem manajemen sumber daya komputasi akselerator pintar Altos Accelerator Resource Manager (AARM). Tak hanya itu, perangkat ini juga menyediakan kepada pelanggan dan para Developer dengan beragam pilihan sistem komputasi AI, penyebaran cepat terhadap lingkungan pengembangan, dan optimisasi alokasi sumber daya akselerator AI.

Baca juga: Altos BrainSphereTM P555 F5, Teknologi Liquid Cooling untuk Mengejar Produktivitas dan Efisiensi Energi

Di Balik Cara Kerja aiWorks

Altos Computing Inc telah melakukan penelitian mendalam di bagian R&D terhadap teknologi komputasi AI. Didasari solusi sempurna perangkat keras dan lunak dari Altos aiWorks, Altos Computing meluncurkan dan mengumumkan dukungan teknologi untuk NVIDIA A 100 Multi-Instance GPU (MIG).

MIG ini memungkinkan masing-masing GPU A100 untuk dibagi ke dalam tujuh instans. Baik dengan memori bandwidth tinggi, cache, dan computing core, semuanya independen. 

GPU tidak hanya menanggung beban kerja dengan berbagai skala, namun juga memastikan kualitas servis pekerjaan (QoS), yang mana juga mempercepat skalabilitas sumber daya komputasi dan memaksimalkan utilization rate. Tak hanya itu, pada GPU seri Volta dan Turing, Altos aiWorks juga mendukung teknologi Multi-Process Service (MPS) NVIDIA CUDA untuk memperbaiki penggunaan GPU.

Sementara itu, pada AARM mengadopsi teknologi container mengelola akselerator dan sumber daya sistem AI. AARM juga memperkenalkan teknologi algoritma berpaten milik Altos untuk mengoptimalkan sumber daya GPU serta penyebaran fungsi-fungsi secara otomatis yang secara besar akan mengurangi kompleksitas dan peghalang bagi pengguna dalam menyebarkan beban kerja dan aplikasi untuk pengembangan deep learning  dan machine learning.

Baca juga: Acer Luncurkan Layanan Solusi Teknologi Altos Melalui Kekuatan Kelola Big Data


Selain itu, AARM memungkinkan para Developer individual untuk dengan cepat menyebarkan ruang kerja independen dan lingkungan pengembangan dalam sistem, memungkinkan banyak user untuk berbagi sumber daya perangkat keras namun tetap mempertahankan lingkungan pengembangan independen tanpa pengaruh mutal, yang nantinya akan membantu Developer lebih fokus pada riset dan pengembangan aplikasi AI.

Apa itu Business Plan dan Cara Membuatnya untuk Memulai Usaha Anda

Business plan dibutuhkan sebelum Anda memulai bisnis sebagai strategi dan pertimbangan pasar yang akan dijangkau. Dalam banyak hal, business plan adalah peta jalan bisnis Anda yang gunanya bukan hanya memandu perusahaan, tapi juga menjelaskan arah bisnis Anda kepada investor atau calon mitra.

Adanya business plan memudahkan Anda dalam pemetaan usaha. Selain itu, memudahkan Anda mengetahui langkah-langkah saat kesulitan menghadapi masalah yang terjadi pada perusahaan, sehingga bisnis bisa bertahan dalam jangka panjang.

Apa pengertian business plan? Lalu, bagaimana cara membuat business plan yang tepat dan terarah agar bisnis dapat berjalan sebagaimana mestinya? Mari simak artikel ini lebih lanjut.

Pengertian Business Plan

Business plan adalah panduan yang merangkum tujuan bisnis dan operasional secara keseluruhan dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis pribadi maupun perusahaan. Adanya rencana bisnis membantu Anda untuk menentukan langkah, mulai dari menentukan pasar, investor, pendapatan dan pengeluaran, serta analisis risiko.

Panduan bisnis ini bentuknya dokumen tertulis yang menggambarkan bisnis Anda. Dalam dokumen mengandung tujuan bisnis dan cara untuk mencapainya. Selain itu, juga mencakup ringkasan eksekutif, latar belakang perusahaan, analisis pasar dan pemasaran, analisis produk, analisis SDM, analisis keuangan, rencana pengembangan usaha, dan risiko bisnis.

