Dukung Blended Learning, IPEKA INTEGRATED Christian School Pilih Acer Chromebook

 Kemajuan teknologi telah mengubah tren metode belajar, dari yang sebelumnya konvensional menjadi pembelajaran campuran (blended learning). Metode belajar yang menawarkan interaksi secara langsung (face to face) dan fleksibilitas pembelajaran secara online ini sudah diadopsi beberapa sekolah di Indonesia karena dianggap menjadi jawaban sistem pendidikan sesuai kebutuhan zaman.

blended learning

Tak seperti zaman dahulu ketika siswa harus mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru, maka blended learning memungkinkan siswa lebih leluasa belajar dan mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan secara mandiri dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Selain itu, siswa juga lebih bebas berinteraksi dengan guru maupun teman sekelasnya. Ini artinya, ketika siswa kurang mengerti akan suatu materi, mereka bisa mendiskusikannya secara langsung di dalam kelas maupun secara online.

blended learning

Salah satu sekolah yang sudah menerapkan sistem blended learning adalah IPEKA INTEGRATED Christian School. Kristhianto N. Kainama selaku Kepala Sekola IPEKA menjelaskan bahwa pihak sekolah telah memberikan pembelajaran dengan metode blended learning agar siap para siswa menyongsong abad 21. Pihak sekolah juga membekali siswa-siswi dengan kemampuan kreativitas, berpikir kritis, berkomunikasi, dan kemampuan kolaborasi.

“Kita mengadaptasi blended learning untuk mempersiapkan siswa-siswi dalam menghadapi abad ke-21. Contohnya, kita menggunakan Google Classroom, Google Docs, dan aplikasi Google lainnya yang sangat membantu di lingkungan pendidikan,” papar Kristhianto.

Untuk mendukung blended learning, IPEKA INTEGRATED Christian School telah menghadirkan IPEKA Mobile Lab, sebuah kelas digital yang menggabungkan pembelajaran tradisional dengan digital. Tujuannya adalah agar menciptakan proses belajar yang menyenangkan dan meningkatkan hasil akademik siswa. Tak hanya itu, para siswa juga difasilitasi Acer Chromebook untuk proses belajar. Siswa pun bebas menggunakan Chromebook di Mobile Lab maupun di area sekitar sekolah.

E-learning

“Chromebook menawarkan teknologi canggih yang sangat efektif untuk digunakan dalam belajar dan mengajar. Menggabungkan Google Classroom dan G-suite untuk edukasi, hal ini memberikan dampak yang sangat besar dan akan mengubah kelas tradisional menjadi kelas digital. Acer dan Google jelas sangat membantu dalam hal ini,” tambah Kristhianto.

Sebagai contoh, proses belajar di mobile lab memungkinkan siswa dapat menggunakan laptop tersebut untuk mendapatkan materi belajar digital yang didistribusikan guru dengan cepat, menyelesaikan tugas latihan yang dapat langsung diunggah dan dinilai oleh guru, hingga saling berkolaborasi dengan sesama teman secara real time. Di sisi lain, penggunaan Chromebook mampu menurunkan penggunaan kertas, dokumen belajar siswa dan guru terjamin aman, kolaborasi antara siswa dan guru semakin intens, hingga mudah diakses di mana saja dan kapan saja.

“Sungguh sangat efektif. Saya bisa langsung mengecek pekerjaan siswa-siswi secara online, dan mereka juga bisa berkonsultasi langsung kepada saya. Hal ini sangat efisien karena saya tidak perlu repot-repot memesan laboratorium komputer dan hal lainnya,” tambah Andriani Rosalina, Guru Bahasa Indonesia.

Kini, pendidikan digital ternyata memberikan dampak yang besar. Riset yang dilakukan Deloitte pada Oktober 2016 menunjukkan bahwa 75% siswa tertarik untuk menghabiskan waktu mereka mengerjakan tugas maupun belajar meski berada di luar jam sekolah.

“Saya amat senang menggunakan Chromebook karena langsung terhubung dengan internet, jadi saya bisa langsung belajar di mana pun dan kapan pun. Saya juga bisa berkreasi bersama teman-teman saya dengan menggunakan Chromebook,”  ungkap Ailee Don, siswi IPEKA INTEGRATED Christian School.

