10 Cryptocurrency Terbaik yang Layak Dilirik untuk Investasi Tahun 2022 Image

10 Cryptocurrency Terbaik yang Layak Dilirik untuk Investasi Tahun 2022

Time 16 Nov 2021  |  By Acer Indonesia

Pada Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 pertama muncul di Indonesia, semua sektor terdampak virus. Tentu ekonomi, termasuk investasi, berubah drastis. Namun, bagi individu yang paham soal investasi tentu kondisi ini tak menghalangi mereka untuk tetap masuk ke dalam berbagai instrumen, termasuk memburu cryptocurrency terbaik.

 

Investasi pada cryptocurrency terbaik memang mulai populer akhir-akhir ini. Sebab, banyak orang penasaran dengan instrumen yang dianggap baru ini, sehingga keberadaannya sempat menjadi trending di berbagai media sosial. Cryptocurrency, khususnya Bitcoin dan Ethereum, bahkan disebut sebagai instrumen investasi yang tergolong safe-haven di Amerika Serikat (AS).

 

Investasi pada aset cryptocurrency terbaik tahun lalu tidak hanya dilakukan oleh investor Indonesia. Setidaknya terdapat 10 negara yang masyarakatnya memiliki uang kripto dalam jumlah banyak. Hasil survei statistik terhadap 4.000 respondens di 10 negara menunjukkan, Nigeria menempati posisi teratas dengan persentase 34%, diikuti dengan Vietnam dan Filipina dengan persentase masing-masing 21% dan 20%. Di beberapa negara ini, cryptocurrency bahkan biasa digunakan untuk opsi pembayaran pada toko online.

 

Sejak mulai booming, beberapa cryptocurrency terbaik mendapatkan banyak respons dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat biasa sampai para ahli untuk memberikan pendapatnya. Di antara pendapat banyak orang tentu saja ada yang pro dan kontra.

 

Baca Juga: Aplikasi Trading Saham Paling Terbaik dan Terpercaya

 

10 Cryptocurrency Terbaik untuk Investasi

Saat ini sudah banyak sekali cryptocurrency yang tersebar secara global. Namun, tentu tidak semuanya menarik untuk dikoleksi sebagai bagian dari portofolio investasi. Dari ratusan aset kripto yang diperdagangkan, berikut ini 10 cryptocurrency terbaik yang menarik untuk dikoleksi.

 

1. Bitcoin

Saat ini, Bitcoin menyandang predikat sebagai cryptocurrency terbaik dan dapat dikategorikan aset bluechip. Sejak kemunculannya pada 2012 lalu, kapitalisasi Bitcoin telah menyentuh US$ 1 triliun. 

 

Eksistensinya semakin meningkat kala Tesla Inc. memborong BTC. Apalagi, beberapa negara menjadikan Bitcoin sebagai legal tender, seperti El Salvador misalnya. Saat ini harga Bitcoin berada di level US$ 34.425 atau sekitar Rp 500 juta per keping.

 

2. Ethereum

Cryptocurrency yang satu ini dapat disebut sebagai saingan Bitcoin, dan juga masuk kategori bluechip. Pasalnya, Ethereum mampu bertumbuh cepat dalam decentralized finance (DeFi) dan merebut pangsa pasar dari Bitcoin. Awal tahun ini, Bitcoin tercatat menyumbang 70,7% dari pasar, sementara Ethereum hanya 10,8%. 

 

Namun, pada pertengahan Oktober 2021, pangsa pasar Ethereum melonjak menjadi 18%, sementara Bitcoin turun menjadi 45,1%. Tak heran jika Ethereum juga dikategorikan sebagai cryptocurrency terbaik. Saat ini, harga Ethereum tercatat sebesar US$ 2.333 atau sekitar Rp 33,8 juta per keping.

 

3. Solana (SOL)

Pada 2021, Solana menjadi menjadi salah satu cryptocurrency terbaik berdasarkan kapitalisasi pasar. Sepanjang tahun berjalan, Solana melonjak dari US$ 1,51 menjadi US$ 160. Peningkatan kapitalisasi pasar Solana didukung oleh biaya transaksi yang jauh lebih rendah, serta menawarkan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan cryptocurrency lainnya.