Mengingat business plan menjadi layaknya peta, pembuatannya tidak bisa dilakukan tergesa-gesa. Harus disusun secara matang dan rinci. Sebelum merancangnya pun harus mengenali bidang bisnis Anda terlebih dahulu, seperti kekuatan, kelemahan, dan peluang bisnis.

Pentingnya Membuat Business Plan

business plan

Business plan mencakup segala rancangan bisnis secara keseluruhan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Maka dari itu, sebelum memulai bisnis, penting merancang business plan sebagai pedoman kedepannya. Lalu, seberapa penting?

1. Membantu mencari dan menentukan investor

Selain menentukan pasar, business plan juga memudahkan Anda dalam mencari pendanaan dan investor. Harus diakui, keberadaan investor sangat penting bagi setiap bisnis sebagai penyuntik dana.

Sementara itu, investor tidak ingin sembarangan menginvestasikan dananya kepada perusahaan yang belum memiliki rencana bisnis, karena bisa menyebabkan kerugian. Investor hanya ingin memberikan dana kepada bisnis yang memiliki tujuan, laporan keuangan, serta target pasar yang jelas. Maka dari itu, dengan memiliki rencana bisnis yang jelas, investor bisa memproyeksikan ke mana dana yang akan diinvestasikan pada bisnis Anda.

2. Mengatur keuangan

Rencana bisnis juga bisa membantu Anda dalam mengatur keuangan. Terlebih saat memulai bisnis, pengeluaran tanpa rencana akan berdampak pada bisnis yang tidak sehat dan tidak berkembang. Dengan rencana bisnis, Anda sudah memperkirakan berapa besar pendapatan dan pengeluaran dalam bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 

3. Membantu dalam pengambilan keputusan & meminimalisir risiko gagal

Dalam membuat business plan, Anda bisa memproyeksikan dampak dari masalah apa yang akan dihadapi, sekaligus mencari solusinya. Apalagi, banyak tantangan yang akan dihadapi ketika bisnis berkembang. Mulai dari persaingan kompetitor, strategi pemasaran, biaya operasional, hingga perekrutan karyawan.

Setelah mengetahui masalah yang akan atau sedang dihadapi, melihat kembali business plan bisa membantu Anda untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal ini tentunya dapat meminimalisir risiko gagal dalam perjalanan bisnis jangka panjang.

Baca juga: Bagaimana Membangun Brand Building di Era Digital Saat Ini?

Cara Membuat Business Plan

Cara Membuat Business Plan

Membuat rencana bisnis yang tepat dan terarah dibutuhkan banyak informasi dan strategi. Mengingat, panduan ini digunakan sebagai alat organisasi dan dan dokumen yang memberitahu pihak eksternal mengenai apa yang dilakukan bisnis Anda. Untuk Anda yang memulai bisnis baru, mari simak cara membuat business plan di bawah ini.\

1. Menentukan profil bisnis

Dalam membuat perencanaan bisnis, langkah pertama adalah menentukan latar belakang dan profil bisnis. Penyusunan ini menjadi landasan dan panduan dalam pembentukan visi misi bisnis yang ingin dicapai. Sekaligus, untuk memperjelas tahapan yang perlu dilakukan dalam meraih target.

2. Menganalisis manajemen sumber daya

Latar belakang dan profil bisnis yang sudah dirancang juga butuh realisasi. Namun, sebelum itu dibutuhkan analisis sumber daya: pegawai, pemodal, dan material atau bahan baku yang digunakan. Langkah ini untuk mengendalikan sumber daya agar lebih maksimal dalam penerapan manajemen yang tepat. Anda perlu menganalisis segala kemungkinan untuk memastikan sumber daya dapat terpenuhi selama bisnis berlangsung.