Acer Solution Day 2017, Mengedepankan Bisnis dan Edukasi dengan Teknologi

Pada Selasa (26/09), Acer Indonesia menggelar kembali Acer Solution Day di Capital Ballroom, Manhattan Hotel, Jakarta. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang yang memberikan speech dalam pembukaan acara ini, Acer Indonesia bermaksud memberikan solusi peran teknologi dalam mengembangkan bisnis dan dunia edukasi.

Herbet Ang

Acara ini dibuka dengan pemaparan seputar Intel yang dibawakan oleh Sumitra Rai, Head of Consumption Sales & Commercial Lead dari India. Pada sesi ini, beliau berbicara mengenai kinerja prosesor Intel yang kian berkembang untuk kemajuan yang lebih baik. Terbukti dengan hadirnya prosesor Intel Generasi ke-8.

Tak ketinggalan, pemaparan Rezki Wibowo dari Roland Berger Consulting mengenai teknologi saat ini menjadi industri era baru dan bagaimana manusia harus siap menghadapi kehadiran tersebut. Sementara  Handito Joewono dari Arrbey Consulting turut hadir memberikan wacana mengenai peran seorang CIO (Chief Technology Officer) di era digital yang penuh dengan segala kecanggihan teknologi.

Ruang Teknologi di Industri Bisnis

Acer Solution Day

Seperti tema dari acara ini, seminar yang membahas teknologi untuk ranah bisnis, dengan menarik disampaikan oleh Patrick Liao sebagai Assosiate VP dari Acer Taiwan melalui tema “Cloud-enabled Digital Signage Network Solution for Offline Precision Marketing”. Berisikan tentang bagaimana strategi marketing menggunakan teknologi Signage untuk para pelaku usaha dalam memasarkan bisnis mereka.

Sementara paparan lain yang tak kalah menarik, yaitu “Redefining The Modern Datacenter with Sangfor HCI” dan “Intellegent Trasportation System” yang disampaikan oleh Joe Wang. Sesi berbicara mengenai sistem transportasi yang kini semakin canggih dan mudah digunakan.

Solusi Teknologi untuk Edukasi

Acer Solution Day

Selain di bidang bisnis, Acer juga menampilkan seminar yang berhubungan dengan edukasi. Sebagai bagian acara dari Acer Solution Day, Acer Indonesia memberikan beberapa sesi presentasi edukasi seperti panel diskusi dengan topik “Preparing Today’s Students for Tomorrow’s Workplace”, yang dilanjutkan dengan pembicaraan seru dari Google mengenai  “21st Century Digital Classroom & IPEKA testimony”.

Selanjutnya, Roger Wu sebagai Business Development Manager of Asia Pacific Acer Cloud Technology mempresentasikan masa depan para generasi sekarang dibentuk dan diarahkan dengan edukasi melalui teknologi.Sesi menarik selanjutnya adalah pengenalan teknologi Acer untuk penunjang pendidikan, yaitu Altos Cloud VDI. Dan tak lupa, di acara ini pula diperkenalkan CloudProfessor, yaitu device dengan IoT (Internet of Things) yang dapat digunakan oleh semua usia.

Acara kali ini semakin menarik dengan menghadirkan 3 pembicara ahli di bidang konsultan dan edukasi. Adalah Sylvano Damanik selaku Senior Partner and Country Managing Director dari Hays Group yang berfokus di bidang konsultan manajemen. Beliau sangat ahli dalam berbagai strategi manajemen dan sepanjang karirnya di Indonesia dan Singapura, sudah memberi banyak konsultasi mengenai strategi marketing.

Pembicara selanjutnya adalah Novistiar Rustandi sebagai Founder dan CEO dari HarukaEdu.com, sudah memiliki pengalaman di bidang konsultasi dan pendidikan tinggi selama lebih dari 13 tahun.Beliau yang mempunyai 2 gelar master dari George Washington University ini sudah memberikan konsultasi kepada beberapa perusahaan besar seperti Host Mariott, WorldBank.

Acer Solution Day


Itulah rangkaian acara Acer Solution Day di tahun 2017 ini. Jika Anda masih tertarik dengan apa saja teknologi terkini yang ditawarkan Acer Indonesia untuk mengedepankan bidang bisnis dan edukasi, ikuti terus informasi-informasi menarik lainnya di website ini, ya.