Dukung Blended Learning, IPEKA INTEGRATED Christian School Pilih Acer Chromebook Image
Dukung Blended Learning, IPEKA INTEGRATED Christian School Pilih Acer Chromebook
06 Oct 2017  |  By Acer Indonesia

 

Kemajuan teknologi telah mengubah tren metode belajar, dari yang sebelumnya konvensional menjadi pembelajaran campuran (blended learning). Metode belajar yang menawarkan interaksi secara langsung (face to face) dan fleksibilitas pembelajaran secara online ini sudah diadopsi beberapa sekolah di Indonesia karena dianggap menjadi jawaban sistem pendidikan sesuai kebutuhan zaman.

 

Tak seperti zaman dahulu ketika siswa harus mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan guru, maka blended learning memungkinkan siswa lebih leluasa belajar dan mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan secara mandiri dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja. Selain itu, siswa juga lebih bebas berinteraksi dengan guru maupun teman sekelasnya. Ini artinya, ketika siswa kurang mengerti akan suatu materi, mereka bisa mendiskusikannya secara langsung di dalam kelas maupun secara online.

 

 

Salah satu sekolah yang sudah menerapkan sistem blended learning adalah IPEKA INTEGRATED Christian School. Kristhianto N. Kainama selaku Kepala Sekola IPEKA menjelaskan bahwa pihak sekolah telah memberikan pembelajaran dengan metode blended learning agar siap para siswa menyongsong abad 21. Pihak sekolah juga membekali siswa-siswi dengan kemampuan kreativitas, berpikir kritis, berkomunikasi, dan kemampuan kolaborasi.

 

"Kita mengadaptasi blended learning untuk mempersiapkan siswa-siswi dalam menghadapi abad ke-21. Contohnya, kita menggunakan Google Classroom, Google Docs, dan aplikasi Google lainnya yang sangat membantu di lingkungan pendidikan,” papar Kristhianto.

 

Untuk mendukung blended learning, IPEKA INTEGRATED Christian School telah menghadirkan IPEKA Mobile Lab, sebuah kelas digital yang menggabungkan pembelajaran tradisional dengan digital. Tujuannya adalah agar menciptakan proses belajar yang menyenangkan dan meningkatkan hasil akademik siswa. Tak hanya itu, para siswa juga difasilitasi Acer Chromebook untuk proses belajar. Siswa pun bebas menggunakan Chromebook di Mobile Lab maupun di area sekitar sekolah.

 

 

"Chromebook menawarkan teknologi canggih yang sangat efektif untuk digunakan dalam belajar dan mengajar. Menggabungkan Google Classroom dan G-suite untuk edukasi, hal ini memberikan dampak yang sangat besar dan akan mengubah kelas tradisional menjadi kelas digital. Acer dan Google jelas sangat membantu dalam hal ini," tambah Kristhianto.

 

Sebagai contoh, proses belajar di mobile lab memungkinkan siswa dapat menggunakan laptop tersebut untuk mendapatkan materi belajar digital yang didistribusikan guru dengan cepat, menyelesaikan tugas latihan yang dapat langsung diunggah dan dinilai oleh guru, hingga saling berkolaborasi dengan sesama teman secara real time. Di sisi lain, penggunaan Chromebook mampu menurunkan penggunaan kertas, dokumen belajar siswa dan guru terjamin aman, kolaborasi antara siswa dan guru semakin intens, hingga mudah diakses di mana saja dan kapan saja.

 

"Sungguh sangat efektif. Saya bisa langsung mengecek pekerjaan siswa-siswi secara online, dan mereka juga bisa berkonsultasi langsung kepada saya. Hal ini sangat efisien karena saya tidak perlu repot-repot memesan laboratorium komputer dan hal lainnya,” tambah Andriani Rosalina, Guru Bahasa Indonesia.

 

Kini, pendidikan digital ternyata memberikan dampak yang besar. Riset yang dilakukan Deloitte pada Oktober 2016 menunjukkan bahwa 75% siswa tertarik untuk menghabiskan waktu mereka mengerjakan tugas maupun belajar meski berada di luar jam sekolah.

 

"Saya amat senang menggunakan Chromebook karena langsung terhubung dengan internet, jadi saya bisa langsung belajar di mana pun dan kapan pun. Saya juga bisa berkreasi bersama teman-teman saya dengan menggunakan Chromebook,”  ungkap Ailee Don, siswi IPEKA INTEGRATED Christian School.