 

4. Axie Infinity Shards

Axie Infinity Shards merupakan salah satu cryptocurrency yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Berbeda dengan cryptocurrency lainnya, Axie merupakan game blockchain yang terinspirasi dari game Pokemon. Axie memiliki peran sentral dalam ekosistem game, dan menghadirkan opsi play-to-earn yang mampu menciptakan penggunaan yang berkelanjutan. Ditambah setiap karakter adalah token non-fungible.

 

5. Cardano

Cardano memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum, sehingga bisa dikategorikan sebagai cryptocurrency terbaik. Uniknya, Cardano diciptakan oleh salah satu pendiri Ethereum. Cardano juga menggunakan protokol proof-of-stake, sehingga mampu memberikan intensif kepada pengguna untuk membuat blok baru.

 

6. Binance Coin

Berdasarkan volume perdagangan, Binance termasuk dalam cryptocurrency terbaik. Awalnya Binance berada di blockchain Ethereum, tetapi kemudian mulai membentuk blockchain sendiri. Sejak penawaran awal Binance pada 2017, harganya telah melonjak dari US$ 10 sen menjadi sekitar US$ 415. Kemudian, sepanjang tahun ini, koin tersebut sudah naik sekitar 1.000%.

 

7. Wilder World

Wilder World merupakan cryptocurrency yang baru memulai debutnya pada Mei 2021. Meski begitu, investor dapat memanfaatkan Wilder Wild untuk berspekulasi dalam jumlah kecil. Namun, kekurangannya adalah Wilder Wild belum memiliki rekam jejak seperti beberapa cryptocurrency terbaik lainnya. Selain itu, kapitalisasi pasar Wilder World berada di kisaran US$ 118 juta.

 

8. Ripple

Ripple merupakan salah satu cryptocurrency terbaik incaran para investor. Dilihat dari segi likuiditas, Ripple termasuk salah satu yang paling likuid di antara cryptocurrency. Tidak seperti Bitcoin yang harganya mencapai ratusan juta, harga Ripple pada saat ini hanya sebesar Rp 15 ribu-an saja. Jadi, Ripple cocok bagi investor yang memiliki budget minim namun masih ingin berinvestasi pada cryptocurrency.

 

9. Tron

Tron termasuk cryptocurrency anyar, tetapi digadang-gadang bakal populer di masa mendatang. Sebab, keberadaannya makin diakui sebagai alat bayar akses premium. Berawal dari ratusan perak per coin di awal 2021, saat ini Tron sudah mencapai diatas Rp 2.000 per coin.

 

10. Litecoin

Litecoin kerap disebut sebagai cryptocurrency terbaik, karena memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pangsa pasar yang besar. Mata uang digital yang satu ini bisa disejajarkan dengan Bitcoin dan Ethereum

 

Saat ini terdapat 84 juta Litecoin yang beredar bebas di pasaran dan tergolong sangat layak untuk dimiliki karena memiliki beberapa keunggulan, salah satunya adalah proses mining atau penambangan yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Tak heran jika para investor lebih melirik Litecoin dibandingkan yang lain.

 

Baca Juga: 6 Ide Bisnis di Masa Pandemi, Cukup Bermodal Laptop!

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Cryptocurrency memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

 

  • Bersifat Universal

Karena seluruh dunia mengenal dan menggunakan mata uang ini. Untuk memilikinya tidak ada syarat khusus, berbeda dengan sistem perbankan yang ada syarat khusus untuk setiap nasabahnya.

 

  • Sistem Transaksi Cepat

Transaksi yang ada di cryptocurrency dapat dikatakan cepat dibandingkan dengan transaksi yang dilakukan antar bank internasional yang membutuhkan lebih dari sehari.

 

  • Transparansi

Pemilik cryptocurrency bisa melihat transaksi yang pernah dilakukannya. Semua transaksi tersaji dalam bentuk angka yang artinya investor tidak bisa mengetahui transaksi tersebut dilakukan oleh siapa, namun bisa mengetahui jumlah transaksi yang dilakukan.

 

  • Bisa Dikendalikan Sendiri

Kelebihan terakhir yang dimiliki cryptocurrency adalah semua tanggung jawab atas uang tersebut milik pribadi masing-masing. Investor juga memiliki kuasa untuk mengatur cryptocurrency terbaik miliknya dan bertanggung jawab atas hal tersebut.

 

Meski memiliki sejumlah kelebihan, cryptocurrency juga kekurangan, antara lain:

 

  • Rawan Kejahatan

Banyak orang seringkali memanfaatkan uang digital ini untuk keperluan transaksi ilegal, dan yang mengkhawatirkan adalah transaksi tersebut tidak bisa dilacak sehingga tidak tahu siapa yang melakukannya.