3. Menganalisis pasar dan peluang yang ada

Riset pasar perlu dilakukan dalam tahap perencanaan bisnis. Dari riset pasar, Anda bisa mengetahui peluang-peluang yang ada dan menyesuaikannya ketika bisnis berjalan. Beberapa hal penting yang perlu dianalisis, antara lain tingkat persaingan, siklus harga, tren produk, perilaku konsumen, dan sebagainya. Mengingat, segmentasi pasar selalu berubah-ubah setiap waktu, begitu juga dengan peluang yang ada. Maka, Anda perlu mengidentifikasikannya selalu. 

4. Mengatur strategi pemasaran dan distribusi

Sebelum bisnis mulai dijalankan, Anda perlu mengatur strategi pemasaran dengan menganalisis target pasar. Dengan mengidentifikasi kondisi pasar, Anda bisa menentukan strategi pemasaran yang sesuai dengan keadaannya, sekaligus mempertimbangkan daya saing dari kompetitor.

Mengatur strategi distribusi juga penting. Identifikasi kondisi pasar juga memberikan wawasan Anda untuk meninjau lokasi bisnis yang hubungannya dengan metode distribusi yang tepat.

5. Merencanakan alur perputaran modal

Melakukan analisis perputaran modal penting adanya karena berdampak pada kesuksesan dalam berbisnis. Modal juga memudahkan perencanaan bisnis. Anda perlu memikirkan jumlah modal yang harus dikeluarkan untuk pengadaan barang, dan berapa nilai aset yang akan Anda peroleh dari pengadaan tersebut.

Setiap kali membuat tahapan berbisnis, Anda juga perlu menganalisis potensi dan risiko mengenai dua kemungkinan: surplus atau defisit anggaran. Langkah ini dianggap sebagai proyeksi pemasukan dan pengeluaran untuk masa depan bisnis.

6. Menganalisis risiko bisnis dan pencegahannya

Risiko bisnis tidak bisa dihindari. Selagi Anda membuat business plan, Anda juga harus bersiap menanggung risiko. Maka dari itu, perlu dilakukan analisis risiko, sehingga tindakan pencegahan ketika bisnis telah berjalan dapat dilakukan diukur.

Analisis risiko antara lain meliputi keuangan, kompetitor, manajemen, sumber daya, pemasaran, distribusi, dan sebagainya. Dari analisis risiko yang ada, carilah solusi yang relevan untuk mempertahankan bisnis Anda dari ancaman tersebut.

7. Membuat inovasi untuk pengembangan bisnis

Suatu bisnis tentu mengikuti segmentasi pasar dan terus berkembang tiap waktu. Maka dari itu, butuh stimulus berupa inovasi untuk lebih berkembang. Salah satunya, Anda bisa menerapkan strategi ekspansi usaha. Inovasi ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas bisnis di tengah gempuran kompetitor. 

Contoh Business Plan Sederhana Aplikasi Belanja Sayur Online

Mengetahui pengertian dan poin-poin di atas, membuat proposal business plan sudah tergambar, ‘kan? Sebelum membuatnya, Anda perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain isi yang jelas, mudah dipahami, lengkap dan sesuai rencana, sertakan data terkini, dan utamakan kejujuran. Jika sudah memperhatikan poin-poin di atas, berikut contoh business plan sederhana aplikasi belanja sayur online.

Latar Belakang

Belanja ke pasar di masa pandemi menjadi salah satu kekhawatiran. Maka dari itu, belanja online menjadi alternatif dan solusi memenuhi kebutuhan meski tidak harus ke pasar. Apalagi, sayuran dan buah-buahan menjadi bahan makanan yang dibutuhkan masyarakat di masa pandemi untuk tetap sehat dan bergizi cukup.

Adanya platform atau aplikasi belanja sayur online menjadi jawaban bagi mereka yang khawatir berbelanja ke pasar, tetapi ingin tetap memenuhi kebutuhan makan harian yang sehat. Produk yang selalu segar dan pengiriman yang cepat menjadi penawaran menarik dalam menjalani kehidupan Better Normal.