 

  • Dana Berpotensi Hilang

Jika lupa password maka dana yang diinvestasikan pada cryptocurrency terbaik bisa hilang. Karena menggunakan sistem password, jika Anda lupa maka sangat berisiko cryptocurrency terbaik yang Anda miliki di akun tersebut bisa hilang.

 

Baca Juga: 8 Teknologi Terbaru yang Menjadi Tren di Tahun 2022, Pebisnis Wajib Tahu

 

Prospek Cryptocurrency di Indonesia

Investor yang hendak memburu cryptocurrency terbaik di Indonesia termasuk diuntungkan, karena otoritas telah merilis pernyataan cryptocurrency sebagai komoditas legal. Perdagangan instrumen ini sebelumnya telah diatur melalui Peraturan Bappebti No. 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, yang kemudian diubah melalui Peraturan Bappebti No. 3 Tahun 2020.

 

Pemerintah pun berencana membuat bursa khusus cryptocurrency, sebagai penyelenggara sistem dan saran untuk kegiatan jual beli komoditas ini. Terlebih, Bappebti pun telah menetapkan sejumlah 229 aset cryptocurrency yang dapat diperdagangkan. Alhasil, investor yang ingin merasakan untung lewat investasi di cryptocurrency terbaik akan mampu terwujud.

 

Namun, terdapat beberapa risiko yang harus diperhatikan oleh investor jika ingin berinvestasi di cryptocurrency terbaik. Risiko ini erat kaitannya dengan transaksi serta investasi. Pertama, ketiadaan underlying asset pada cryptocurrency menandakan bahwa adanya suatu penangguhan ketidakpercayaan dari para pemain atau investor terhadap nilai asetnya.

 

Selama harga atau nilai dari cryptocurrency tetap ada, atau bahkan meningkat, maka ketidakpercayaan terhadap nilai aset tersebut akan ditangguhkan. Hal ini tentunya dapat berlanjut kepada kondisi bubble, di mana pada suatu saat harga dari cryptocurrency akan turun drastis ketika sudah tidak ada lagi kepercayaan dari para investor.

 

Kedua, aset kripto bahkan cryptocurrency terbaik sekalipun memiliki volatilitas yang teramat tinggi. Mengutip disertasi bertajuk Safe-Haven Dynamics of Cryptocurrencies for the U.S. and Emerging Stock Markets, aset cryptocurrency memiliki volatilitas 5 hingga 40 kali lebih tinggi dibandingkan volatilitas pasar saham.

 

Oleh karena itu, perlu adanya suatu mekanisme yang diterapkan oleh regulator untuk mengatasi isu ini. Salah satu mekanisme yang bisa diterapkan adalah merilis kisaran volatilitas normal setiap periode tertentu, sebagai proses mean reversion pada pasar cryptocurrency terbaik di Indonesia.

 

Selain itu, regulator pun dapat memberikan edukasi seputar excessive volatility pada transaksi cryptocurrency. Kemudian, menentukan dana minimum bagi investor untuk melakukan investasi pada cryptocurrency, serta menentukan besaran persentase dana yang ditanamkan terhadap kekayaan investor secara keseluruhan. Dengan demikian, risiko sistemik yang berpotensi muncul terhadap institusi keuangan lainnya dapat dihindari.

 

Ketiga, aset kripto dapat menjadi media pencucian uang, terutama pada tahapan transfer (layering). Ini berlaku juga bahkan untuk cryptocurrency terbaik, seperti Bitcoin atau Etherum sekalipun. Pasalnya, transaksi cryptocurrency memberikan anonimitas pada pengirim dan penerima uang karena alamat wallet dari pihak yang terlibat transaksi tidak berisi informasi detail yang bisa diidentifikasi.

 

Hal yang dapat dilakukan penegak hukum untuk mengawasi tindakan pencucian uang ini di antaranya adalah melihat kondisi-kondisi yang menjadi "red flag" pada transaksi cryptocurrency terbaik. Kondisi-kondisi yang dimaksud misalnya soal transaksi dengan dana, frekuensi, dan penerima yang tidak wajar, serta aktivitas mengubah data pribadi. Untuk melakukan ini, maka crypto exchange perlu menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) pada investor.

Kontak Acer