Struktur Organisasi

  1. Nama Usaha: Belanja Sayur Kilat
  2. Bidang Usaha: Jasa
  3. Nama Produk: Sayuran dan buah-buahan
  4. Alamat: Jalan Melon No.5

Visi dan Misi Perusahaan

Visi: Menjadikan platform belanja sayur online sebagai solusi belanja yang sehat, nyaman, efisien, dan mencegah penularan virus.

Misi: Membantu konsumen mendapatkan sayur dan buah-buahan berkualitas dan segar dari petani lokal, serta membantu petani lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Keunggulan Produk

Deskripsikan secara rinci mengenai produk dan keunggulannya. Contoh platform belanja online memiliki keunggulan, antara lain menyediakan produk yang segar, pengiriman cepat, konsumen bisa memilih sayur di rumah saja, dan sayuran yang lebih murah dan tetap berkualitas meski bukan produk impor.

Analisis Produksi

Menjelaskan sumber daya yang dimiliki dalam memproduksi, seperti pegawai, pemodal, dan material atau bahan baku yang digunakan. Dalam contoh kasus ini, analisis produksinya mencakup jumlah pegawai yang menyiapkan sayur dan buah dari petani lokal untuk dibawa oleh kurir. Kemudian, pembuat aplikasi/platform sebagai media konsumen dalam memilih produk, hingga pegawai yang bertugas foto produk menjadi menarik dan seasli mungkin.

Analisis Pasar

Analisis pasar dalam business plan diperlukan supaya produk bisa terjual. Bagian ini mencakup kekuatan dan kelemahan produk, peluang bisnis, harga, dan promosi. 

Pada aplikasi belanja sayur online, kekuatannya berupa kenyamanan berbelanja, produk dijamin segar, dan belum banyak pesaingnya. Sementara kekurangannya, antara lain jasa pengiriman yang cukup mahal jika jaraknya jauh dan tidak bisa memilih sayur dan buah secara langsung.

Peluangnya adalah pasarnya luas, penawaran langsung ke pembeli, dan membantu perekonomian petani lokal. Lalu, harganya relatif murah mulai dari Rp2.000 hingga Rp50.000. 

Analisis Pemasaran dan Distribusi

Analisis ini meliputi marketing plan, supplier, dan manajemen risiko. Untuk marketing plan, Anda bisa menggunakan digital marketing, seperti brosur online di media sosial, atau iklan berbayar dari influencer. Selain itu, Anda juga bisa berkolaborasi dengan e-commerce. 

Kemudian, saluran penjualan juga perlu diperhatikan. Dalam kasus aplikasi belanja sayur online, bagaimana penjual dan konsumen berinteraksi? Berbagai pilihan bisa diterapkan, melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, atau online marketplace.

Analisis Keuangan

Di bagian ini, Anda paparkan semua pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Mulai dari sewa ruko, pembuatan aplikasi, alat pengemasan, dan biaya lainnya. Ditulis pula sumber anggaran yang bisa berasal dari pribadi, investasi, pinjaman, dan pendanaan lainnya.

Penutup

Aplikasi belanja sayur online diharapkan mampu dikenal secara luas sehingga bisa berkembang dan mencapai target sesuai dengan yang direncanakan. Selain itu, aplikasi ini juga membantu perekonomian petani lokal yang secara tidak langsung membantu negara dalam sektor pangan dan pertanian.

Baca juga: 5 Bisnis Berbasis Teknologi yang Menjanjikan

Business plan itu penting. Maka dari itu, jangan pernah melewatkan pembuatan business plan ketika Anda berniat untuk memulai sebuah usaha. Dengan memiliki rencana matang, Anda akan lebih siap dalam menghadapi berbagai perubahan dan hambatan serta sudah mempersiapkan strategi yang matang untuk mengatasinya dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Strategi Bundling Produk, Apa Keuntungannya dalam Bisnis?

Bundling produk menjadi salah satu strategi promosi menarik yang sering disebut dengan “paket hemat”. Strategi promosi ini akan mendorong pelanggan untuk membeli lebih banyak produk dari merek yang sama. Tentunya hal ini dapat meningkatkan penjualan dari produk yang dipromosikan.

Mengingat cara tersebut terbukti ampuh dalam menaikkan suatu penjualan, strategi bundling produk menjadi salah satu solusi ketika bisnis mengalami fluktuasi dalam penjualan produknya. Selain itu, cara ini juga memainkan peran penting di masa depan dalam meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan perusahaan.

Bundling produk menjadi strategi transformasional yang menarik dan potensial, terutama jika digabungkan dengan brand story yang sederhana dan emosional. Artikel ini menjelaskan tentang apa itu bundling produk, manfaat, serta tipsnya.

Apa Itu Bundling Produk?

Bundling Produk

Bundling produk adalah penggabungan dua atau lebih produk dalam satu kemasan penjualan dengan satu harga. Penggabungan ini menciptakan diferensiasi dan nilai yang lebih besar, sehingga meningkatkan penawaran kepada pelanggan dengan harga yang menjadi lebih ekonomis dari total harga kemasan persatuannya.

Penggabungan produk didasarkan pada gagasan bahwa konsumen biasanya menghemat 7 persen hingga 15 persen dibandingkan membeli barang satuan secara terpisah. Konsumen juga biasanya membandingkan harga sebelum memutuskan pembelian paket. 

Bundling dapat menggunakan banyak nama, seperti set hadiah, penawaran paket, atau koleksi spesial yang biasanya ramai menjelang Hari Raya atau hari besar. Bundling produk terbukti menjadi strategi pemasaran yang efektif dan menguntungkan dalam berbagai keadaan, seperti menggabungkan setiap produk yang kurang laku atau produk baru yang kurang diminati konsumen.

 Baca juga: 8 Tools Digital Marketing Wajib untuk Perusahaan Digital Saat Ini

Mengapa Bundling Produk Penting?

Penyajian bundling produk dengan penawaran yang lebih murah sudah tentu menarik perhatian konsumen. Maka dari itu, strategi ini terus dipakai dalam bisnis hingga saat ini. Lalu, mengapa bundling produk penting? Berikut benefit yang didapat oleh perusahaan maupun konsumen.

1. Meningkatkan pendapatan dan penjualan rata-rata.

Penerapan strategi ini dapat meningkatkan jumlah rata-rata pemesanan dan penjualan. Dampaknya bagi bisnis, keuntungan dari penjualan tiap produk yang ditawarkan dari waktu ke waktu juga akan semakin meningkat.

Sementara bagi konsumen, penggabungan produk yang ditawarkan membuat mereka bisa membeli lebih dari satu produk dalam satu pembelian dengan harga yang lebih murah. Sehingga, membuat mereka membelanjakan lebih banyak dan membuat keputusan pembelian yang tepat berdasarkan preferensi dan kebutuhan.

2. Mengurangi biaya pemasaran dan distribusi

Bundling produk memungkinkan perusahaan mengurangi biaya pemasaran dan distribusi dalam menjual lebih banyak produk menjadi satu paket. Hal ini juga meminimalisir tempat penyimpanan barang.

Selain itu, juga lebih efisien dalam pemasaran produk. Perusahaan hanya perlu menampilkannya sebagai suatu paket produk yang tentunya lebih menghemat biaya pemasaran dibandingkan mengiklankannya secara satuan.

3. Mengurangi produk yang tidak laku

Dengan bundling produk, perusahaan dapat mengatasi permasalahan atas produk-produk yang tidak laku. Mengingat, produk tersebut akan terus menambah biaya penyimpanan apabila kurang laku dijual. Maka dari itu, menjual barang yang populer di kalangan konsumen dengan produk yang tidak laku bisa jadi solusi.

Konsumen akan menganggap barang tersebut sebagai produk bonus yang justru makin mendorongnya untuk membeli. Dengan mengurangi produk yang tidak laku bisa menghemat ruang dan biaya penyimpanan produk tersebut.

4. Tingkatkan kepercayaan dan pengalaman konsumen

Dengan paket produk, pelanggan bisa meninjau setiap produknya untuk memutuskan membeli semuanya. Hal ini dapat membantu mereka memahami semua produk Anda dan merasakan manfaat yang berbeda dari masing-masing produk.

Bundling yang disesuaikan dengan preferensi membuat konsumen merasa diinvestasikan dalam keputusan. Hal ini juga meningkatkan tingkat bisnis, karena konsumen jadi cenderung kembali ke merek bisnis Anda yang memahami kebutuhannya.

Dari bundling produk, perusahaan juga mendapatkan insight tentang proses pemilihan barang oleh konsumen. Manfaat ini berguna untuk mencari tahu produk atau layanan mana yang berhasil. Feedback konsumen secara tidak langsung ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan pengalaman berbelanja mereka serta meningkatkan produk.

 Baca juga: 6 Aplikasi Pembukuan Usaha untuk Memudahkan Bisnis

Tips Strategi Bundling Produk

pengertian Bundling Produk

Setelah memahami manfaat bundling produk, bukan tak mungkin mengabaikannya. Anda bisa melakukannya sendiri dengan tips dan langkah-langkah memaksimalkan peluang bundling produk di bawah ini.

1. Perhatikan Kalkulasi Profit

Melakukan bundling bisa dilakukan di awal peluncuran produk untuk meningkatkan penjualan atau di akhir musim produk tersebut sebelum diluncurkan produk baru. Buatlah harga yang menarik tanpa memangkas keuntungan secara drastis.

Perlu diperhatikan, pastikan pula hadiah bundling yang bagus, bermanfaat, dan menarik untuk pelanggan Anda. Tentunya, wajib dikalkulasi pula harga hadiah tersebut agar tidak mengalami kerugian. Pilihan lainnya, Anda bisa berkolaborasi dengan brand lain yang dapat mendukung aktivitas promo bundling. Hal ini tentu menguntungkan kedua belah pihak.

2. Pelajari pola pembelian konsumen dan menguji kombinasi

Ketika Anda sudah menggabungkan produk dan mendapatkan penjualan, Anda tahu bahwa paket tersebut kemungkinan besar akan menarik konsumen. Dari pola pembelian konsumen, Anda bisa menguji kombinasi produk yang berbeda. Percobaan dengan berbagai paket akan memberi insight penawaran mana yang mendapatkan hasil terbaik.

3. Gabungkan barang kurang populer dengan produk laris & harga diskon

Hal ini menjadi langkah efisiensi inventaris yang berisiko tidak laku bahkan kadaluarsa. Buatlah paket produk yang layak dengan harga rendah. Konsumen akan melihatnya sebagai paket hemat dengan bonus-bonus produk lainnya.

4. Gunakan keahlian untuk menggabungkan produk

Dengan mengetahui preferensi konsumen, Anda bisa menggabungkan beberapa produk yang memungkinkan dikonsumsi atau dipakai dalam satu manfaat yang sama. Konsumen akan mendapatkan pengalaman menarik, karena paket yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Anda juga bisa menggabungkan produk yang mungkin tidak mereka pikirkan. Bisa juga menggabungkan produk tentang aksesori atau item tambahan penting yang mungkin mereka butuhkan.

5. Kampanye “Beli banyak, lebih hemat”

Strategi ini mendorong konsumen bahwa melakukan pembelian yang besar dengan harga diskon akan menghemat uang. Jika konsumen puas, hal ini bisa meningkatkan kuantitas pesanan pada penjualan di masa mendatang. Tipsnya, Anda bisa menerapkan diskon pada kuantitas tertentu atau diskon pada jenjang waktu tertentu.

Baca juga: Bagaimana Dokumen Digital Berperan Penting untuk Bisnis Anda?

Seperti semua strategi bisnis, melakukan bundling produk pasti akan ada trial and error. Gunakan momen tersebut untuk mendapatkan insight yang manfaatnya jangka panjang dan hubungan perusahaan dan konsumen menjadi lebih baik dan berkembang.

Dari wawasan yang didapat, Anda bisa memilih mana produk yang bisa digabungkan mana yang tidak untuk menganalisis proyeksi pendapatan dan laba perusahaan. Maka dari itu, melacak kinerja bundling produk dan kepuasan pelanggan itu penting untuk membantu memastikan bahwa ada manfaat jangka panjang bagi perusahaan.